Mendaki Itu Candu, Catatan Pendakian Merbabu Via Jalur Wekas
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 1 Jan 2022
- visibility 15.749
- comment 0 komentar

Masing-masing sibuk dengan tugasnya; mendirikan tenda, memasak makanan, mengambil air (tersedia mata air). Sedangkan saya sendiri mendokumentasikan aktivitas mereka.
Oya, saat kami sedang mendirikan tenda, datang seekor monyet yang nampaknya sedang mencari makanan. Memang di pos 2 ini cukup sering dijumpai monyet liar. Jika kata Samsul, si monyet ini merasa berjumpa dengan sodaranya yang sekian lama ngga mengunjungi Merbabu..)
Di pos 2 ini kami tidak berlama-lama karena akan langsung summit setelah sholat dhuhur. Hanya mendirikan tenda, lalu makan siang dengan nasi bungkus yang kami bawa dari bscmp.
Berhubung Samsul, Sulkhan dan Abi tidak sarapan sewaktu masih di bscmp, maka momen ini dijadikan ajang balas dendam oleh mereka. Begitu nasi bungkus dibagikan, langsung makan dengan lahap seperti wedus bandot dipakani suket..) Graux graux graux…!
Perjalanan ke Puncak
Pukul 12.45 kami melanjutkan perjalanan ke puncak. Dengan membawa perbekalan ringkas, dan perlengkapan standar seperti senter, mantol, obat2an. Cuaca saat itu cukup membuat was-was, karena terkadang cerah, lalu berubah kabut tebal. Hal ini terjadi berulang kali. Tapi syukurlah tidak sampai turun hujan dengan intensitas deras, hanya gerimis rintik-rintik itupun terjadi saat di Puncak Kenteng Songo.
Kami sampai puncak pukul 16.30. Menghabiskan waktu sekitar 15 menit berada di puncak, mengingat rombongan kami adalah yang terakhir berada di puncak sore itu. Dan kami masih harus turun menuju ke pos 2, di mana tenda kami berdiri.
Setelah kami turun dari puncak, cuaca malah berubah cerah. Bahkan saking cerahnya membuat beberapa peserta menghentikan perjalanan turun untuk sekadar mengabadikan pemandangan sore itu. Dan saat berada di pertigaan watu tulis, nampak pos 2 di bawah sana dengan tenda para pendaki yang berwarna warni. Juga menara pemancar di jalur Kopeng.
Sedangkan G. Merapi nampak malu-malu menampakkan dirinya. Sebagian dari kami mampir ke puncak Syarif. Sedangkan saya terus turun bersama yang lain. Hanya sekitar 10 menit untuk mampir ke puncak Syarif dari pertigaan Watu Tulis.








Saat ini belum ada komentar