Pendakian Gunung di Musim Hujan, Waspadalah!
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 26 Des 2022
- visibility 5.051
- comment 0 komentar

Hari H, 24 Desember 2022
Pagi pukul 7.00 WIB kami sepakat berkumpul di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di pusat kota untuk mengawali perjalanan menuju Magelang.
Beberapa kerabat maupun orang tua dari beberapa peserta nampak mengantar keberangkatan putra-putrinya. Saya sendiri menyempatkan diri untuk mengobrol dengan orang tua mereka sekaligus menjelaskan rencana perjalanan.
“Titip anak saya ya mas, semoga pendakinya aman dan lancar,” ucap salah satu orang tua dari peserta. Secara tidak langsung, keselamatan peserta menjadi tanggungjawab saya meskipun ini bukan yang pertama kalinya.
Namun mengingat kegiatan ini diikuti peserta dengan jumlah terbanyak sepanjang saya melakukan pendakian, cukup menjadikan beban pikiran. Mungkin ini salah satunya mengapa uban makin banyak bermunculan di kepala.
Baca juga:Merbabu Jalur Suwanting: View-nya Amazing, Jalurnya Bikin Sinting
Pukul 8.00 WIB kami yang berjumlah 18 orang berangkat menuju Magelang setelah sebelumnya berdoa bersama. Sementara 8 orang lainnya yang menggunakan sepeda motor telah berangkat terlebih dahulu. Beberapa menyusul belakangan.
Kurang lebih selama 3 jam perjalanan kami tempuh, sampailah kami di titik pemberhentian. Oiya, kami memesan mini bus dengan tarif 800ribu rupiah untuk sekali antar. Cukup murah dibandingkan dengan naik bus secara ketengan atau estafet.

Jalur pendakian Merbabu via Wekas. (Foto: Hari)
Perjalanan selanjutnya menuju basecamp Wekas, kami pilih dengan memesan jasa angkutan mobil bak terbuka dengan tarif 10ribu/orang. Cukup sebanding dengan jarak yang yang ditempuh dan medan yang dilalui berupa tanjakan terjal.
Sesampainya di basecamp, segera kami urus proses check–in pendaki dan melanjutkan dengan ishoma mengingat waktu menunjukkan pukul 12.30 WIB. Hanya ada 2 rombongan pendaki waktu itu, yang menandakan sepertinya akan sepi pada jalur pendakian.
Pukul 14.10 WIB kami memulai pendakian secara serentak dengan terlebih dahulu berdoa bersama di depan pos TPR pendakian. Sayang sekali saya tidak sempat mendokumentasikan momen saat awal mendaki baik saat di basecamp atau memulai perjalanan.







Saat ini belum ada komentar