Lintas Jalur Pendakian di Gunung Lawu saat Liburan Akhir Tahun
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 17 Nov 2022
- visibility 6.804
- comment 0 komentar

Hal itu tidak jadi soal, hanya saja setelah turun di Cemorokandang, mesti kembali lagi ke Cemorosewu untuk mengambil kartu identitas. Setidaknya itu penjelasan dari petugas basecamp.
Setelah registrasi kami segera masuk basecamp untuk menitipkan ransel, lalu makan siang di warung seberangnya. Menunya soto. Dan saya seperti biasa, soto tanpa ayam. Harganya 9ribu rupiah saat itu. Sepertinya sekarang sudah naik.
Baca juga: Pesona Golden Sunrise Gunung Prau Via Jalur Wates
Selesai makan, saya sendiri memilih istirahat di basecamp sambil men-charge hp. Sementara Gun, Okta dan Dira lebih memilih berjalan-jalan sambil berfoto ria.
Rencana perjalanan kami adalah berangkat esok hari, Senin pagi pukul 6.00 WIB. Jadi untuk hari Minggu benar-benar dimanfaatkan untuk istirahat. Aklimatisasi, mengingat suhu udara di lokasi ini cukup dingin.

Basecamp Cemorosewu dari pinggir jalan raya. (Foto: Hari)
Menjelang petang, kami persiapan salat di masjid yang letaknya di seberang basecamp. Air wudu yang mengalir terasa sangat dingin ketika mengenai kulit.
Untuk lokasi dengan ketinggian 1900 MDPL (meter di atas permukaan air laut), memang sudah hal wajar. Bahkan menurut penjaga warung sekitar, suhu saat itu belum seberapa. Karena pada bulan-bulan tertentu –biasanya saat kemarau– suhunya bisa lebih dingin.
Selesai beribadah, kami memilih masuk basecamp. Sambil mempersiapkan rencana esok hari. Kami sempatkan makan malam dengan menu nasi rames yang kami beli dari warung sekitar.
Sengaja kami membungkusnya lalu makan di basecamp. Hal ini untuk memanfaatkan tempat yang telah kami pilih di dalam.
Mengingat bila kami berempat keluar dari basecamp, khawatir tempat istirahat kami diambil alih pendaki lain. Karena hari itu memang cukup ramai, banyak pendaki yang datang baik akan naik atau baru turun.







Saat ini belum ada komentar