Kejar Target 25.000 Kantong Darah Setahun, PMI Kebumen Sosialisasi Donor Darah di SMK Ma’arif 2 Gombong
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 20 Jan 2022
- visibility 1.508
- comment 0 komentar

Petugas PMI Kebumen melakukan sosialisasi di SMK Ma'arif 2 Gombong. (Foto: Hari Satria Wibowo)
GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Unit Donor Darah (UDD) PMI Kebumen menggelar sosialisasi donor darah di SMK Ma’arif 2 Gombong (Madugo), Kebumen, Kamis 20 Januari 2022. Kegiatan ini untuk mengejar target UDD PMI Kebumen sebanyak 25.000 kantong darah dalam setahun.
Sosialisasi yang berlangsung di gedung lantai II dimulai pada pukul 11.00 WIB. Puluhan siswa SMK Madugo mengikuti sosialisasi tersebut dengan antusias.
Sosialisasi berisi paparan syarat, prosedur, manfaat termasuk bingkisan bagi penyumbang darah. Bingkisan untuk menarik simpati siswa agar dapat mengikuti kegiatan sosial tersebut.
Baca Juga: SMK Nawa Bhakti Kirim 7 Kwintal Beras untuk Pemulihan Dampak Semeru Melalui PMI Kebumen
Sebelum pandemi covid-19 melanda, pihak sekolah sudah rutin mengadakan donor darah bersama PMI. Menurut Pembina PMR Muhammad Kharis SPdI untuk mengaktifkan kembali kegiatan PMR Wira di era new normal ini, sekolah berharap dapat mengadakan giat rutin donor darah.
“Dahulu kami rutin mengadakan donor darah sebelum pandemi. Maka dari itu sekarang keadaan new normal anak-anak sudah bisa mulai belajar tatap muka. Saya berharap kegiatan donor darah ini dapat rutin kembali seperti dahulu kala,” jelas Kharis.
Kebutuhan Darah
Untuk memenuhi target tahun 2022 PMI Kebumen berharap dapat meningkatkan jumlah produksi kantong darah lebih banyak lagi dari tahun sebelumnya. Sebab kebutuhan kantong darah dalam sehari mencapai 80 kantong/hari.
Melalui bidang Pencari dan Pelestari Donor Darah Sukarela (P2DDS), tahun ini sasaran donor dari berbagai sektor salah satunya pelajar.
Baca Juga: Terima Laporan Pungutan Liar di Pasar Tumenggungan, Ini Kata Bupati Kebumen
Salah satu staf P2DDS PMI Kebumen Sony Priyanto Sasongko menjelaskan bahwa sosialisasi ini menjadi titik awal agar semakin banyak pendonor.
“Tahun ini harus lebih banyak lagi dari tahun sebelumnya, perluas sosialisasi untuk mendapatkan lebih banyak pendonor agar krisis donor tidak terjadi lagi,” kata Sony.







Saat ini belum ada komentar