Lintas Jalur Pendakian di Gunung Lawu saat Liburan Akhir Tahun
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 17 Nov 2022
- visibility 6.809
- comment 0 komentar

Diawali berdoa bersama, kami memulai perjalanan melewati jalan setapak selebar 2 meter dengan medan berbatu yang tersusun rapi. Jalur masih landai.
Dan ini akan terus menemani perjalanan sampai di puncak. Entah siapa yang membuat jalur berbatu tersebut. Yang jelas sejak 2006 saat saya pertama kali ke sini, jalurnya juga sudah berbatu. Hanya saja bedanya dulu belum terdapat gapura pendakian.

Basecamp Cemorosewu. (Foto: Hari)
Bertemu Pendaki Lain
Menurut yang saya baca dari catatan perjalanan pendaki lain, lama perjalanan dari basecamp ke Pos 1 kurang lebih 90 menit. Di tengah perjalanan, bertemu tiga pendaki lain, –yang belakangan saya ketahui namanya adalah Pak Mul, Mas Zaenal, dan Mba Nabil– sedang istirahat.
Sekadar say hello, dari mana, apa tadi sudah beli tiket masuk, dan lain-lain. Pertanyaan agak sensitif, karena memang pagi itu baru kami yang bisa memulai pendakian dikarenakan sudah memiliki tiket sejak hari sebelumnya.
Ternyata mereka sama seperti kami, sudah registrasi sejak kemarin sore. Kami memilih jalan duluan, walau di perjalanan selanjutnya saling mendahului. Kadang mereka di depan, kami di belakang. Atau sebaliknya. Tak terasa posisi seperti ini berlanjut sampai Pos 1 Wesen-wesen yang menurut catatan saya, kami sampai di sini pukul 8.00 WIB.
Selanjutnya menuju Pos 2, menurut acuan yang saya baca waktu tempuhnya adalah 45 menit. Dan kami terus berjalan. Waktu menunjukkan pukul 9.30 WIB, sudah satu jam lebih berjalan lepas dari Pos 1, tapi belum nampak tanda-tanda Pos 2.
Saya yang mulai merasa lapar –karena saat sarapan hanya minum sereal– akhirnya meminta break sebentar untuk memasak. Jadilah kami memasak di pinggir jalur. Cukup mi instan agar menghemat waktu.
Beberapa kali kami dilewati pendaki lain, dan kami tetap percaya diri makan di pinggir jalur. Memang kalau sudah urusan perut, tak peduli.







Saat ini belum ada komentar