Dari Iseng Jadi Omzet, Keripik Talas “Chunill” Rambah Pasar Keresidenan Banyumas
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sen, 2 Jun 2025
- visibility 925
- comment 0 komentar

KUWARASAN (KebumenUpdate.com) – Siapa sangka, berawal dari iseng mengolah hasil kebun, Andy Sukris Hantoro (31) kini menjelma menjadi pengusaha keripik talas sukses.
Warga Dukuh Karangtepung RT 03 RW 06 Desa Lemahduwur Kecamatan Kuwarasan ini berhasil membawa produknya, Keripik Talas Chunill, menembus pasar di berbagai wilayah seperti Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, hingga Purworejo.
Usaha yang dirintis sejak tahun 2022 ini bermula dari kebingungan Andy dan istrinya, Sari Yunianti, melihat melimpahnya talas di sekitar rumah.
“Awalnya ya karena banyak talas mau dibikin olahan apa ya, iseng-iseng sama istri dibikin keripik terus dijual ternyata laku, akhirnya kita tekuni sampai sekarang,” jelas Andy, Senin 2 Juni 2025.
Produksi Dua Kuintal per Hari dan Pemberdayaan Tetangga
Bersama sang istri, Andy setiap harinya memproduksi sekitar dua kuintal talas segar yang diolah menjadi keripik renyah.
Tak hanya fokus pada produksi, Andy juga menunjukkan jiwa sosialnya dengan memberdayakan ibu-ibu di lingkungan sekitar untuk membantu proses pengupasan talas.
Langkah ini tak hanya mempercepat produksi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi tetangga.
“Ya sama istri bareng, produksi dan memasarkan. Kalau untuk mengupasnya kita ajak ibu-ibu sekitar rumah untuk bantu-bantu,” imbuhnya.
Sensasi Gurih Renyah “Chunill” dengan Dua Varian Rasa
Keripik Talas Chunill dikemas dalam ukuran 200 gram dan dibanderol dengan harga Rp12.000 per bungkus. Untuk memanjakan lidah konsumen, tersedia dua varian rasa yang digemari: original yang gurih alami dan balado yang pedas manis.
“Untuk saat ini kita buat yang original sama rasa balado,” ujar Andy.
Keripik ini menawarkan cita rasa gurih dan renyah yang khas, cocok untuk camilan di segala suasana.
Perjalanan Penuh Ketekunan: Dari Nol Hingga Bersertifikasi Halal
Perjalanan Andy memperkenalkan produknya tidaklah mudah. Ia mengakui, penjualan di awal-awal sangat minim. Namun, berkat kegigihan dan semangat pantang menyerah, Andy terus berinovasi.
Ia aktif mengikuti berbagai pelatihan kewirausahaan dan berhasil mendapatkan sertifikasi halal, yang turut meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas jangkauan pasar.
“Awal penjualan masih sangat sedikit dan tidak mudah saya memperkenalkan usaha Keripik Talas ini kepada semua orang. Kuncinya sabar, tekun, dan pantang menyerah,” bebernya.
Dengan semangat kewirausahaan dan kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat, Andy berharap usahanya dapat terus berkembang pesat, tidak hanya di Keresidenan Banyumas, tetapi juga merambah pasar yang lebih luas.
Kisah Andy Sukris Hantoro menjadi bukti nyata bahwa ketekunan dan inovasi dapat mengubah sebuah ide sederhana menjadi usaha yang berdampak positif bagi banyak orang.







Saat ini belum ada komentar