Bupati Kebumen Teken MoU, Bangun Shrimp Estate
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 12 Agu 2021
- visibility 1.346
- comment 0 komentar

Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH menyerahkan cinderamata. (Foto: Humas KKP)
JAKARTA (KebumenUpdate.com) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Pemkab Kebumen untuk pengembangan kawasan budidaya udang terintegrasi (shrimp estate) di wilayah tersebut. Penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) terkait pengembangan tersebut berlangsung di Jakarta, Kamis 12 Agustus 2021.
Penandatanganan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) KKP, Tb Haeru Rahayu dengan Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menyaksikan penandatanganan tersebut.
“Dengan adanya satu bentuk model ini (shrimp estate) ke depan pembangunan kawasan budidaya udang dapat terkelola secara modern dan baik. Lalu ada satu standar kualitas seperti instalasi, kualitas air, kualitas kawasan pesisirnya, di depannya (lokasi shrimp estate) harus penuh dengan hutan mangrove juga agar tidak terjadi abrasi,” ujar Menteri Trenggono dalam siaran pers di website KKP.
Baca Juga: KKP Tindaklanjuti Rencana Pembangunan “Shrimp Estate” di Pesisir Selatan Kebumen
Perjanjian kerja sama antara KKP dan Kabupaten Kebumen terkait pengembangan shrimp estate ini merupakan yang pertama di Indonesia. Langkah ini merupakan implementasi dari salah satu program prioritas KKP, yakni pengembangan perikanan budidaya untuk meningkatkan ekspor dengan dukungan riset kelautan dan perikanan. Ini sejalan dengan target peningkatan nilai ekspor udang nasional sebesar 250 persen pada 2024.
“Saya meyakini jika model ini berhasil, wilayah lain dapat menggunakan model yang sama dengan pengembangan potensi budidaya di masing-masing wilayah. Harus jadi inspirasi bahwa pembangunan bisa dihasilkan dari kolaborasi pemerintah pusat dan daerah seperti ini. Terlebih di pesisir nantinya kita bisa menurunkan tingkat kemiskinan masyarakat pesisir,” Menteri Trenggono menambahkan.
Udang Vaname
Kabupaten Kebumen memiliki potensi untuk pengembangan budidaya udang vaname melalui skema kawasan budidaya tambak udang terintegrasi. Harapannya melalui kerja sama ini, Kabupaten Kebumen menjadi pelopor budidaya udang yang modern di Indonesia dengan hasil produktivitas dan kualitas yang tinggi, karena adanya campur tangan teknologi dan perencanaan bisnis yang matang dalam pelaksanaannya.
Shrimp estate merupakan skema budidaya udang berskala besar di mana proses hulu hingga hilir berada dalam satu kawasan. Proses produksinya mendapat dukungan oleh teknologi agar hasil panen lebih optimal, mencegah penyakit, serta lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: Menteri Kelautan dan Perikanan Dorong Petambak Garam Kebumen Pasarkan Secara Digital
Hal ini sesuai dengan konsep budidaya terintegrasi yakni dengan pendekatan konsep hulu-hilir, korporasi perikanan budidaya berbasis kawasan dan zero waste, hilirisasi produk perikanan budidaya, akuakultur modern 4.0. Kemudian pengelolaan kawasan budidaya tambak udang secara terintegrasi dengan melibatkan seluruh unsur, baik pemerintah pusat dan daerah, masyarakat, dan pihak swasta.
Setelah adanya penandatanganan perjanjian kerja sama pengembangan shrimp estate di Kebumen, ground breaking rencananya dilakukan pada Desember 2021.
“Ini menjadi suatu kebanggaan bagi Kabupaten Kebumen. Kami akan berkomitmen dalam pembangunan shrimp estate ini sehingga dapat bermanfaat bagi masyatakat,” ucap Bupati Kebumen Arif Sugiyanto.
Sebagai informasi, Indonesia selama kurun waktu 2015-2020 berkontribusi terhadap pemenuhan pasar udang dunia sebesar 6,9%. Indonesia pada tahun 2019 berada di urutan kelima eksportir udang dunia. Tahun 2020 total volume udang Indonesia di pasar dunia sebesar 7,15%. (*/pdm)







Saat ini belum ada komentar