Kebumen Ajukan Hibah Infrastruktur ke BNPB, Fokus Jembatan dan Antisipasi El Nino
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Rab, 25 Mar 2026
- visibility 417
- comment 0 komentar

KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten Kebumen menerima kunjungan audiensi Tenaga Ahli Kepala BNPB Eni Supartini MM beserta jajaran Biro Perencanaan BNPB di Rumah Dinas Wakil Bupati, Rabu 25 Maret 2026. Pertemuan ini membahas percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana melalui skema dana hibah serta penguatan mitigasi menghadapi El Nino tahun 2026.
Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah, yang didampingi oleh Kepala Pelaksana BPBD, Kepala DPUPR, dan Kepala BPKPD, menyambut baik koordinasi ini.
Fokus utama pembahasan meliputi pengajuan hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR), langkah antisipasi fenomena El Nino, serta rencana relokasi bagi warga yang terdampak bencana tanah bergerak.
Proyeksi Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi
Terkait usulan hibah RR, pihak BNPB memberikan catatan bahwa anggaran tahun 2026 akan diprioritaskan untuk pemulihan infrastruktur di wilayah Sumatera. Meski demikian, usulan Kabupaten Kebumen diproyeksikan akan diakomodasi pada tahun anggaran 2027.
“Kami menindaklanjuti beberapa agenda yang disiapkan Pemkab Kebumen, khususnya pengajuan hibah rehabilitasi-rekonstruksi. Di BPBD sudah terdata sekitar empat jembatan yang diusulkan. Selain itu, kami menekankan penguatan pengurangan risiko bencana, baik menghadapi potensi tsunami megathrust maupun dampak El Nino,” ujar Eni Supartini.
Antisipasi Kemarau Panjang dan El Nino
Kepala Pelaksana BPBD Kebumen, Udy Cahyono, menyatakan bahwa pihaknya tengah mematangkan administrasi pengusulan hibah ke Kementerian Keuangan melalui BNPB yang diharapkan mulai berproses pada April mendatang.
Di sisi lain, kewaspadaan terhadap musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal dan berlangsung hingga September 2026 menjadi prioritas jangka pendek.
“Untuk antisipasi El Nino, peralatan sudah kami siapkan. Anggaran dropping air bersih akan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak masyarakat. Saat ini, lebih dari 20 unit tandon air (toren) milik BPBD telah dipinjamkan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan,” jelas Udy.
Penguatan Rencana Kontinjensi
Selain ketersediaan air bersih, pemerintah daerah juga fokus pada penanganan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemetaan titik potensi api menjadi bagian dari rencana kontinjensi yang perlu disusun.
Wakil Bupati Zaeni Miftah menegaskan pentingnya langkah cepat sebelum bencana terjadi.
“Langkah preventif kita harus lebih kuat. Rencana kontinjensi ini penting untuk memastikan semua dinas terkait, mulai dari BPBD hingga Pemadam Kebakaran, memiliki kesiapan yang matang,” tegasnya. Makin Tahu Indonesia









Saat ini belum ada komentar