Pendakian Gunung di Musim Hujan, Waspadalah!

Meskipun saya cukup sering melakukan pendakian gunung, namun baru kali ini mengalami kejadian yang mungkin akan menjadi pengalaman berharga dan selalu diingat. Setidaknya menurut versi saya sendiri dan semua peserta yang tergabung dalam rombongan. Ini kisahnya.

Dalam empat tahun terakhir, di penghujung tahun hampir selalu saya isi dengan mendaki gunung. Tahun 2019 ke Lawu, 2020 Sindoro, 2021 Merbabu, dan menjelang akhir tahun 2022 kali ini saya berkesempatan mengunjungi Merbabu kembali.

Bacaan Lainnya

Total ada 28 peserta yang masuk dalam rombongan pendakian ke Gunung Merbabu lewat jalur Wekas. Beberapa nama sudah cukup sering menemani kisah perjalanan saya ketika naik gunung, sebagian lainnya merupakan nama-nama baru.

Sejak awal sebelum keberangkatan, rombongan kami sempat dibuat cemas dengan sistem baru di pendakian Gunung Merbabu. Di mana mulai tanggal 12 Desember 2022, calon pendaki diharuskan membuat akun untuk mendapatkan kode pendaki.

Baca juga: Pendakian Gunung Sindoro via Jalur Tambi/Sigedang

Dalam proses tersebut, salah satu syarat yang membuat kami kerepotan adalah lampiran identitas yang diberikan hanya KTP atau SIM. Praktis rombongan kami yang beberapa di antaranya masih di bawah 17 tahun, belum memiliki KTP.

Gunung Merbabu dari kejauhan. (Foto: Hari)

Mencoba bertanya ke admin Taman Nasional Gunung Merbabu, namun jawabannya tidak memberikan solusi. Beruntung sekali semua peserta akhirnya lolos verifikasi setelah menggunakan ide dan tak-tik jitu.

Waktu yang disepakati untuk mendaki yakni 24-26 Desember 2022, dengan pemberangkatan peserta menjadi 2 regu: naik motor dan bus.

Menjelang hari H, saya berusaha memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada peserta. Hal ini karena sebagian besar peserta baru akan melakukan pendakian perdananya. Praktis membutuhkan persiapan dan perencanaan yang matang.

H-1 pendakian, beberapa peserta melakukan ceklist perlengkapan, packing, sekaligus menyewa alat yang masih belum dimiliki untuk melakukan pendakian, seperti tenda, ransel, sleeping bag.

Cuaca yang seminggu sebelumnya cerah, menjelang hari H menjadi sering turun hujan dengan intensitas cukup lebat disertai angin. Merujuk pada akun BMKG, memang sudah terpampang informasi akan adanya cuaca ekstrem menjelang libur akhir tahun.

Namun semua peserta termasuk saya sendiri tetap pada rencana. Tentunya dengan izin orang tua dan persiapan yang bisa dikatakan cukup matang.

Pos terkait