Mendaki Itu Candu, Catatan Pendakian Merbabu Via Jalur Wekas
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 1 Jan 2022
- visibility 15.750
- comment 0 komentar

Perjalanan ke Magelang
Kurang lebih jam 14.15 kami meluncur ke Magelang, secara konvoi beriringan melewati Sruni, Bojongsari, Poncowarno dst. Ketika melewati tanjakan desa Lerep, mata ini melirik ke kiri, sebuah halaman kecil tempat di mana pernah diadakan kegiatan diklat di situ. Kalo ingat ini jadi senyum-senyum sendiri.
Melewati jalanan yang sedikit bergelombang dan rusak di beberapa titik, membuat kami harus ekstra waspada. Tapi kondisi ini tidak berlangsung lama. Setelah masuk area waduk Pejengkolan, jalanan mulai halus. Tembus Pasar Kenayan, lalu masuk Desa Pituruh dst.
Memasuki waktu Ashar, kami sengaja berhenti di SPBU di daerah Tempuran, Magelang untuk ishoma, —tanpa makan–. Kemudian lanjut menuju basecamp.
Sampai di basecamp sekitar jam 19.00, kemudian segera mengurus administrasi di pos pendakian Jalur Wekas. Sebagi informasi, pendakian G. Merbabu sudah memakai sistem booking online. Tiap pendaki dikenakan tarif Rp 30K, ditambah parkir motor menjadi Rp 35K. Ringkasnya seperti itu.
Kami memutuskan untuk start pendakian keesokan harinya, yaitu hari Sabtu. Dengan pertimbangan baru saja melakukan perjalanan darat, kondisi fisik sedikit lelah. Keputusan ini harus dibayar dengan cara dikenai tarif tambahan alias “cash”. Karena berdasarkan booking tanggal pendakian, kami memesan untuk tgl 10 (Jumat) dan 11 (Sabtu). Yang mana seharusnya di hari Jumat tersebut kita harus sudah memulai pendakian, dengan batas waktu 2H1M.
Otomatis dengan keputusan mendaki di pagi harinya alias Sabtu, maka kemungkinan besar rombongan kami akan turun pada hari Minggu, dan itu artinya melebihi batas waktu. Tarif tambahan ini sebesar Rp 15K untuk masing-masing pendaki.
Sebelum istirahat malam, kami memesan nasi bungkus untuk dibawa esok hari. Hal ini untuk memudahkan kami ketika sampai di pos 2 atau area camp, agar tidak terlalu lama memasak makanan. Efektif dan efisien.
Sabtu, 11 Desember 2021

Bangun jam 04.00 karena kedinginan. Memang terasa dingin karena ternyata saya tidak memakai sleeping bag (SB). Dan setelah saya lihat ke samping, ada juga satu anak yang tidak memakai SB. Gembeleng banget yakin…!
Kemudian mulai membangunkan semua peserta, lalu sholat shubuh dan bersiap-siap.
Menu nasi bungkus yang kami pesan sudah siap pukul 05.30.
Diawali berdoa bersama, jam 06.15 kami memulai pendakian. Masih dengan jalur yang sama ketika pendakian 2019 dulu. Melewati setapak dengan permukaan paving blok, melintasi kebun sayur, pemukiman warga, makam, lalu mulai memasuki hutan.
Dengan jumlah peserta rombongan yang terbilang tidak begitu banyak, cukup membuat lancar perjalanan. Sesuai target kami, jam 10.00 sampai di pos 2. Tempat di mana kami akan bermalam.








Saat ini belum ada komentar