Kirab Budaya, Warga Berebut Uang Recehan Rp 10 Juta
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 28 Sep 2019
- visibility 3.695
- comment 0 komentar

Pemimpin Padepokan Sehat Medika R Suman Sri Husodo menebar uang recehan. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
KARANGANYAR (KebumenUpdate.com) – Kirab budaya yang digelar oleh Padepokan Sehat Medika (SM) Karanganyar, Kabumen Jumat (27/9/2019) siang berlangsung semarak. Ribuan warga menyambut dengan antusias kirab budaya yang dihelat dalam rangka perayaan ulang tahun padepokan yang melayani pengobatan secara spiritual tersebut.
Adapun yang dikirab adalah sejumlah pusaka padepokan, termasuk pusaka milik Pemkab Kebumen. Turut dikirab tumpeng jola-joli, serta gunungan yang berisi buah-buahan seperti nanas, jeruk, apel, salak, pisang, dan sayuran seperti terong, kacang panjang, wortel, serta hasil bumi lainnya seperti jagung dan ketimun.
Kirab dimulai pukul 13.00 wib start dari Desa Candi yang ditandai dengan pemecahan kendi air purwitosari. Air tersebut diambil dari tiga beji yakni Beji Kalisadang, Desa Clapar, Kecamatan Karanggayam, Sendangarum dan Beji tinggalan leluhur yang berada di Desa Giripurno, Kecamatan Karanganyar.
Baca Juga: Gelar Kirab Budaya, Mbah Suman Siap Tebar Recehan Rp 10 Juta
“Pemecahan kendi dilakukan mengandung makna memecahkan pikiran agar tidak berpikir sempit dan selalu berpikir dengan orientasi masa depan,” ujar Pemimpin Padepokan Sehat Medika R Suman Sri Husodo.
Yang menarik perhatian, dalam perjalanan R Suman Sri Husodo menebar uang logan di sepanjang jalur kirab. Tak tanggung-tanggung, uang recehan Rp 1.000 dan Rp 500 yang ditebar sebanyak Rp 10 juta. Uang recehan yang dikumpulkan selama tiga tahun menjadi rebutan masyarakat yang menyaksikan kirab tersebut.
“Uang tersebut merupakan sisa dari belanja sehari-hari yang dikumpulkan. Ya, untuk buang sial saja,” ujar Mbah Suman.
Kirab budaya melibatkan ratusan warga yang terdiri atas pasukan berkuda, delapan kereta kuda. Satu kereta kencana buatan Swiss tahun 1856 dari keraton Yogyakarta dinaiki oleh R Suman Sri Husodo bersama sang istri R Ngt Retno Pujiastuti.
Baca Juga: Kirab Agung Palakiyah, Pembuka Pemberdayaan Potensi Desa Watulawang
Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz dan Wakil Bupati H Arif Sugiyanto yang sedianya hadir, tidak tampak dan diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Muh Amirudin yang duduk satu kereta bersama dengan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kebumen H Adi Pandoyo.
Adapun kirab menempuh jarak sekitar lima kilometer, mengambil rute Desa Candi, Kelurahan Plarangan, Alun-alun Karanganyar, masuk Jalan Revolusi depan Pasar Karanganyar dan berakhir di Padepokan Sehat Medika II di Kelurahan Jatiluhur.
Sesampai depan Pasar Karanganyar, gunungan dan tumpeng jola-joli menjadi ajang rebutan masyarakat. Sebelumnya kirab diawal dari Padepokan Sehat Medika I di Desa Giripurno. Masih dalam rangkaian kirab, malam hari sebelum kirab digelar pentas wayang semalam suntuk di Padepokan Sehat Medika II.
Padepokan Sehat Medika merupakan padepokan yang berada di bawah Yayasan Panti Husada Masyarakat yang melayani pengobatan alternatif. Padepokan ini telah mendapatkan izin operasi dari Dinas Kesehatan Kebumen, Kejaksaan Negeri dan Kejaksaan Tinggi Jateng.
“Saya hanya berharap pemerintah dapat mempertahankan tradisi. Kirab ini misalnya bisa menjadi aset daerah,” tandasnya R Suman Sri Husada yang juga seorang dalang. (ndo)







Saat ini belum ada komentar