Begini Cara Dirut BPJS Kesehatan Atasi Tantangan Program JKN-KIS
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 17 Jul 2019
- visibility 4.514
- comment 0 komentar

Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris (kiri) menghadiri International Health Economics Assosiation (IHEA) Congress, di Basel Swiss. (Foto: Istimewa-KebumenUpdate)
Untuk metode hospital-value base sistem pembayaran yang dinilai menggunakan indikator value yang mewakili kebutuhan pasien, pembayar, rumah sakit dan regulator. Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dengan value yang baik dapat memperoleh insentif sedangkan jika memperoleh value yang tidak baik akan memperoleh disinsentif.
BACA JUGA: Jajaran Direksi BPJS Kesehatan Turun Kampung Sosialisasikan JKN-KIS
Sedangkan, metode global budget adalah cara pembayaran klaim ke rumah sakit berdasarkan kepada anggaran yang dihitung secara keseluruhan. Proses administrasinya pun terbilang mudah sehingga dapat meningkatkan kemampuan rumah sakit untuk membuat keputusan yang rasional dalam memaksimalkan sumber daya yang tersedia. Selain itu, ada semacam fleksibilitas bagi rumah sakit untuk melakukan realokasi biaya pelayanan kesehatan sesuai dengan prioritas kebutuhannya.
“Pengembangan model dan sistem pembiayaan fasilitas kesehatan juga merupakan bagian upaya implementasi strategi bauran kebijakan pengendalian defisit JKN. Namun, Untuk mengimplementasikannya memerlukan regulasi pendukung,” kata Fachmi.
Dalam kongres tersebut, hadir sejumlah pakar dan pemerhati pembiayaan kesehatan dari universitas dan institusi dunia, seperti Profesor Peter Bermann, pemerhati ekonomi kesehatan dari Harvard University. Sedangkan dari Indonesia tampak Profesor Budi Hidayat, Profesor Hasbullah Tabrany, dan Dr Pratiwi Soewondo. (ndo)








Saat ini belum ada komentar