Lintas Jalur Pendakian di Gunung Lawu saat Liburan Akhir Tahun
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 17 Nov 2022
- visibility 6.806
- comment 0 komentar

Kami tidak berlama-lama di sini, mengingat kami harus segera sampai di pos 5 atau Sendang Drajat sebelum gelap. Selepas Pos 4, jalur sudah bersahabat. Dengan banyaknya bonus alias trek datar, malah kadang turunan.
Sampai di Pos 5 Jolotundo, ada 2 tenda pendaki dan sebuah warung yang buka. Tapi kami lanjut ke Sendang Drajat untuk mengisi air di sana.

Jalan setapak Jalur Cemorosewu. (Foto: Hari)
Sendang Drajat, pos yang terdapat mata air dan dikeramatkan. Terdapat juga warung di sini. Bahkan pemilik warung yang masih anak kecil juga punya hewan peliharaan: ayam dan kucing pada ketinggian 3000 MDPL.
Setelah mengisi air di beberapa botol, kami melanjutkan ke sekitaran Warung Mbok Yem agar esok hari untuk summit attack tidak terlalu jauh.
Mencari lokasi camp yang kosong di sekitar Warung Mbok Yem cukup sulit, karena banyak pendaki yang mengincar spot ini. Dan beruntung, kami menemukan lokasi bermalam untuk 3 tenda. Tim Pak Mul, tim Surabaya (bertemu di pos 4 dan selalu bersama), juga kami sendiri.
Sebelum gelap datang, tenda sudah berdiri. Dan saat inilah saya mulai merasakan tidak enak badan. Semacam pusing, mual, kembung.
Rasa-rasanya gejala AMS (acute mountain sickness). Atau dehidrasi ringan seperti kejadian saat saya ikut PDW 2016 yang membuat saya mundur. Entahlah, yang jelas saya memilih tiduran di dalam tenda, lengkap dengan jaket dan sleeping bag.
Sementara Okta, Dira, dan Gun duduk di depan tenda sambil bantu memasak tim Pak Mul. Kami di sini memasak bersama, tiga tenda dihadapkan jadi satu dan melingkar.
Saya yang di dalam tenda mulai merasa gejala makin parah, rasa mual makin terasa, dan segera lari keluar tenda. Lalu muntah-muntah.







Saat ini belum ada komentar