Hasil Kajian Geologi PVMBG: 70 Hektare Tanah di Desa Sampang Kecamatan Sempor Berpotensi Lebih Parah
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 5 Des 2025
- visibility 344
- comment 0 komentar

Bupati Kebumen Lilis Nuryani memberikan cenderamata kepada Ketua Tim Kajian dari Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM telah menyampaikan hasil kajian geologi terkait pergerakan tanah di Desa Sampang Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen, kepada Bupati Lilis Nuryani, Jumat 5 Desember 2025.
Hasil kajian ini menjadi dasar penentuan langkah mitigasi dan penanganan bencana oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen.
Kajian yang disampaikan oleh Ketua Tim PVMBG, Oktory Prambada, mengindikasikan bahwa pergerakan tanah di Sampang termasuk kategori rayapan tipe lambat yang tidak terjadi tiba-tiba. Namun, ia menekankan bahwa sifat pergerakan ini “lambat tapi pasti” dan potensi meluasnya sangat tinggi.
“Tanah bergerak tipe lambat itu tidak menghancurkan tiba-tiba, tapi pelan-pelan. Daya dukung tanahnya sudah tidak ada,” jelas Oktory.
Tim PVMBG mengibaratkan kondisi tanah di Desa Sampang seperti “bubur di atas mangkuk”. Terlihat padat namun jika diberi tambahan material akan perlahan amblas karena tersusun dari batuan dominan napal dan lempung serta adanya suplai air yang mudah meresap.
Dampak dan Ancaman di Depan Mata
Pergerakan tanah yang telah terjadi sejak 11 November 2025 ini telah merusak 70 hektare lahan pertanian, 6 rumah, 2 jembatan, dan menyebabkan jalan desa putus. Sebanyak 65 rumah lainnya juga terancam.
PVMBG memperingatkan bahwa dengan curah hujan yang diprediksi masih tinggi hingga Februari 2026, kondisi ini berpotensi berubah dari rayapan tipe lambat menjadi cepat, termasuk adanya potensi aliran rombakan atau yang dikenal sebagai banjir bandang jika saluran air tersumbat.
Bupati Lilis Nuryani menyampaikan terima kasih atas kajian tersebut dan meminta rekomendasi langkah selanjutnya.
Berdasarkan hasil kajian, PVMBG merekomendasikan rumah yang rusak berat dan area hunian yang sudah bergerak sebaiknya direlokasi ke tempat yang lebih aman karena mustahil membangun infrastruktur di lokasi tersebut.
Adapun lahan yang bergerak masih bisa dimanfaatkan untuk tanaman keras (bukan sawah/kolam) guna mengurangi pergerakan.
Selain itu, untuk area yang masih dipertahankan, disarankan menggunakan tipe rumah panggung yang lebih tahan terhadap gerakan tanah tipe lambat.
Termasuk melancarkan saluran air/alur sungai yang tersumbat agar tanah tidak semakin jenuh.
“Untuk warga Desa Sampang, tetap tenang namun waspada dan hati-hati mengingat curah hujan masih tinggi yang diprediksi sampai Februari 2026,” pesan Bupati Lilis.
Sementara itu Kepala Desa Sampang, Sarikun, melaporkan bahwa kebutuhan utama saat ini adalah perbaikan aliran listrik yang sering terganggu akibat pergerakan tanah.
“Pagi diperbaiki, sore sudah rusak lagi karena putus,” jelas Sarikun.
Adapun hasil rekomendasi PVMBG ini akan segera dibahas bersama warga Desa Sampang, termasuk rencana relokasi. Laporan resmi juga akan diteruskan kepada Gubernur Jawa Tengah dan BNPB. Makin Tahu Indonesia







Saat ini belum ada komentar