Breaking News
light_mode
Topik Populer
Beranda » Hobby & Community » Lintas Jalur Pendakian di Gunung Lawu saat Liburan Akhir Tahun

Lintas Jalur Pendakian di Gunung Lawu saat Liburan Akhir Tahun

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Kam, 17 Nov 2022
  • visibility 6.805
  • comment 0 komentar

Kurang lebih 30 menit waktu untuk ekstra food/ makan tambahan sebelum makan siang kami. Lalu lanjut berjalan menyusul para pendaki yang tadi melewati kami.

Ternyata acuan yang saya baca mulai meragukan. Entah si empunya catatan yang salah tulis waktu tempuh, atau rombongan kami yang berjalan terlalu pelan. Sudah 90 menit berjalan tapi belum juga menjumpai Pos 2.

Tiket pendakian. (Foto: Hari)

Berkali-kali bertanya ke pendaki yang berpapasan dengan kami. Dan jawaban mereka bahwa Pos 2 sudah dekat dengan ciri-ciri ada warungnya. Cukup menambah semangat kami untuk segera sampai di sana.

Ada Warung di Pos 2 Cemorosewu

Sampailah kami di Pos 2 pukul 10.30 WIB. Di Pos 2 ini ada warung yang berjualan makanan dan minuman seperti nasi pecel, gorengan, semangka, pisang, kopi, dan teh. Sayangnya tidak ada jus. Padahal kalau ada, saya ingin membelinya.

Saya memilih beli semangka, karena membuat ngiler. Sepertinya segar sekali dan manis. Dengan harga 3ribu rupiah untuk satu irisan semangka, yang menurut Okta dan Dira rasanya kurang manis. Coba ketika makan sambil lihat pendaki lain, pasti jadi manis.

Ada mungkin 15 menit kami di Pos 2 ini, lalu kami lanjutkan perjalanan. Dengan target ishoma di Pos 3. Untuk kondisi jalur dari Pos 2 ke Pos 3 mulai terjal, jadi lebih sering berhenti untuk mengatur nafas.

Hingga sampai di Pos 3 pukul 13.30 WIB, berbarengan dengan tim Pak Mul. Mereka mengajak makan bersama, karena tadi sewaktu di Pos 2, mereka berbaik hati memberikan 2 bungkus nasi pecelnya kepada kami.

Menurut acuan yang saya baca, waktu tempuh ke Pos 4 adalah 60 menit. Tapi saya meragukan itu. Melihat sejak dari Pos 1 ke Pos 2 tidak sesuai acuannya. Dan memang benar, kami baru sampai di Pos 4 pukul 15.30 WIB alias 120 menit. Itu berarti 2x lipat dari acuan yang saya baca.

Flashback di 2006

Pos 4 Watu Kapur, tempat yang dulu saya gunakan bermalam bersama Edi, Aris, Turyono, Azwar, dan Ryan. Pendakian pertama sebagai pengganti study tour. Masih ingat dulu di tahun 2006 sampai pos ini jam 4 pagi karena berjalan malam hari.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penemuan Busur Panah, Kujang dan Tulup Gegerkan Warga Puring, Berikut Hasil Penyelidikan Polisi

    Penemuan Busur Panah, Kujang dan Tulup Gegerkan Warga Puring, Berikut Hasil Penyelidikan Polisi

    • calendar_month Sab, 18 Jan 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 14.686
    • 0Komentar

    PURING (KebumenUpdate.com) – Warga Desa Waluyorejo, Kecamatan Puring,  Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah digegerkan oleh penemuan sejumlah senjata tradisional. Busur lengkap dengan anak panahnya, kujang, tulup, dan topeng ditemukan terbungkus rapih di karung plastik tergeletak di depan pekarangan Waliyah (45) warga desa setempat. Penemuan barang-barang itu membuat warga penasaran. Mereka pun mendatangi lokasi tempat ditemukannya benda […]

  • Longsor Majenang

    Tim SAR Gabungan Kembali Temukan 2 Korban Longsor Majenang

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 295
    • 0Komentar

    CILACAP (KebumenUpdate.com) – Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua korban pada hari ke-empat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pasca bencana tanah longsor di Desa Cibeubying Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Minggu 16 Nopember 2025. Tim juga menemukan dua bagian tubuh (body part) yang diduga kuat merupakan bagian dari korban yang masih tertimbun dalam bencana tanah longsor […]

  • Warga menggendong bayi yang ditemukan di dalam tas. (Foto: Polsek Klirong)

    Tas Berisi Bayi Gegerkan Warga Desa Tanggulangin

    • calendar_month Sen, 13 Jul 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 7.400
    • 0Komentar

    KLIRONG (KebumenUpdate.com) – Hari masih pagi buta, warga Dukuh Entak, Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong, Kebumen geger. Kegemparan warga dipicu oleh penemuan tas berisi bayi yang masih merah. Tas berisi anak manusia itu tergeletak di pinggir jalan persisnya depan warung kopi di Jalur Lintas Selatan-selatan (JLSS), Senin 13 Juli 2020 sekira pukul 05.30 wib. Sesosok bayi […]

  • Asam Lambung

    Terungkap! Makanan & Minuman Pemicu Asam Lambung yang Sering Tak Disadari

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 366
    • 0Komentar

    BAGI sebagian orang, serangan asam lambung datang tanpa diduga. Padahal, seringkali pemicunya adalah makanan dan minuman sehari-hari yang mungkin tak kita sadari memiliki efek buruk bagi lambung. Mengenali “biang keladinya” ini adalah langkah awal untuk hidup lebih nyaman. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kota Bangkalan pafipckotabangkalan.org memberikan penjelasan beberapa makanan dan minuman pemicu asam lambung […]

  • Sosialisasi Tahapan Pemilu 2024, KPU Kebumen Adakan Media Gathering

    Sosialisasi Tahapan Pemilu 2024, KPU Kebumen Adakan Media Gathering

    • calendar_month Sel, 4 Okt 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.680
    • 0Komentar

    Di hari pertama kegiatan media gathering, acara inti yaitu paparan dan sesi tanya jawab baik dari pihak KPU maupun media berlangsung malam hari mulai pukul 19.30-22.00 wib. Pada sesi ini, Ketua KPU Kabupaten Kebumen, Yulianto, menginformasikan kepada seluruh peserta bahwa pemilih di Kabupaten Kebumen dari daftar pemilih berkelanjutan sudah mencapai 50%. Baca juga: KPU Kebumen Gelar […]

  • Dijanjikan PNS, Empat Warga Pesuningan Tertipu Ratusan Juta. Pelakunya Ternyata…

    Dijanjikan PNS, Empat Warga Pesuningan Tertipu Ratusan Juta. Pelakunya Ternyata…

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 8.064
    • 0Komentar

    Sang istri juga tidak tahu jika suaminya bukan seorang pegawai negeri di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Tahu, setelah kasus ini dibongkar,” kata AKBP Robertho Pardede. Untuk mengelabuhi istrinya, setiap pagi tersangka berpamitan pergi dengan seragam. Setelah jauh dari rumah seragam itu dilepas dan dia menjadi buruh serabutan. Uang hasil bekerja serabutan itu dia kumpulkan […]

expand_less