Breaking News
light_mode
Beranda » Hobby & Community » Mendaki Itu Candu, Catatan Pendakian Merbabu Via Jalur Wekas

Mendaki Itu Candu, Catatan Pendakian Merbabu Via Jalur Wekas

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sab, 1 Jan 2022
  • visibility 15.948
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Perjalanan ke Magelang 

Kurang lebih jam 14.15 kami meluncur ke Magelang, secara konvoi beriringan melewati Sruni, Bojongsari, Poncowarno dst. Ketika melewati tanjakan desa Lerep, mata ini melirik ke kiri, sebuah halaman kecil tempat di mana pernah diadakan kegiatan diklat di situ. Kalo ingat ini jadi senyum-senyum sendiri.

Melewati jalanan yang sedikit bergelombang dan rusak di beberapa titik, membuat kami harus ekstra waspada. Tapi kondisi ini tidak berlangsung lama. Setelah masuk area waduk Pejengkolan, jalanan mulai halus. Tembus Pasar Kenayan, lalu masuk Desa Pituruh dst.

Memasuki waktu Ashar, kami sengaja berhenti di SPBU di daerah Tempuran, Magelang untuk ishoma, —tanpa makan–. Kemudian lanjut menuju basecamp.

Sampai di basecamp sekitar jam 19.00, kemudian segera mengurus administrasi di pos pendakian Jalur Wekas. Sebagi informasi, pendakian G. Merbabu sudah memakai sistem booking online. Tiap pendaki dikenakan tarif Rp 30K, ditambah parkir motor menjadi Rp 35K. Ringkasnya seperti itu.

Kami memutuskan untuk start pendakian keesokan harinya, yaitu hari Sabtu. Dengan pertimbangan baru saja melakukan perjalanan darat, kondisi fisik sedikit lelah. Keputusan ini harus dibayar dengan cara dikenai tarif tambahan alias “cash”. Karena berdasarkan booking tanggal pendakian, kami memesan untuk tgl 10 (Jumat) dan 11 (Sabtu). Yang mana seharusnya di hari Jumat tersebut kita harus sudah memulai pendakian, dengan batas waktu 2H1M.

Otomatis dengan keputusan mendaki di pagi harinya alias Sabtu, maka kemungkinan besar rombongan kami akan turun pada hari Minggu, dan itu artinya melebihi batas waktu. Tarif tambahan ini sebesar Rp 15K untuk masing-masing pendaki.

Sebelum istirahat malam, kami memesan nasi bungkus untuk dibawa esok hari. Hal ini untuk memudahkan kami ketika sampai di pos 2 atau area camp, agar tidak terlalu lama memasak makanan. Efektif dan efisien.

Sabtu, 11 Desember 2021

Bangun jam 04.00 karena kedinginan. Memang terasa dingin karena ternyata saya tidak memakai sleeping bag (SB). Dan setelah saya lihat ke samping, ada juga satu anak yang tidak memakai SB. Gembeleng banget yakin…!

Kemudian mulai membangunkan semua peserta, lalu sholat shubuh dan bersiap-siap.
Menu nasi bungkus yang kami pesan sudah siap pukul 05.30.

Diawali berdoa bersama, jam 06.15 kami memulai pendakian. Masih dengan jalur yang sama ketika pendakian 2019 dulu. Melewati setapak dengan permukaan paving blok, melintasi kebun sayur, pemukiman warga, makam, lalu mulai memasuki hutan.

Dengan jumlah peserta rombongan yang terbilang tidak begitu banyak, cukup membuat lancar perjalanan. Sesuai target kami, jam 10.00 sampai di pos 2. Tempat di mana kami akan bermalam.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yoga Outdoor With Clara

    Yoga Outdoor Bareng Clara Sanki di Mexolie, Pemula Hingga Intermediate Bisa Ikut

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.444
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) –  Event Yoga Outdoor bareng Clara Sanki kembali digelar setelah sukses pada pelaksanaan pertama yang mendapat antusiasme tinggi bahkan dari peserta luar kota. Event kedua ini kembali dibuka untuk umum dan dapat diikuti oleh pemula maupun peserta yang sudah pernah berlatih yoga. Kegiatan akan dilaksanakan Minggu, 7 Desember 2025, pukul 07.00–09.00 WIB di […]

  • Kasus Penganiayaan di Karangpoh, Polisi Ingatkan Pentingnya Kepatuhan Obat dan Pengawasan ODGJ

    Kasus Penganiayaan di Karangpoh, Polisi Ingatkan Pentingnya Kepatuhan Obat dan Pengawasan ODGJ

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 466
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Warga Desa Karangpoh, Pejagoan, sempat dilanda keresahan setelah insiden penganiayaan menggunakan golok yang terjadi pada Selasa dini hari, 9 Desember 2025. Pelaku, Achmad Sapari (38), diamankan oleh aparat gabungan Polres Kebumen dan Polsek Pejagoan setelah diduga menyerang seorang warga. ​Achmad Sapari, warga Dusun Watukumpul, Desa Pakuran, Sruweng, diketahui tengah menjalani pengobatan kejiwaan. […]

  • Mantan napi yang menjadi tersangka curanmor. (Foto: Humas Polres Kebumen)

    Mantan Napi Curi Motor Temannya, Begini Ceritanya

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 6.079
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Mantan narapidana kasus penipuan sepeda motor kembali beraksi. Masalah hukum yang menjeratnya tahun 2002 di wilayah Yogyakarta ternyata masih belum membuatnya jera. Saat ini redivis berinisial HE (31) warga Desa Kalibagor Kecamatan/Kabupaten Kebumen ditangkap polisi karena diduga mencuri sepeda motor Honda Revo milik temannya yang bernama Paryanto warga Purworejo. Pencurian itu terjadi […]

  • Kebebasan Berekspresi Dibungkam, Why?

    Kebebasan Berekspresi Dibungkam, Why?

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • account_circle Abduh Hisyam
    • visibility 473
    • 0Komentar

    Mengapa kebebasan berekspresi dan berpendapat di negeri ini terus dibungkam? Karena para penguasa negeri ini takut kepada kebenaran. Penguasa yang zalim adalah mereka yang senantiasa berada dalam kegelapan. Kata zalim berasal dari bahasa Arab zulm yang berarti gelap. Sebaliknya, kebenaran adalah cahaya. Mereka yang selalu berada dalam kegelapan sangat takut pada cahaya karena cahaya akan […]

  • Bidan Wajib Miliki Skill Mumpuni Tangani Obstetri dan Neonatal Emergency

    Bidan Wajib Miliki Skill Mumpuni Tangani Obstetri dan Neonatal Emergency

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 9.102
    • 0Komentar

    Kemudian pentingnya pencegahan infeksi, pengelolaan gawat darurat jalan nifas dan pernafasan, pengelolaan gawat darurat sirkulasi. Pada hari kedua, peserta mendapatkan antara lain materi penatalaksanaan gangguan nafas dan asphyksia pada bayi baru lahir. Selain itu penyulit persalinan dan perdarahan. Pada hari ketiga materi musculoskeletal injury, CPR for adult, integrated emergency response system. Selain teori juga dilaksanakan […]

  • Penulis Muda

    Mengenal Hibban.ay, Penulis Muda dan Aktivis Literasi Asal Kebumen

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 999
    • 0Komentar

    HIBBAN.ay adalah nama pena dari Hibban Ali Yazid, seorang penulis muda berbakat asal Indonesia. Ia lahir di Purworejo, 6 Februari 2008 dan saat ini tinggal di Prembun, Kebumen, Jawa Tengah. Sejak usia remaja, Hibban.ay telah menunjukkan kecintaannya pada dunia literasi. Ia aktif menulis berbagai karya, mulai dari cerpen, puisi, hingga novel. Dedikasi dan kualitas tulisannya […]

expand_less