Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Situasi Kemerdekaan Indonesia di Kebumen

Situasi Kemerdekaan Indonesia di Kebumen

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Jum, 16 Agu 2024
  • visibility 6.690
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

Tidak hanya alat transportasi, Angkatan Muda juga melakukan perundingan dengan pihak Jepang mengenai pengambilalihan pabrik-pabrik yang dikuasai Jepang. Perusahaan-perusahaan besar yang ada di Kebumen berhasil diambil alih oleh Angkatan Muda, sepeti pabrik minyak kelapa “Mexolie” Kebumen, pabrik minyak kelapa Karanganyar, pabrik tenun Sruweng, dan pabrik genting Pejagoan.

Memasuki bulan September 1945, pergerakan Angkatan Muda semakin militan dengan melakukan pelucutan senjata milik Jepang. Pelucutan senjata dilakukan melalui perundingan dengan pihak Jepang. Perundingan dipimpin oleh Wasilan dengan bantuan Muin Sadjoko sebagai penerjemah karena dapat berbahasa Jepang.

Setelah hampir satu jam perundingan, akhirnya Jepang menyerah dan mau memberikan senjatanya kepada Angkatan Muda. Pada pelucutan senjata ini, Angkatan Muda dibantu oleh Badan Keamanan Rakyat (BKR) Kebumen serta Kepolisian Kebumen.

Munculnya Badan dan Laskar Perjuangan di Kebumen

Gegap gempita kemerdekaan disambut dengan dibentuknya berbagai organisasi di Kebumen, seperti Badan Keamanan Rakyat (BKR) di Kebumen dan Gombong, Angkatan Oemat Islam (AOI) di Somalangu, Prajurit Keamanan Oemoem (PKO) di Ambal, Lasykar Merah di Kutowinangun, Sarekat Rakjat di Selang, dan masih banyak organisasi lainnya.

Pertempuran Kembali antara Indonesia dengan Belanda
Kemerdekaan RI

Monumen Purangga di Kecamatan Karanggayam untuk mengabadikan pertempuran dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. (Dok. Setyo Adi Nugroho/Potret Lawas Kebumen)

Baru beberapa tahun merasakan kemerdekaan, Indonesia sudah harus dihadapkan pada situasi yang genting. Kemenangan Blok Sekutu dari Jepang di Perang Dunia II membuat Belanda yang tergabung dalam Blok Sekutu ingin kembali menguasai Indonesia.

Kedatangan kembali Belanda tidak diterima begitu saja oleh rakyat Indonesia. Berbagai upaya dilakukan untuk mempertahakan kemerdekaan. Hal ini memicu perlawanan yang menyebabkan terjadinya berbagai pertempuran fisik antara Indonesia dengan Belanda dan Blok Sekutu.

Baca Juga: Jejak Keberadaan Bioskop di Kebumen

Pertempuran yang kembali terjadi antara Indonesia dengan Belanda juga berlangsung cukup sengit di beberapa daerah di Kebumen. Baik tentara Indonesia maupun laskar-laskar dan badan-badan perjuangan rakyat saling bahu-membahu dalam menahan laju serangan tentara Belanda yang ingin menguasai kembali Indonesia.

Tercatat beberapa pertempuran yang terjadi di Kebumen selama periode tahun 1947-1949 diabadikan dalam pembangunan monumen dan tugu yang hingga saat ini masih dapat kita temui, di antaranya:

  1. Monumen Purangga (Karanggayam)
  2. Monumen Tentara Pelajar “Ganesha” (Prembun)
  3. Monumen Tentara Pelajar (Kebumen)
  4. Monumen Pena (Kebumen)
  5. Monumen Perjuangan ’45 Kemit (Karanganyar)
  6. Monumen Status Quo Kemit (Karanganyar)
  7. Tugu Canonade (Karanganyar)
  8. Tugu Marta Sentana (Adimulyo)
  9. Tugu Perjuangan Sidomukti (Adimulyo)
  10. Tugu Sidobunder (Puring)
  11. Tugu Renville (Kebumen)

Peran besar Kebumen dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia juga melibatkan masyarakat sipil sebagai pager desa dan pusat logistik berupa pembangunan dapur-dapur umum untuk membantu para prajurit Indonesia yang sedang bergerilya perang. Lokasi dapur-dapur umum tersebut berada di Ayah, Buayan, Gombong, Rowokele, dan Sempor.

Dukungan logsitik yang mengalir biasanya berasal dari daerah-daerah yang berada dekat dengan medan pertempuran. Adanya dukungan logistik ini mampu meningkatkan moral prajurit Indonesia dalam berjuang di garis terdepan.

Referensi
  1. Darto Harnoko Poliman. (1986). “Perang Kemerdekaan Kebumen Tahun 1942-1950”. Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional.
  2. Fuad Yogo Hardyanto. (2010). “Perang Mempertahankan Kemerdekaan di Kebumen Tahun 1945-1950”. Skripsi dari Jurusan Ilmu Sejarah, Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret Surakarta.
  3. Ikatan Keluarga Resimen XX Kedu Selatan. (2003). “Gelegar di Bagelen”.
  4. Sigit Tri Prabowo. (2021). “Tiga Pemuda di Jalan Merdeka”. Artikel dari Kebumen Update.
  5. (2013). “Berdirinya Kabupaten Kebumen Berdasarkan Prasasti 3 Juli 1848”.

Penulis: Setyo Adi Nugroho, Founder Potret Lawas Kebumen

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lomba Desa

    12 Desa Pemenang Lomba Terima Hadiah Mobil, Ini Daftarnya

    • calendar_month Ming, 30 Okt 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.662
    • 0Komentar

    Bupati dalam sambutannya mengatakan bahwa peringatan sumpah pemuda merupakan upaya untuk mengingat kembali sejarah guna menjadi teladan bangsa dalam mewujudkan visi misi negara Indonesia. “Peringatan Sumpah Pemuda adalah upaya kita menghadirkan sejarah masa lalu untuk dijadikan teladan dan inspirasi penggerak langkah menuju visi bangsa yang besar,” kata Bupati seraya menyebutkan tema peringatan sumpah pemuda tahun […]

  • KKN

    KKN Pulang Kampung, Mahasiswa Undip Sosialisasi Protokol Kesehatan Melalui Edugraphic

    • calendar_month Rab, 3 Feb 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.804
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Di tengah masa pandemi Covid-19, Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM 1 periode 2021 secara berbeda. Mahasiswa melaksanakan kegiatan KKN di tempat tinggalnya masing-masing secara mandiri dan tidak berkelompok. Mahasiswa KKN Tim 1 Universitas Diponegoro periode 2021 yang dibimbing oleh Dr rer nat Thomas Triadi Putranto ST MEng melakukan […]

  • Asrama Annur Gombong Buka Kelas Al-Qur’an Bahasa Isyarat Pertama di Kebumen

    Asrama Annur Gombong Buka Kelas Al-Qur’an Bahasa Isyarat Pertama di Kebumen

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 741
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Asrama Pelajar/Santri Annur di Jalan Kartini Kelurahan Gombong semakin mengukuhkan diri sebagai pusat pendidikan yang inovatif dan inklusif. Selain fokus pada pembinaan santri berprestasi, Annur kini merintis program pembelajaran Al-Qur’an berbahasa isyarat bagi teman tuli. Program mulia ini merupakan wujud kepedulian Annur terhadap penyandang disabilitas. Setiap Sabtu dan Minggu, mulai pukul 09.00 […]

  • Insentif Rp600.000/Orang Diberikan untuk 3.741 Guru Ngaji

    Insentif Rp600.000/Orang Diberikan untuk 3.741 Guru Ngaji

    • calendar_month Sab, 21 Sep 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.711
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Insentif sebesar Rp600.000/orang diberikan kepada 3.741 guru ngaji TPQ, Madrasah Diniyah, dan masjid di Kabupaten Kebumen. Insentif diberikan secara simbolis oleh Bupati Kebumen Arif Sugiyanto di Ruang Arungbinang, Pendopo Kabumian, Sabtu 21 September 2024. Tahun ini alokasi anggaran sebesar Rp2.244.600.000 untuk insentif guru-guru ngaji. Selain itu, dana hibah untuk kegiatan sosial dan […]

  • Rabi'ah al-Adawiyah

    Menyusuri Perjalanan Seorang Kekasih Allah: Rabi’ah al-Adawiyah

    • calendar_month Sel, 16 Jan 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.470
    • 0Komentar

    Jangan salah kira, maqam-maqam tertentu dalam sufistik tidaklah gampang diraih. Terlebih pada masa awal para pelaku atau penempuh jalan tasawwuf yang tidak banyak teori yang memberi penjelasan tentang jalan-jalan dalam tasawwuf. Termasuk kepribadian Robi’ah, sosoknya dikenal begitu tekun dan berhati-hati dalam menjaga diri agar tidak menyalahi hukum-hukum Allah. Bukan hanya perkara ritual ibadah, namun yang […]

  • Kebumen Raih Predikat WTP 6 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Kepala BPK Jateng

    Kebumen Raih Predikat WTP 6 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Kepala BPK Jateng

    • calendar_month Jum, 19 Mei 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.066
    • 0Komentar

    Bupati meminta penghargaan yang diraih harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja. Terutama dalam perencanaan program pembangunan. Sehingga dari tahun ke tahun Kebumen bisa mempertahankan capaian WTP ini. “Semoga capaian WTP ini bisa sebagai pemicu agar kami bekerja lebih baik lagi, tentu tidak cukup hanya itu, pasti masih ada kelemahan-kelemahan yang harus diperbaiki ke depannya. Ketelitian […]

expand_less