Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Situasi Kemerdekaan Indonesia di Kebumen

Situasi Kemerdekaan Indonesia di Kebumen

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Jum, 16 Agu 2024
  • visibility 6.537
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Tidak hanya alat transportasi, Angkatan Muda juga melakukan perundingan dengan pihak Jepang mengenai pengambilalihan pabrik-pabrik yang dikuasai Jepang. Perusahaan-perusahaan besar yang ada di Kebumen berhasil diambil alih oleh Angkatan Muda, sepeti pabrik minyak kelapa “Mexolie” Kebumen, pabrik minyak kelapa Karanganyar, pabrik tenun Sruweng, dan pabrik genting Pejagoan.

Memasuki bulan September 1945, pergerakan Angkatan Muda semakin militan dengan melakukan pelucutan senjata milik Jepang. Pelucutan senjata dilakukan melalui perundingan dengan pihak Jepang. Perundingan dipimpin oleh Wasilan dengan bantuan Muin Sadjoko sebagai penerjemah karena dapat berbahasa Jepang.

Setelah hampir satu jam perundingan, akhirnya Jepang menyerah dan mau memberikan senjatanya kepada Angkatan Muda. Pada pelucutan senjata ini, Angkatan Muda dibantu oleh Badan Keamanan Rakyat (BKR) Kebumen serta Kepolisian Kebumen.

Munculnya Badan dan Laskar Perjuangan di Kebumen

Gegap gempita kemerdekaan disambut dengan dibentuknya berbagai organisasi di Kebumen, seperti Badan Keamanan Rakyat (BKR) di Kebumen dan Gombong, Angkatan Oemat Islam (AOI) di Somalangu, Prajurit Keamanan Oemoem (PKO) di Ambal, Lasykar Merah di Kutowinangun, Sarekat Rakjat di Selang, dan masih banyak organisasi lainnya.

Pertempuran Kembali antara Indonesia dengan Belanda
Kemerdekaan RI

Monumen Purangga di Kecamatan Karanggayam untuk mengabadikan pertempuran dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. (Dok. Setyo Adi Nugroho/Potret Lawas Kebumen)

Baru beberapa tahun merasakan kemerdekaan, Indonesia sudah harus dihadapkan pada situasi yang genting. Kemenangan Blok Sekutu dari Jepang di Perang Dunia II membuat Belanda yang tergabung dalam Blok Sekutu ingin kembali menguasai Indonesia.

Kedatangan kembali Belanda tidak diterima begitu saja oleh rakyat Indonesia. Berbagai upaya dilakukan untuk mempertahakan kemerdekaan. Hal ini memicu perlawanan yang menyebabkan terjadinya berbagai pertempuran fisik antara Indonesia dengan Belanda dan Blok Sekutu.

Baca Juga: Jejak Keberadaan Bioskop di Kebumen

Pertempuran yang kembali terjadi antara Indonesia dengan Belanda juga berlangsung cukup sengit di beberapa daerah di Kebumen. Baik tentara Indonesia maupun laskar-laskar dan badan-badan perjuangan rakyat saling bahu-membahu dalam menahan laju serangan tentara Belanda yang ingin menguasai kembali Indonesia.

Tercatat beberapa pertempuran yang terjadi di Kebumen selama periode tahun 1947-1949 diabadikan dalam pembangunan monumen dan tugu yang hingga saat ini masih dapat kita temui, di antaranya:

  1. Monumen Purangga (Karanggayam)
  2. Monumen Tentara Pelajar “Ganesha” (Prembun)
  3. Monumen Tentara Pelajar (Kebumen)
  4. Monumen Pena (Kebumen)
  5. Monumen Perjuangan ’45 Kemit (Karanganyar)
  6. Monumen Status Quo Kemit (Karanganyar)
  7. Tugu Canonade (Karanganyar)
  8. Tugu Marta Sentana (Adimulyo)
  9. Tugu Perjuangan Sidomukti (Adimulyo)
  10. Tugu Sidobunder (Puring)
  11. Tugu Renville (Kebumen)

Peran besar Kebumen dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia juga melibatkan masyarakat sipil sebagai pager desa dan pusat logistik berupa pembangunan dapur-dapur umum untuk membantu para prajurit Indonesia yang sedang bergerilya perang. Lokasi dapur-dapur umum tersebut berada di Ayah, Buayan, Gombong, Rowokele, dan Sempor.

Dukungan logsitik yang mengalir biasanya berasal dari daerah-daerah yang berada dekat dengan medan pertempuran. Adanya dukungan logistik ini mampu meningkatkan moral prajurit Indonesia dalam berjuang di garis terdepan.

Referensi
  1. Darto Harnoko Poliman. (1986). “Perang Kemerdekaan Kebumen Tahun 1942-1950”. Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional.
  2. Fuad Yogo Hardyanto. (2010). “Perang Mempertahankan Kemerdekaan di Kebumen Tahun 1945-1950”. Skripsi dari Jurusan Ilmu Sejarah, Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret Surakarta.
  3. Ikatan Keluarga Resimen XX Kedu Selatan. (2003). “Gelegar di Bagelen”.
  4. Sigit Tri Prabowo. (2021). “Tiga Pemuda di Jalan Merdeka”. Artikel dari Kebumen Update.
  5. (2013). “Berdirinya Kabupaten Kebumen Berdasarkan Prasasti 3 Juli 1848”.

Penulis: Setyo Adi Nugroho, Founder Potret Lawas Kebumen

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jual Pil Hexymer Secara Ilegal, Dua Warga Jatijajar Diringkus Polisi

    Jual Pil Hexymer Secara Ilegal, Dua Warga Jatijajar Diringkus Polisi

    • calendar_month Kam, 25 Apr 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.630
    • 0Komentar

    KebumenUpdate. Dua orang warga Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kebumen diringkus polisi karena disangka menjual obat keras jenis Hexymer secara ilegal. Obat yang dipakai terapi mengurangi kejang pada penderita parkinson itu dijual ilegal kepada para remaja untuk mabuk-mabukan. Dua orang yang ditangkap berinisial JA (19) dan DP (26)  keduanya warga Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kebumen. Keduanya […]

  • Beasiswa

    Pemkab Kebumen Berikan Beasiswa Kepada 2.000 Siswa SD Kurang Mampu, Ini Besarnya

    • calendar_month Sel, 20 Des 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.807
    • 0Komentar

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kebumen Yanie Giat Setiawan SSos MAcc menambahkan bantuan untuk 2.000 siswa/siswi sekolah dasar sudah tersalurkan melalui Bank Jateng dengan virtual account. “Jadi siswa kita beri virtual account untuk mengambil di Bank Jateng didampingi orangtua. Jumlah anggaran yang kita sediakan sebesar Rp 800 juta,” terang Yanie.

  • Tersangka pengedar pil Hexymer ditahan di Mapolres Kebumen. (Dok. Polres Kebumen)

    Tak Kuat Beli Sabu, Kuli Bangunan Beralih Konsumsi Pil Hexymer

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 7.956
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Wabah akibat virus Corona berdampak berbagai kalangan. Bahkan seorang pencandu Narkoba pun tak luput dari dampak pandemi Covid-19. Ah, yang benar saja? Ya, hal itu diakui oleh seorang pemuda berinisial TM (27) asal Desa Selokerto, Kecamatan Sempor, Kebumen. Kepada polisi, dia mengaku sebagai pemakai narkoba jenis sabu. Sekarang ini, pemuda yang sehari-hari […]

  • KA Bandara

    Bupati Kebumen Usulkan KA Bandara YIA Sampai Stasiun Gombong

    • calendar_month Rab, 21 Apr 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 9.014
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH mengusulkan agar layanan Kereta Api Bandara Yogyakarta Internasional Airpot (YIA) sampai Stasiun Gombong. Pasalnya banyak warga Kebumen yang berharap KA Bandara sampai Gombong. Harapannya akan membawa dampak positif yang lebih luas,” ujar Bupati Arif Sugiyanto saat menerima audiensi dari Wakil Kepala PT KAI Daop 5 Purwokerto, […]

  • Rute Karnaval

    Berikut Rute Karnaval dan Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Protokol Kebumen

    • calendar_month Sab, 20 Agu 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 29.188
    • 0Komentar

    Kirab Panji-panji Kecamatan  Sebelumnya Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto menyampaikan bahwa karnaval nanti akan diikuti jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan dan masyarakat. Pada karnaval budaya ini, nantinya bakal ada arak-arakan panji-panji kecamatan. “Silakan masyarakat bisa menyaksikan karnaval ini dengan penuh bahagia dan suka cita. Ini event kebersamaan, dengan perayaan ini semoga menjadi penyemangat […]

  • Sahabat Disabilitas Kebumen

    Sahabat Disabilitas Kebumen Buka Puasa Bersama di Hotel Grand Kolopaking

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.114
    • 0Komentar

    “Kebumen telah mencanangkan diri sebagai Kabupaten Inklusi pada 6 Desember 2019. Harapannya Kebumen menjadi inklusi di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ketenagakerjaan dan bidang lainnya,” ujarnya. Program Pemkab Kebumen untuk Mewujudkan Kebumen Inklusi; Pendidikan, merintis sekolah inklusi baik SD/MI dam SMP/MTs. Kesehatan, penyediaan sarana fasilitas kesehatan yang ramah disabilitas. Infrastruktur, memberikan aksesbilitas pada bangunan gedung pemerintahan […]

expand_less