Di Kebumen, Menteri Sosial Gus Ipul Tegaskan Seleksi Sekolah Rakyat Tanpa Titipan: Fokus pada Desil 1 dan 2
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sab, 14 Feb 2026
- visibility 551
- comment 0 komentar

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) foto bersama di Sekolah Rakyat Kebumen. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat (SR) Kebumen, Sabtu 14 Februari 2026.
Kedatangan Mensos disambut meriah dengan berbagai unjuk talenta dari para murid, mulai dari seni tari, pencak silat, teatrikal, hingga pidato dalam tiga bahasa, yakni Inggris, Arab, dan Jepang.
Penampilan tersebut menjadi bukti nyata adanya perubahan karakter dan peningkatan kepercayaan diri siswa setelah empat bulan menjalani pendidikan intensif di asrama.
Suasana berubah menjadi penuh haru saat murid Sekolah Rakyat membawakan lagu Haddad Alwi “Ibu”. Penampilan yang menyentuh hati tersebut sukses membuat mayoritas tamu undangan meneteskan air mata.
Tidak hanya para siswa, petugas PKH yang bertugas sebagai wali asuh dan wali asrama turut memberikan persembahan spesial. Mereka membawakan lagu-lagu nasional/daerah sebagai simbol dedikasi dalam membimbing anak-anak dari keluarga yang paling membutuhkan tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Kebumen Lilis Nuryani melaporkan bahwa angka kemiskinan di wilayahnya yang mencakup 26 kecamatan dan 460 desa berhasil turun dari 15,71 persen pada 2024 menjadi 13,58 persen pada 2025. Sebanyak 685.945 warga kini juga telah terjamin melalui KIS PBI.
“Sekolah Rakyat Terintegrasi 44 ini adalah rumah bagi 100 anak pilihan. Kami telah menyiapkan lahan di Desa Nogoraji, Kecamatan Buayan untuk membangun sekolah permanen yang dilengkapi asrama, laboratorium, hingga fasilitas olahraga,” ungkap Bupati Lilis.
Sementara itu dalam dialognya, Mensos Gus Ipul menekankan bahwa Sekolah Rakyat adalah gagasan Presiden Prabowo untuk memuliakan “the invisible people”, masyarakat miskin yang selama ini tak tampak dalam arus pembangunan.
“Kuncinya tiga. Memuliakan wong cilik, memungkinkan yang tidak mungkin, dan menjangkau yang tidak terjangkau. Tidak boleh ada titipan, siswa harus murni dari Desil 1 dan 2 DTSEN,” tegas Mensos.
Momen menyentuh juga terasa saat Mensos memanggil Anang Irawan, siswa yatim yang bercita-cita menjadi nelayan dan sangat mencintai matematika.
Gus Ipul juga berdialog dengan Sugiono (orang tua dari salah satu murid) seorang pemanjat kelapa berpenghasilan Rp75.000 sehari. Sugiono mengaku ini adalah kali pertama seumur hidupnya naik ke panggung dan memegang mikrofon, menyatakan rasa bangganya atas perubahan perilaku putrinya, Rahma, yang kini jauh lebih disiplin dan rajin membantu orang tua.
Secara teknis, Sekolah Rakyat ini menerapkan standar tinggi dengan dukungan Tes DNA Talent dan medical record untuk memetakan bakat siswa secara akurat. Data menunjukkan 21% siswa berbakat di bidang teknik dan 16% di bidang kesehatan.
Selain itu, pembelajaran dilakukan berbasis teknologi menggunakan Learning Management System (LMS), di mana setiap siswa dan guru dibekali laptop serta papan tulis digital.
Kemensos juga telah melakukan MoU dengan Kementerian Pendidikan Tinggi untuk memastikan 74% siswa SMA Sekolah Rakyat dapat melanjutkan kuliah, sementara sisanya diarahkan menjadi pekerja terampil melalui pelatihan bahasa Jepang, Mandarin, dan Arab.
“Kami ingin lulusan sekolah ini tidak menganggur, tapi naik kelas dan mandiri,” pungkas Mensos.
Hadir mendampingi Mensos antara lain Staf Khusus Faturrahman Taufik, Kepala BBPPKS Haruman Hendrasah, Direktur Jaminan Sosial Faisal, Tenaga Ahli Galih Hidayatullah, Wakil Bupati Zaeni Miftah, jajaran Forkopimda Kebumen, Sekda Kebumen, serta mantan Bupati Mohammad Yahya Fuad dan KH Yazid Mahfudz. Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar