Lintas Jalur Pendakian di Gunung Lawu saat Liburan Akhir Tahun
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 17 Nov 2022
- visibility 6.811
- comment 0 komentar

Lima belas menit berlalu, kami mulai mendekati puncak. Disertai munculnya matahari di belakang kami.
Saat berhenti untuk mengatur nafas, Dira dan Okta nampak kelelahan. Dengan menjawab karena belum sarapan. Memang untuk summit alangkah baiknya bila kita menyiapkan tenaga yang cukup dengan makan terlebih dahulu.
Untuk saya sendiri karena tidak terbiasa sarapan, jadi tidak begitu mengganggu. Juga karena jarak ke puncak yang menurut saya cukup dekat.

Foto bersama di Puncak Lawu, Hargodumilah. (Foto: istimewa)
Sementara tim Pak Mul sudah berjalan meninggalkan kami, karena saya persilakan duluan daripada menunggu kami berempat. Dengan terus memberi support ke Dira dan Okta, bahwa puncak sebentar lagi, kami perlahan berjalan.
Akhirnya kami berempat –Gun, Okta, Dira, dan saya sendiri– sampai di Puncak Gunung Lawu yang diberi nama Hargodumilah menyusul tim Pak Mul dan Surabaya yang sudah lebih dulu sampai.
Banyak pendaki di sini dengan aktivitas foto dan ngobrol ringannya. Tentu yang paling ditunggu adalah foto di tugu puncaknya. Bahkan rela sampai antri.
Pada 2006 di mana saya pertama kali ke sini, tugu tersebut belum dibangun. Masih berupa gundukan batu-batu dengan plakat tertulis Puncak Lawu Hargodumilah 3265 MDPL.
Tidak lama kami di puncak karena lokasinya yang sempit. Tentunya untuk bergantian dengan pendaki lain. Kita pun harus memahami bahwa mereka yang datang belakangan juga ingin berfoto di sini.
Turun dari puncak, lalu memasak sarapan. Masak besar, karena setelah ini kami tinggal turun. Kami yang berencana turun lewat jalur Cemorokandang juga harus bersiap-siap lebih awal. Terlebih sudah pesan tiket Kereta Prameks untuk pulang ke Kebumen.







Saat ini belum ada komentar