Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Semangat Perubahan di Gedung Gereja St. Mikael Gombong

Semangat Perubahan di Gedung Gereja St. Mikael Gombong

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Jum, 24 Des 2021
  • visibility 14.248
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Oleh: Sigit Tri Prabowo

SEJAK tahun 2016, Kawasan Perkotaan Gombong ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen sebagai kawasan prioritas program P3KP (Pelestarian dan Penataan Kota Pusaka). Sekalipun karena faktor kebijakan anggaran dari pemerintah pusat akhirnya program ini terhenti, namun momen itu menjadi salah satu titik bangkitnya perhatian publik terhadap aset-aset pusaka/heritage di kawasan Gombong.

Jika semula Benteng Van der Wijck (VdW) dipandang sebagai satu-satunya aset heritage di Gombong, saat ini orang semakin menyadari bahwa sebenarnya ada banyak aset heritage yang saling terkait dan benteng VdW sebagai pusatnya.

Salah satu aset heritage yang secara kasat mata cukup menonjol adalah gedung Gereja Katolik St. Mikael yang terletak di Jalan Gereja Gombong. Gedung ini dibangun tahun 1963 sehingga secara usia sudah masuk 58 tahun. Signifikansi secara sosial budaya pun tak perlu diragukan lagi sehingga sebenarnya layak gedung ini menyandang status situs pusaka.

Baca Juga: Ultah Pertama, Gombong Heritage Menyusuri Masjid Tua

Keberadaan Gereja St. Mikael tentu tak lepas dari terbentuknya jemaat Katolik di Gombong. Sekalipun Kota Gombong sudah mulai terbentuk sejak beroperasinya Benteng VdW pada tahun 1840-an. Misi Katolik di Gombong sendiri baru dimulai hampir 100 tahun kemudian, yaitu bersamaan dengan peresmian wilayah Jawa Tengah bagian Barat (Purworejo, Kebumen, Banyumas, Pekalongan dll) sebagai tanah Misi Kristus Raja pada tahun 1927.

Bekas Gedung Societeit
Gereja St Mikael

Interior Gereja St Mikael. (Foto: Istimewa)

Pada awal karya misi tersebut, Gombong belum memiliki gedung gereja untuk umat Katolik. Gereja yang jauh lebih tua melayani jemaat Kristen yang merupakan agama mayoritas bagi tentara Belanda masa itu. Mereka berkegiatan di gedung Indische Kerk (Gereja Hindia Belanda) yang terletak di depan rumah sakit militer, saat ini menjadi Gedung Gereja Kristen Indonesia.

Untuk memenuhi kebutuhan ibadat, akhirnya pada tahun 1928 misi membeli sebuah gedung tua bekas societeit (gedung perkumpulan) yang terbengkalai. Gedung tersebut diperbaiki dan dijadikan gedung gereja. Meski demikian kegiatan pada masa itu masih sangat terbatas, apalagi belum ada pastor tetap di Gombong. Pelayanan umat diberikan oleh pastor yang datang dari Purworejo atau Purwokerto.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sehari, Dua Warga Kebumen Meninggal Tersambar Petir

    Sehari, Dua Warga Kebumen Meninggal Tersambar Petir

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 36.460
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Dua warga Kebumen dilaporkan meninggal dunia setelah tersambar petir, Senin, 2 Maret 2020. Keduanya diketahui bernama Saimin (55) warga Desa Karangduwur, Kecamatan Petanahan dan Setianingsih (35) warga Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen. Korban Saimin tersambar petir sekitar pukul 13.30 wib saat mencari rumput untuk pakan ternak. Saat kejadian cuaca gerimis, selanjutnya korban […]

  • H Yulianto SE

    H Yulianto SE Berdayakan Masyarakat Melalui Program 1 Juta Ayam, Begini Realisasinya

    • calendar_month Sen, 3 Apr 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 3.510
    • 0Komentar

    AMBAL (KebumenUpdate.com) – Seorang pengusaha asal Desa Benerwetan, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen tergerak hatinya untuk membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan. Berbagai upaya telah dan sedang dilakukan, salah satunya melalui Program 1 Juta Ayam. Dalam tiga minggu terakhir dia sudah membentuk 20 kelompok peternak dengan jumlah anggota 10 orang di masing-masing kelompok. Artinya ada sebanyak 200 kepala […]

  • Joglo Prembun

    Tak Hanya Kuliner, Joglo Prembun Siapkan Homestay untuk Pemudik

    • calendar_month Rab, 27 Apr 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 8.033
    • 0Komentar

    PREMBUN (KebumenUpdate.com) – Geliat lebaran tahun ini begitu terasa bedanya setelah dua tahun masyarakat dibekap oleh pandemi. Kelonggaran kebijakan pemerintah terkait kegiatan mudik dipastikan akan berpengaruh pada melonjaknya jumlah para pelancong tahunan ini. Presiden Joko Widodo bahkan mempekirakan jumlah pemudik bisa mencapai angka 80 juta orang. Selain menjadi tugas pemerintah untuk menjamin proses mudik yang […]

  • Pengkab Pergatsi Kebumen

    Pengkab Pergatsi Kebumen Dilantik, Kembangkan Olahraga Gateball

    • calendar_month Sen, 4 Sep 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.651
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Kebumen masa bakti 2023-2027 resmi dilantik di Pendopo Kabumian, Minggu 3 September 2023. Pelantikan pengurus dilakukan oleh Ketua Umum KONI Kebumen HD Sriyanto SH MH MM. Hal  ini berdasarkan surat kuasa Ketua Umum Pengurus Provinsi Pergatsi Jawa Tengah Nomor : 02/S.KUASA/PERGATSI JATENG/VIII/2023 tanggal 29 […]

  • Berikut Harga Tiket On the Spot untuk Konser Ungu, Dewa 19, dan Adella

    Berikut Harga Tiket On the Spot untuk Konser Ungu, Dewa 19, dan Adella

    • calendar_month Rab, 21 Jun 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 16.366
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Setelah dua hari berturut-turut diisi dengan festival religi, gelaran Kebumen International Expo (KIE) 2023 akan kembali menghadirkan konser grup musik papan atas. Di antaranya yang akan tampil pada Rabu 21 Juni 2023 adalah Band Ungu, Dewa 19 di hari Kamis 22 Juni 2023, dan Adella di hari Jumat 23 Juni 2023. Direktur […]

  • Sinar Matahari

    Jam Berbahaya Terpapar Sinar Matahari dan Cara Lindungi Kulitmu

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 673
    • 0Komentar

    PERNAH merasa kulitmu terasa panas atau perih setelah berada di luar ruangan? Bisa jadi kamu terlalu lama terpapar sinar matahari di jam-jam “berbahaya”. Meski sinar matahari bermanfaat untuk tubuh, ada waktu tertentu di mana paparan sinarnya justru bisa merusak kulit secara serius. Yuk, cari tahu kapan waktunya dan bagaimana kamu bisa tetap aman! Simak penjelasan […]

expand_less