Lintas Jalur Pendakian di Gunung Lawu saat Liburan Akhir Tahun
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 17 Nov 2022
- visibility 6.807
- comment 0 komentar

Lepas makan malam, kami bersiap istirahat untuk memulihkan tenaga setelah hampir seharian menempuh perjalanan darat. Sayangnya, rencana istirahat kami cukup terganggu oleh suara-suara obrolan, candaan, dan gitaran para penjaga basecamp Gunung Lawu.
Saya pribadi cukup maklum karena mereka memang harus standby 24 jam jika sewaktu-waktu ada info darurat mengenai Gunung Lawu khususnya para pendaki ataupun kejadian alam. Sepertinya pukul 1.00 dini hari baru mulai reda obrolan mereka.

Kendaraan milik pendaki parkir di halaman basecamp. (Foto: Hari)
Berkali-kali saya terbangun karena menggigil kedinginan. Tidur tanpa jaket, apalagi sleeping bag. Karena malas bongkar ransel, juga untuk membiasakan tubuh dengan suhu sekitar. Yang pada akhirnya berefek buruk bagi saya.
Senin, 23 Desember 2019
Bangun jam 4 pagi. Cek hp, balas pesan satu per satu, lalu pasang story tentang pendaki yang hilang sejak Januari 2019 lewat jalur Candi Cetho –yang sampai sekarang belum ditemukan juga– lalu persiapan Salat Subuh.
Azan yang ditunggu tidak kunjung terdengar. Ternyata memang tidak ada yang azan. Akhirnya Salat Subuh dengan beberapa pendaki lain yang istirahat di teras masjid. Mungkin mereka tidak kebagian tempat.
Pagi itu saat kami memasak sarapan, banyak pendaki yang baru datang. Sepertinya malam hari dan mereka belum registrasi. Terlihat mereka duduk-duduk di gerbang pendakian.
Beruntung sekali kemarin sore kami langsung registrasi, walau masih bermalam alias tidak langsung memulai pendakian. Jadi paginya kami bisa melanjutkan perjalanan tanpa harus antri.







Saat ini belum ada komentar