Imbas Proyek Nasional Jembatan Karanganyar: Jalan Kabupaten di Jalur Selokerto-Buayan Butuh Perhatian Khusus
- account_circle Hari Satria
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 68
- comment 0 komentar

Potret kondisi aspal di ruas Selokerto–Buayan yang mengalami kerusakan akibat lonjakan beban kendaraan selama masa pengalihan arus pembangunan Jembatan Karanganyar. (Foto: Hari)
GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Penutupan total Jembatan Karanganyar sejak 10 April hingga rencana pembukaan kembali pada 10 Mei 2026 mendatang, membawa dampak signifikan bagi infrastruktur wilayah sekitarnya.
Jalur alternatif Selokerto – Buayan – Jladri kini berada dalam kondisi memprihatinkan setelah dipaksa menanggung beban ribuan kendaraan besar setiap harinya.
Sebagai jalur utama pengalihan arus proyek nasional, jalan berstatus kabupaten ini mengalami kerusakan masif. Jalur yang belum lama diperbaiki tersebut kini dipenuhi lubang, retakan, hingga amblas akibat volume kendaraan berat yang melampaui kapasitas jalan.
Fenomena “Jalan Kabupaten rasa Nasional” ini pun memicu keresahan mendalam bagi warga dan pengguna jalan.
Kondisi crowded terlihat di perlintasan kereta api Semondo. Sempitnya ruas jalan dan tingginya volume kendaraan membuat warga setempat harus turun tangan mengatur lalu lintas secara swadaya guna mengurai kemacetan panjang yang terjadi hampir setiap saat.
Dian, salah seorang warga sekitar yang ikut membantu mengatur arus di perlintasan Semondo, mengungkapkan kekhawatirannya atas keselamatan warga, terutama kelompok rentan.
“Sangat berbahaya karena banyak kendaraan besar lewat sini, padahal jalannya sempit. Apalagi banyak anak kecil dan anak sekolah, sangat mengerikan melihat truk-truk besar masuk ke jalan pedesaan seperti ini,” ungkap Dian di sela kegiatannya, Kamis pagi, 23 April 2026.
Kerusakan ini dinilai sangat merugikan aktivitas ekonomi lokal, mulai dari petani hingga para pelajar yang melintas setiap hari.
Mengingat jalur Selokerto-Buayan secara fungsional telah berperan vital dalam menjaga kelancaran distribusi logistik nasional selama masa perbaikan Jembatan Karanganyar, sinergi antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat kini sangat dinantikan.
Perhatian khusus melalui sinergi pembiayaan untuk pemulihan infrastruktur pasca-proyek menjadi upaya penting dalam menjaga stabilitas jalur logistik ini.
Langkah kolaboratif tersebut diharapkan dapat segera terwujud sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam memitigasi dampak pembangunan nasional.
Pemulihan jalur ini bukan sekadar perbaikan aspal, melainkan investasi nyata untuk menjamin keselamatan warga serta memastikan urat nadi ekonomi masyarakat kembali berfungsi optimal. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar