Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Cerpen » Cerpen: Khianat

Cerpen: Khianat

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
  • visibility 1.828
  • comment 0 komentar

Istrinya disuruhnya untuk resign dari pekerjaan administrasi pabrik. Dia ingin istrinya mengurusi anak dan rumah. Umur Parta dan istrinya terpaut tujuh tahun lebih tua Parta. Selama lima tahun pernikahan rumah tangga mereka baik-baik saja. Saling mesra dan penuh kepedulian ketika mereka sedang merindu.

***

Parta tiba di kampus sesudah mengendarai motornya selama berjam-jam. Pantatnya panas karena kelamaan duduk di atas jok motor. Sesekali dia berhenti istirahat di pom bensin untuk duduk melepas penat dalam perjalanan. Dirapikannya bajunya dengan memakai dasi dan sepatu hitam.

“Selamat pagi pak Parta.”

“Selamat pagi pak Juli. Bagaimana kabarnya hari ini, baik?”

“Baik dan penuh semangat pak.”

“Saya pun juga begitu.”

“Pasti habis dari Temanggung kan?”

“Iya, tadi subuh saya dari rumah.”

Baru bersapa dengan teman sesama dosen, telepon Parta berdering. Dikeluarkannya telepon dari saku jaketnya. Ternyata Nadia yang menghubunginya. Dia segera tidak basa-basi dan mengangkat telpon dari istrinya.

“Sayang, sudah sampai kampus?”

“Baru saja sampai sayang.”

“Bagaimana perjalanan tadi, aman kah?”

“Aman sayangku. Aman!”

“Semangat mengajar ya, sayang.”

“Iya, terimakasih sayang.”

Parta menutup telepon dan bersama temannya masuk ke gedung. Parta menyiapkan beberapa materi perkuliahan yang akan dia ajarkan. Parta adalah dosen sastra Indonesia. Dia mengajar mata kuliah psikologi sastra. Setelah menyiapkan beberapa power point untuk perkuliahan mahasiswa-mahasiswanya, dia segera masuk ke gedung sebelah untuk mengajar.

Parta terkenal sebagai dosen yang asyik dan kalem. Dia tidak pernah marah ketika mengajar. Bahkan mahasiswa-mahasiswanya tertarik untuk mengikuti materi perkuliahannya sampai selesai. Walaupun ada pula yang tidak betah duduk di ruang dan memilih keluar. Parta menjelaskan materi tentang studi psikologi sastra zaman kolonial. Di dalam pengajaran yang dia berikan, dia menyisipkan salah satu puisinya untuk dibaca oleh salah satu perwakilan mahasiswa.

Selama dua jam mengajar, kini selesai sudah pembelajaran. Dia segera mencari teleponnya dan menghubungi Nadia. Dia tidak bisa untuk tidak bucin. Dia sangat mencintai istrinya. Sehingga dia sangat effort kepada istrinya. Dia menghabiskan waktu selain untuk mengajar juga untuk menelpon istrinya setiap saat. Parta tidak mau kehilangan istrinya yang dia cintai sangat-sangat itu.

“Halo sayangku.”

“Iya sayang. Sudah selesai mengajarnya?”

“Sudah. Bagaimana Lasmi, dia sudah pergi ke sekolah?”

“Sudah, tadi naik sepeda bersama dengan Rudi tetangga kita.”

“Sudah makan belum?”

“Sudah. Kamu sudah makan belum?”

“Belum. Suapin dong yang!”

“Jauh, bagaimana menyuapinya?”

“Ya begitulah. Kamu janji ya?

“Janji apa sayang?”

“Jangan pernah tinggalkan aku!”

“Sudah berapa kali kamu bilang begitu, tentu aku tidak akan tinggalkan kamu.”

“Janji?”

“Iya, janji.”

Begitu sayangnya Parta kepada istrinya. Sampai-sampai cincin emas pernikahan mereka selalu dipakai Parta. Dia sudah dewasa tapi masih bucin. Hatinya selalu dibayangi ketakutan. Setiap hari gelisah, takut istrinya pergi meninggalkannya dan selingkuh dengan lelaki lain.

Tetapi apa yang dipikirkan Parta dalam kegelisahannya itu memang benar-benar terjadi. Nadia yang jauh dari suaminya selalu menelpon Sukra mantan kekasihnya. Nadia tidak bisa menghilangkan bayang-bayang Sukra. Karena cinta pertama Nadia adalah Sukra. Sukra yang pertama kali meniduri Nadia ketika mereka masih berpacaran.

Bahkan di hadapan Parta, Nadia pernah bercerita kalau dia dulu sangat mencintai Sukra. Setiap kali Sukra butuh uang Nadia akan memberikannya berapapun juga secara cuma-cuma. Bahkan Nadia rela pergi ke rumah Sukra ketika usai seharian bekerja. Hanya demi bertemu Sukra dan mengajak Sukra pergi makan dan jalan-jalan. Sukra tidak pernah mengeluarkan uang sama sekali. Pasti Nadia yang selalu membiayainya. Karena memang Nadia yang sangat cinta pada Sukra.

Hari ini, tepat siang hari Sukra berjanji akan menemui Nadia di sebuah kedai. Mereka biasa berpacaran seperti dulu. Sungguh amat keji dan nista perbuatan Nadia. Nadia sudah bersuami dan beranak pula. Tapi tega menghianati janjinya pada Parta. Sedangkan Parta adalah lelaki yang baik dan tulus mencintai Nadia. Dia bekerja banting tulang hanya untuk kebahagiaan Nadia. Tetapi uang yang dikasih Parta justru digunakan Nadia untuk selingkuh dengan Sukra.

Sudah beberapa kali Nadia dan Sukra keluar-masuk hotel yang sama hanya untuk melakukan hubungan badan. Perbuatan itu dilakukan Nadia karena dia dalam hati tidak pernah mencintai Parta. Dia hanya cinta pada Sukra seorang. Tiada yang lain di dalam hatinya selain Sukra.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dilaporkan Polisi, Pencuri Jenitri Ternyata Kakak Sendiri

    Dilaporkan Polisi, Pencuri Jenitri Ternyata Kakak Sendiri

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.363
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kasus pencurian cukup unik terjadi di Desa Kutosari, Kecamatan Kebumen. Pengusaha jenitri Puji Uswatun Jannah (37) warga Dukuh Jetis, Desa Kutosari lapor ke Polsek Kebumen lantaran kehilangan biji jenitri kualitas bagus senilai Rp 100 juta. Kasus tersebut terjadi pada Rabu, 16 Oktober 2019 lalu sekitar pukul 08.00 wib. Pencurian jenitri itu diketahui […]

  • Prestasi Anak Anda Menurun, Mungkin Ini Penyebabnya

    Prestasi Anak Anda Menurun, Mungkin Ini Penyebabnya

    • calendar_month Sen, 22 Apr 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.853
    • 0Komentar

    KebumenUpdate. Banyak kasus terjadi prestasi seorang anak terus menurun di  kelasnya. Padahal rumah dia rajin belajar. Untuk mengetahui penyebab pastinya,  tidak ada salahnya bawa anak Anda ke dokter mata. Siapa tahu anak Anda ternyata menderita miopia alias rabun jauh. Ya, kesehatan mata anak-anak di Indonesia semakin mengkhawatirkan seiring dengan pola hidup dan kebiasaan menggunakan gawai […]

  • Sosialisasikan Pengawasan Pemilu Partisipatif, Bawaslu Kebumen Gandeng Pegiat Seni Dalang Eko Suwaryo

    Sosialisasikan Pengawasan Pemilu Partisipatif, Bawaslu Kebumen Gandeng Pegiat Seni Dalang Eko Suwaryo

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.313
    • 0Komentar

    Ditanya mengenai mekanisme penanganan politik uang, pihaknya menjelaskan bahwa Bawaslu menindak berdasarkan laporan serta temuan yang dilakukan dan dikaji di Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu). “Ada 3 unsur Gakkumdu yaitu Bawaslu, kepolisian, dan kejaksaan. Setelahnya ada rekomendasi melalui proses peradilan,” lanjut Amin. Baca juga: Pelanggaran! Kampanye Sebelum 28 November 2023, Bawaslu Kebumen Surati Parpol Netralitas ASN Adapun […]

  • Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat memantau Pos Pam/Pos Pantau Operasi Ketupat Candi 2020. (Foto: Istimewa)

    Personil Polri di Pos Pam Diminta Terapkan Buddy System, Apa Maksudnya?

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.285
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan meminta personel Polri yang bertugas di Pos Pam/Pos Pantau Operasi Ketupat Candi 2020 agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Peningkatan itu dilakukan dengan cara menerapkan buddy system. “Buddy system harus selalu digunakan dalam menjalankan tugas,” tegas AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat melaksanakan patroli dan cek Pos Pam/Pos […]

  • Cegah Laka Laut, Polres Kebumen Siagakan Personel di Titik Keramaian Wisata

    Cegah Laka Laut, Polres Kebumen Siagakan Personel di Titik Keramaian Wisata

    • calendar_month Ming, 22 Mar 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 630
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Mengantisipasi risiko kecelakaan laut di tengah lonjakan pengunjung libur Idul Fitri 1447 Hijriah, Polres Kebumen menyiagakan personel untuk berpatroli intensif di kawasan Pantai Setrojenar, Minggu 22 Maret 2026. Petugas secara persuasif meminta wisatawan untuk tidak berenang terlalu jauh ke tengah laut guna menghindari bahaya seretan ombak besar. Kapolres Kebumen, AKBP I Putu […]

  • Joglo Prembun

    Tak Hanya Kuliner, Joglo Prembun Siapkan Homestay untuk Pemudik

    • calendar_month Rab, 27 Apr 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 7.670
    • 0Komentar

    Mushola dan toilet yang selalu terjaga kebersihannya menjadi salah satu standar Joglo Prembun. Belum lagi spot-spot foto bernuansa etnik tradisional. Sementara untuk para putra-putri disediakan ayunan, rumah pohon dan berbagai wahana permainan yang akan menambah keseruan perjalanan. Posisi Joglo Prembun yang tepat di tepi jalan utama nasional membuat pemudik tidak akan kerepotan menemukan tempat ini. […]

expand_less