Kebumen Raih Sertifikat Eliminasi Malaria, Wabup Apresiasi Sinergitas Semua Pihak
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 14 Mei 2019
- visibility 3.283
- comment 0 komentar

Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH menunjukkan Sertifikat Eliminasi Malaria. (Foto: Humas Kebumen-KebumenUpdate)
DENPASAR (KebumenUpdate) – Kabupaten Kebumen mendapatkan Sertifikat Eliminasi Malaria dari Kementerian Kesehatan. Sertifikat diserahkan oleh Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek kepada Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH pada Peringatan Hari Anti Malaria Sedunia Ke-12 di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Bali, Senin (13/5/2019).
Selain Kebumen, sertifikat diterima oleh 10 kabupaten di tujuh provinsi, meliputi Aceh Barat, Bungo Jambi, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Luhu Timur, Lampung Barat, Cilacap, Toli- Toli Sulawesi Tengah.
“Saya mengapresiasi sinergitas semua pihak untuk meraih sertifikat tersebut. Tugas berat ke depan adalah mempertahankan prestasi ini,” ujar wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto usai menerima sertifikat.
Arif Sugiyanto menyampaikan, penghargaan itu tidak terlepas komitmen Pemkab Kebumen dalam menanggulangi penyakit malaria. Keberhasilan ini berkat adanya peran aktif organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, kecamatan, desa hingga masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kebumen dokter Y Rini Kristiani MKes yang turut mendampingi menambahkan, prestasi ini tidak terlepas adanya tim percepatan eliminasi malaria yang terdiri atas lintas sektor. Peran serta sejumlah OPD di Kebumen sangat terasa dalam mensukseskan program kesehatan di Kebumen.
“Adapula kebijakan pemanfaatan dana desa untuk bidang kesehatan di Kebumen selama ini,” jelasnya.
Bebas Malaria
Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan dengan kondisi jumlah penduduk yang besar dan kondisi geografis yang sulit dijangkau Indonesia berusaha bebas malaria. “Kita sudah ditegur WHO, tahun 2030 seluruhnya harus sudah eliminasi malaria. “Jika tidak ada komitmen, tidak akan mungkin (tercapai),” kata Nila Moeloek.
Nila Moeloek menambahkan, dari 34 provinsi di Indonesia, ada lima provinsi yang belum satu pun kabupaten/kotanya mencapai status eliminasi malaria, yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Untuk itu tujuh kepala daerah dari pulau Jawa dan Bali menandatangani komitmen untuk mencapai eliminasi malaria. Yakni Gubernur Bali Wayan Koster, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X dan perwakilan Pemerintah Provinsi Banten.
“Malaria sangat mengganggu kesehatan, bisa berakibat kematian, menghambat tumbuh kembang anak, mengganggu aktivitas anak, menyebabkan anemia kronis, sehingga menjadi sumber daya manusia yang tidak berdaya saing,” imbuhnya. (ndo)








Saat ini belum ada komentar