Breaking News
light_mode
Beranda » Travel » Warung Perahu Bu Silah, Sejak 1978 Layani Mancing Mania di Waduk Sempor

Warung Perahu Bu Silah, Sejak 1978 Layani Mancing Mania di Waduk Sempor

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sen, 25 Mei 2020
  • visibility 10.448
  • comment 0 komentar

SELAIN fungsi irigasi dan pariwisata, Waduk Sempor juga menjadi wahana favorit bagi para pemancing. Setiap hari ratusan pemancing beraktivitas sepanjang tepian waduk, dari pagi hingga petang. Tak hanya dari Kebumen, banyak pula para pemancing dari luar kota seperti Jogja dan Solo.

Seorang pemilik warung di tepian waduk, Bu Silah (60), melihat kehadiran pemancing itu sebagai peluang bisnis. Berbeda dengan para pemilik warung lain yang memilih duduk diam menunggu pembeli, Bu Silah memutuskan melakukan strategi jemput bola. Dia mengubah perahu miliknya menjadi warung terapung untuk menjajakan dagangannya pada para mancing mania di sepanjang tepian waduk.

Berjualan di Atas Perahu Sejak Tahun 1978 

Bersama suaminya, Pak Kusnan (65), Bu Silah berangkat dari dermaga jam 10.00 wib. Makan dan minuman yang dibawa cukup beragam, dari kopi, teh, gorengan hingga nasi rames. Karena tak memungkinkan memasak di atas perahunya yang kecil, gorengan dan nasi rames dibawa dalam keadaan matang. Sementara air panas untuk kopi dan teh disiapkan dalam tremos.

Mengingat konsumennya adalah para pemancing dari kalangan biasa, Bu Silah tidak mematok harga terlalu tinggi untuk daganganya meski dia harus berkeliling di atas perahu. Segelas kopi cukup Rp 3.000, sementara nasi rames Rp 5.000.

“Saya mulai berjualan dengan perahu sejak tahun 1978. Awalnya karena permintaan beberapa pemancing untuk dikirimi makanan. Karena tempat memancing di pinggir hutan, mereka kesulitan mendapatkan makan dan minum. Alhamdulillah bisa membantu”, jelas Bu Silah.

Melayani Para Mancing Mania di Waduk Sempor
Makanan dan minuman dijual dengan harga terjangkau. (Foto: Dok. Sigit Asmodiwongso)

Makanan dan minuman dijual dengan harga terjangkau. (Foto: Dok. Sigit Asmodiwongso)

Salah satu pemancing yang sempat ditemui, Setyo Nugroho (48) mengakui menjadi pelanggan tetap warung perahu Bu Silah.

“Rata-rata kami memancing dari pagi sampai sore. Bahkan ada beberapa yang menginap. Karena lokasi memancing ada di tepian waduk yang jauh dari pemukiman, keberadaan warung Bu Silah sangat membantu kami. Sekarang kami tak perlu repot-repot membawa bekal karena secara teratur Bu Silah berkeliling membawa makanan dan minuman,” ujar pemancing dari Desa Pekuncen ini.

Pandemi Covid-19 menurut Bu Silah tidak terlalu berpengaruh pada usahanya. Meskipun sebagai obyek wisata Waduk Sempor di tutup, para pemancing tidak menyurutkan niatnya untuk menyalurkan hobi. Terbukti ketika redaksi mengunjungi waduk ini di lebaran kedua, masih ditemui cukup banyak pemancing, bahkan hingga sampai ke ruas Sungai Kedungringin di sisi utara.

Saat Waduk Dangkal, Kesulitan Berjualan 

Faktor yang paling berpengaruh justru musim kemarau. Jika hujan tak kunjung datang dan volume air waduk menipis, otomatis jumlah pemancing yang datang juga akan menurun.

“Tahun lalu kami sempat berbulan-bulan tidak berjualan karena musim kemarau sangat panjang. Selain pemancingnya sedikit, juga air waduk terlalu dangkal. Sulit untuk membawa perahu mengampiri para pemancing,” jelas Pak Kusnan yang setia mendampingi istrinya berjualan.

Saat ini pemanfaatan bidang perikanan di waduk Sempor tidak hanya dalam bentuk pemancingan. Para penduduk lokal juga berprofesi sebagai nelayan yang rutin menjala ikan setiap pagi dan sore. Di beberapa tempat juga ditemukan keramba yang dimiliki oleh perorangan maupun kelompok. (Sigit Asmodiwongso)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswi Asal Kebumen Meninggal di Embung Tambakboyo

    Polisi Belum Pastikan Penyebab Kematian Mahasiswi Asal Kebumen, Ini Pernyataan Pihak Kampus

    • calendar_month Jum, 17 Feb 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 6.406
    • 0Komentar

    KEBUMEN(KebumenUpdate.com) – Pihak kepolisian masih belum bisa memastikan penyebab kematian mahasiswi asal Kebumen yang jasadnya ditemukan di Embung Tambakboyo, Depok, Sleman, Kamis 16 Februari 2023 malam. Aparat kepolisian pun menggali keterangan dari teman korban untuk menelusuri penyebab kematian Viva Aulia Safitri (20) yang merupakan mahasiswi Universitas Mercu Buana Yogyakarta tersebut. Baca Juga: Mahasiswi Asal Kebumen Ditemukan […]

  • Wisata Bandung

    Catatan Perjalanan, Wisata Tiga Hari Dua Malam di Bandung

    • calendar_month Rab, 19 Okt 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.694
    • 0Komentar

    SEJAK pandemi, pastinya banyak orang yang harus menahan diri untuk tidak bepergian. Baik untuk mudik lebaran apalagi piknik atau liburan. Selain mengikuti peraturan yang ditetapkan pemerintah, ada banyak alasan kenapa perlu untuk menahan diri ‘sementara gak ke mana-mana’. Tentu dengan berbagai pertimbangan, meski pemerintah sudah melonggarkan kebijakan dengan tetap mengharuskan prasyarat untuk bisa bepergian saat […]

  • Bupati Rotasi 4 Pejabat

    Bupati Kebumen Rotasi Empat Pejabat Eselon II, Sukamto Jabat Kadinas Kominfo

    • calendar_month Rab, 1 Feb 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.551
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH kembali merotasi dan melantik pejabat tinggi pratama di jajaran Pemkab Kebumen, Selasa 31 Januari 2023. Jika biasanya pelantikan berlangsung di Pendopo Kabumian, kali ini pelantikan dilaksanakan di objek wisata Pitris Ocean View, Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah. Adapun empat pejabat eselon II yang dilantik, yakni Drs Budhi […]

  • Ironi di Pesisir Tanggulangin: Dihijaukan Tapi Dieksploitasi

    Ironi di Pesisir Tanggulangin: Dihijaukan Tapi Dieksploitasi

    • calendar_month Ming, 26 Mei 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 3.778
    • 0Komentar

    KLIRONG (KebumenUpdate.com) – Puluhan orang terlihat asyik menanam pohon bakau dan cemara udang di pesisir selatan Desa Tanggulangin. Pohon yang telah ditanam kemudian diikat pada tiang bambu (ajir) sebagai penyangga. Dengan medan yang berlumpur, menanam pohon bakau dipastikan butuh tenaga ekstra bahkan sesekali harus menyelam ketika perairan sedang pasang. Begitulah sekilas aktivitas penghijauan yang dilakukan […]

  • Kiai dan Santri  Kebumen Tolak Gerakan  yang Mendelegitimasi Pemilu 2019

    Kiai dan Santri Kebumen Tolak Gerakan yang Mendelegitimasi Pemilu 2019

    • calendar_month Sel, 21 Mei 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.781
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate) – Tensi politik yang masih panas di tingkat nasional pasca Pemilu serentak mendorong para kiai dan santri di Kebumen untuk mengademkan situasi. Para kiai dan santri yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kiai dan Santri Cinta NKRI Kabupaten Kebumen menolak segala bentuk gerakan inkonstitusional yang mendelegitimasi Pemilu 2019. Pernyataan sikap bersama disampaikan dalam pertemuan […]

  • Hanin Dhiya Meriahkan Malam Puncak Smansa Home Coming (SHC’64) Leviosa

    Hanin Dhiya Meriahkan Malam Puncak Smansa Home Coming (SHC’64) Leviosa

    • calendar_month Ming, 30 Jul 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 3.297
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Penyanyi Hanin Dhiya meriahkan malam puncak Hari Ulang Tahun (HUT) SMA Negeri 1 Kebumen ke-64 bertajuk Smansa Home Coming (SHC’64) Leviosa, Sabtu 29 Juli 2023. Hanin Dhiya mengawali kariernya sebagai runner-up ajang pencarian bakat salah satu stasiun televisi di tahun 2014. Belum lama ini penyanyi kelahiran Bogor tersebut juga berkolaborasi dengan musisi […]

expand_less