Kebanyakan Makan Gorengan Ternyata Bahaya, Loh!!
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sel, 26 Nov 2024
- visibility 409
- comment 0 komentar

Pisang goreng. (Foto: Istimewa)
TIDAK bisa dipungkiri saat musim hujan seperti ini, makan kudapan gorengan sembari minum secangkir kopi atau teh hangat adalah hal yang sangat nikmat.
Apalagi saat berbuka puasa, seringkali kita tergoda untuk memakan gorengan saat berbuka. Yang perlu kita tahu bahwa kebanyakan atau keseringan mengkonsumsi gorengan juga berbahaya, loh.
Perlu untuk membatasi konsumsi gorengan dan memilih alternatif makanan yang lebih sehat seperti buah-buahan, sayuran segar, protein nabati atau hewani yang rendah lemak, dan karbohidrat kompleks.
Baca Juga: Penyakit Reproduksi: Pencegahan dan Pentingnya Pemeriksaan Dini Bagi Perempuan
Ikatan Dokter Indonesia Cabang Bandar Lampung atau IDI Bandar Lampung https://idibandarlampung.org memberikan penjelasan bahaya dari keseringan makan gorengan.
-
Meningkatkan Risiko Diabetes
Gorengan bisa membuat insulin mengalami resistensi dan tidak bisa melakukan tugasnya. Jika ini terjadi, gula darah dalam tubuh tidak bisa diproses dengan baik.
Hal ini yang membuat orang yang mengkonsumsi gorengan lebih mungkin terkena deabetes tipe-2.
-
Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Kolesterol jahat dalam minyak gorengan sangat berbahaya untuk kesehatan. Kandungan ini akan meningkatkan risiko penyakit jantung.
-
Menganggu Pencernakan
Apabila gorengan menjadi makanan pertama yang dikonsumsi saat puasa, bisa menggangu kinerja saluran pencernakan. Pastinya, saluran pencernakan akan bekerja lebih keras untuk mencerna makanan tersebut.
-
Picu Kenaikan Berat Badan
Bahaya lain dari kebiasaan makan gorengan termasuk saat berbuka puasa adalah memicu kenaikan berat badan. Alasannya, makanan berminyak rentan diolah.
-
Membuat Kerongkongan Gatal
Dampak buruk mengkonsumsi gorengan saat berbuka, terkadang juga bisa membuat kerongkongan terasa gatal. Hal ini disebabkan akrolein (senyawa organik tak jenuh).
Khusus untuk berbuka puasa, pastikan untuk minum banyak air untuk menjaga dari hidrasi dan menghindari minuman berkafein atau berkarbonasi yang dapat memperburuk gejala asam lambung.
Jika memungkinkan, konsultasikan dengan ahli gizi atau dokter untuk mendapatkan saran lebih lanjut tentang pola makan yang sehat selama berpuasa.







Saat ini belum ada komentar