Begini Cara Dirut BPJS Kesehatan Atasi Tantangan Program JKN-KIS
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 17 Jul 2019
- visibility 4.513
- comment 0 komentar

Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris (kiri) menghadiri International Health Economics Assosiation (IHEA) Congress, di Basel Swiss. (Foto: Istimewa-KebumenUpdate)
BASEL, SWISS (KebumenUpdate) – Salah satu tantangan dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) saat ini adalah bagaimana menyelaraskan antara anggaran (biaya) yang terbatas dengan tingginya angka pemberian pelayanan kesehatan.
Menurut Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, pengembangan model dan sistem pembiayaan menjadi salah satu alternatif mengatasi tantangan tersebut. Saat ini metode pembiayaan yang digunakan dengan kapitasi dan INA CBG’s dikembangkan ke model pembiayaan yang lebih efektif.
“BPJS Kesehatan diharapkan dapat lebih agile dan memiliki posisi tawar sebagai active strategic purchaser (belanja strategis),” ujar Fachmi Idris saat memberikan paparan dalam International Health Economics Assosiation (IHEA) Congress, di Basel Swiss, Selasa (16/7/2019).
BACA JUGA: BPJS Kesehatan Berhasil Terapkan Good Governance
Melalui siaran pers yang diterima KebumenUpdate, Fachmi Idris menerangkan bahwa BPJS Kesehatan, sedang melakukan improvement model dan sistem pembiayaan. Di antaranya Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan (KBKP), hospital-value base, dan global budget. KBKP adalah sistem pembayaran kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) berdasarkan pemenuhan atau pencapaian empat indikator yang diterapkan sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan peserta di FKTP.
“Adapun keempat indikator tersebut adalah angka kontak, rasio rujukan rawat jalan kasus non spesialistik, rasio peserta prolanis rutin berkunjung ke FKTP,” katanya.








Saat ini belum ada komentar