Pendakian Gunung di Musim Hujan, Waspadalah!
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 26 Des 2022
- visibility 5.049
- comment 0 komentar

Minggu, 25 Desember 2022
Dengan rencana summit pukul 4.00 WIB, beberapa penghuni tenda sebelah mulai menunjukkan aktivitasnya sejak pukul 3.00 WIB. Seperti halnya berteriak membangunkan warga untuk makan sahur, namun kali ini mereka berteriak dengan maksud summit.
Setelah mengecek kondisi di luar yang nampak kabut tebal, maka saya urungkan niat untuk summit pagi itu. Tentunya mereka yang telah lebih dulu bangun juga berpikiran sama dengan saya.
Sambil berkomunikasi dari dalam tenda dengan sedikit berteriak, mereka pun sepakat bahwa summit diundur sampai kondisi aman.
Namun yang ditunggu bukannya membaik, malah main memburuk. Hujan rintik mulai turun disertai angin kencang. Lebih parah dari hari sebelumnya. Yang semula sebagian dari kami sedang memasak di luar tenda, maka segera mengamankan diri.
Baca juga:Apa Alasan dari Hobi Mendaki Gunung?
Sebenarnya cuaca sempat membaik, dengan terlihatnya punggungan bukit di sisi timur yang merupakan jalur pendakian dari basecamp Thekelan. Namun hanya sekejap, cuaca kembali tidak bersahabat.
Kondisi yang bisa dibilang bencana bagi kami dimulai pada pukul 8.00 WIB. Hujan disertai angin kencang mulai datang. Seakan tidak ada hentinya. Sementara beberapa tenda sudah mulai goyah karena pasak dan guyline mulai lepas.
Dalam kondisi demikian, berpikir logis dan realistis bahwa kondisi seperti ini sangat tidak aman. Meskipun sempat terpikirkan untuk bertahan dalam kondisi badai ini, namun jika diteruskan entah seperti apa jadinya.

Kondisi Pos 2 saat badai menerjang. (Foto: Hari)
Maka segera inisiatif keluar tenda dan mengamankan beberapa tenda lain yang mulai terbang. Dibantu beberapa peserta yang lain, evakuasi darurat dimulai.
Tenda yang sedang dibereskan oleh sebagian peserta pria, penghuninya kami ungsikan ke gazebo. Meskipun di gazebo mereka juga merasakan tiupan angin kencang yang bisa membuat hypothermia.
Dalam kondisi carut marut atau menurut salah satu peserta dari kami menyebutnya evakuasi brutal, semua berusaha bergerak cepat. Namun terkendala dengan banyaknya isi tenda yang belum ter-packing.







Saat ini belum ada komentar