Lintas Jalur Pendakian di Gunung Lawu saat Liburan Akhir Tahun
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 17 Nov 2022
- visibility 6.813
- comment 0 komentar

Setelahnya saya langsung diberi antangin yang cukup membantu pemulihan. Lalu saya melanjutkan istirahat di dalam tenda. Sementara yang lain asyik memasak dan makan malam.
Sekitar pukul 20.00 WIB merasa agak mendingan, saya keluar tenda. Sementara Okta, Dira, dan Gun gantian masuk tenda. Saya memilih duduk lalu rebahan di luar tenda, beratapkan flysheet, karena memang kapasitas tenda yang saya bawa hanya untuk 3 orang.

Lokasi tenda cukup jauh dari Warung Mbok Yem. (Foto: Hari)
Sempat diajak bergabung ke tenda tim Surabaya tapi saya tolak. Karena memang rencana awalnya –tanpa skenario bertemu tim lain– saya tidur di luar tenda. Jadilah saya tidur di luar tenda dengan jaket dan sleeping bag beralaskan matras alumunium foil.
Menjelang malam, suara mulai hening. Hanya terdengar suara di kejauhan, sepertinya di Warung Mbok Yem. Suara gitar, lagu-lagu Iwan Fals tidak asing buat saya. Sama seperti lagu saat di basecamp kemarin.
Selasa, 24 Desember 2019
Terbangun jam 3 pagi lalu cek ke luar tenda. Cuaca sangat cerah. Terlihat lampu-lampu kota dari lokasi kami bermalam. Pemandangan yang sangat indah. Seperti kumpulan bintang di bawah sana. Hanya sebentar, karena angin bertiup yang membuat saya segera menutup flysheet.
Dan Mas Zaenal pun terbangun, keluar tenda. Memasak air hangat. Membuatkan saya jahe. Disusul Mas Bagus. Tiga orang pertama yang terbangun pagi itu.
Lalu membahas rencana summit attack (perjalanan ke puncak) yang tadinya saya rencanakan tidak ikut ke puncak –saat semalam masih drop– tapi pagi itu saya putuskan ikut summit.
Tentunya untuk menemani ketiga adik-adik: Gun, Okta, Dira. Ada rasa tidak tega kalau mereka sampai puncak tetapi saya tidak ikut. Juga saya sendiri yang berniat mengunjungi gunung ini, untuk mengulang pendakian pada 2006 silam.
Kami summit attack tanpa sarapan, hanya menyeduh jahe hangat. Mengingat untuk summit hanya 30 menit dari lokasi camp kami. Mas Zaenal membawa teh hangat yang dimasukkan ke botol minumnya. Saya sendiri hanya membawa hp, dompet, kupluk, dan jaket.







Saat ini belum ada komentar