Mendaki Itu Candu, Catatan Pendakian Merbabu Via Jalur Wekas
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 1 Jan 2022
- visibility 15.751
- comment 0 komentar

Setelah melewati pos 3, kondisi berubah dari terang ke gelap. Praktis membuat kami harus mengeluarkan senter untuk membantu perjalanan turun. Kurang lebih pukul 18.30 kami sampai di pos 2. Mengganti pakaian yang kotor dan basah, sholat, lalu acara yang dinantikan yaitu masak untuk makan malam. Sesi ini berlangsung sampai sekitar pukul 21.00, lalu setelahnya masing-masing dari kami tidur dengan sendirinya. Seperti saya yang tidur duluan dibanding peserta lain. Ngantuk dan capek.
Tengah malam terbangun karena di luar tenda hujan deras, dan saya baru ingat sepatuku masih berada di luar sana. Alamakkkk…! Tega banget Samsul ngga mau mengamankan sepatuku, sirik bener dia..)
Minggu, 12 Desember 2021
Sulkhanudin peserta yang membangunkan saya pagi itu. Segera subuhan, lalu memasak perbekalan yang masih ada. Menu pagi itu nasi liwet dan sarden. Lagi-lagi Samsul sirik banget ga mau masakin menu lainnya. Padahal dia juga tau kalo saya ga doyan sarden.
Saat sedang asyik memasak, saya dikagetkan dengan teriakan panggilan yang tidak asing. “Goog..!!!” Seketika saya celingukan mencari sumber suara. Dan ternyata Si Aan, alumni Gaspala angkatan 17 Khatulistiwa. Teman seangkatannya Rojak juragan tarub..)
Basa-basi sebentar, tanya kabar, lalu saya perkenalkan dia kepada teman-teman yang lain. Usut punya usut, ternyata Aan ini baru saja kembali mendaki setelah sekian tahun menyatakan vacuum. Kurang lebih tujuh tahunan menurut pengakuannya.
“Kok bisa ketemu An”? Tanya saya. “Iya aku weruh anggotamu nganggo kaos CAK (Pramuka Smanda) trus tek takoni, Smanda Mas? Karo Gaspala?”
Sungguh tak disangka memang. Apalagi setelah mendengar ceritanya, membuat saya menyimpulkan, bahwa sekali dua kali orang pernah naik gunung dan merasa nyaman, kemungkinan besar dia akan terus melakukannya lagi. Hanya soal waktu, kesibukan, dll yang membuat seseorang memutuskan vacuum sesaat.
Tapi saya yakin, sebenarnya di dalam jiwanya masih ingin mendaki ketika ada kesempatan. Kami memutuskan untuk turun ke basecamp bersamaan. Karena Aan melakukan pendakian solo alias sendirian. Maka dengan adanya kami, membuat dia ingin bergabung.
Sebelum meninggalkan pos 2, kami memastikan api telah padam, sampah telah terangkut, lalu berdoa bersama. Satu lagi, foto bareng. Pukul 08.15 kami melanjutkan perjalanan turun ke bscmp. Kurang lebih sampai basecamp sekitar pkl 10.00.
Lalu masing-masing sibuk dengan sendirinya. Ganti pakaian, mandi, buka ponsel, membalas pesan WA, titip absen..) dst. Lalu diputuskan akan kembali pulang ke Kebumen setelah sholat dhuhur.
Ringkasan Perjalanan:
Bascmp – Pos 1 = 2 jam
Pos 1 – Pos 2 = 2 jam
Pos 2 – pos 3 =1,45 jam
Pos 3 – Puncak Kenteng Songo = 1,45 jam
Biaya*
BBM = 40k PP
Tiket Pendakian = 30K
Parkir sepeda motor = 5k
Nasi telor + teh =12k
*Belum termasuk belanja logistik








Saat ini belum ada komentar