PAFI Sofifi Beri Tips Mengenali Gejala Hipertensi dan Cara Mengatasinya
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Jum, 10 Jan 2025
- visibility 318
- comment 0 komentar

Image by Salang889
HIPERTENSI atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai “pembunuh senyap” karena seringkali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, penyakit ini dapat memicu berbagai komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Cabang Sofifi pafisofifi.org memberikan beberapa tips penting untuk mengenali gejala hipertensi dan cara mengatasinya.
Bagaimana Mengenali Hipertensi?
Meskipun seringkali tidak bergejala, beberapa tanda yang mungkin muncul meliputi:
- Sakit kepala: Terutama di pagi hari atau setelah aktivitas fisik.
- Pusing: Terasa ringan atau berat, terutama saat berdiri tiba-tiba.
- Pendarahan hidung: Terjadi lebih sering dari biasanya.
- Gangguan penglihatan: Penglihatan kabur atau berkunang-kunang.
- Kelelahan: Merasa lelah terus-menerus meskipun sudah cukup istirahat.
- Sesak napas: Terutama saat beraktivitas fisik.
- Nyeri dada: Tanda ini bisa menjadi indikasi adanya masalah jantung yang terkait dengan hipertensi.
Faktor Risiko Hipertensi
- Usia: Risiko hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia.
- Genetik: Riwayat keluarga dengan hipertensi meningkatkan risiko.
- Obesitas: Kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan darah.
- Kurang aktivitas fisik: Gaya hidup yang kurang aktif dapat meningkatkan tekanan darah.
- Asupan garam berlebih: Konsumsi garam yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah.
- Merokok: Merokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.
- Konsumsi alkohol: Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah.
- Stres: Stres kronis dapat memicu peningkatan tekanan darah.
Cara Mengatasi Hipertensi
- Konsultasi Dokter: Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami gejala-gejala hipertensi. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan yang tepat.
- Obat-obatan: Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah.
Perubahan Gaya Hidup:
- Atur pola makan: Batasi konsumsi garam, makanan tinggi lemak jenuh, dan gula. Perbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.
- Rutin berolahraga: Lakukan aktivitas fisik secara teratur, seperti berjalan kaki, berlari, atau berenang
- Jaga berat badan ideal: Jika kelebihan berat badan, usahakan untuk menurunkan berat badan.
- Kelola stres: Lakukan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga.
- Batasi konsumsi alkohol: Hindari konsumsi alkohol atau batasi jumlahnya.
- Berhenti merokok: Merokok sangat berbahaya bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Pentingnya Pencegahan
Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Dengan menerapkan gaya hidup sehat sejak dini, Anda dapat mencegah atau menunda terjadinya hipertensi.
Sebab pada dasarnya hipertensi merupakan penyakit serius yang dapat dicegah dan dikendalikan. Dengan menerapkan pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, kita dapat menjaga tekanan darah tetap stabil dan mencegah komplikasi yang lebih serius. (pdm/adv)







Saat ini belum ada komentar