Warga Klegenwonosari Berlatih Kelola Sampah Jadikan Rupiah
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 12 Okt 2019
- visibility 3.403
- comment 0 komentar

Para peserta Pelatihan Pengelolaan Administrasi Bank Sampah dan Pemilahan Sampah foto bersama usai pelatihan. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
KLIRONG (KebumenUpdate.com) – Sejumlah ibu rumah tangga di RT 03 RW 03 Desa Klegengwonosari, Kecamatan Klirong, Kebumen baru menyadari jika sampah yang selama ini mereka sia-siakan, di tempat lain sudah bisa dikelola dan menjadi uang.
Kesadaran itu muncul saat mereka mengikuti Pelatihan Pengelolaan Administrasi Bank Sampah dan Pemilahan Sampah yang digelar oleh LP3M Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah (STTM) Kebumen melalui program pengabdian kepada masyarakat. Pelatihan yang digelar Senin (7/10/2019) itu menghadirkan pemateri dari tim Bank Samiun Kelurahan Kebumen.
Bank Samiun merupakan bank sampah atau tempat pengumpulan sampah dari masyarakat Kelurahan Kebumen yang hasilnya menjadi tabungan masyarakat. Kemudian, tabungan tersebut bisa digunakan untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Baca Juga: Warga Buang Sampah Sembarangan, Pasar Wonokriyo Kumuh
Dalam pelatihan yang berlangsung sehari itu warga dilatih memilah sampah plastik, kertas, kaca, besi, gelas, botol air mineral. Selain itu juga diberikan cara administrasi bank sampah dari pembelian sampah pilah warga ke Bank Sampah hingga penjualan ke pengepul besar. Selain itu, warga juga praktik memilah hingga penimbangan sampah.
Ketua STTM Kebumen Ida Betanursanti MT menjelaskan, pelatihan ini merupakan program lanjutan dari sosialisasi mengenai bank sampah yang telah digelar sebelumnya. Setelah dilakukan pelatihan ini, dia berharap para ibu rumah tangga di RT 03 RW 03 dapat mandiri membentuk bank sampah.
“Harapannya, kegiatan ini akan menular di desa-desa lain di Kecamatan Klirong,” ujar Ida Betanursanti kepada Suara Merdeka di sela-sela kegiatan.
Baca Juga: Kurangi Sampah Plastik, Pesantren Al Hasani Gunakan Besek untuk Salurkan Daging Kurban
Menurut Ida, ibu-ibu setiap hari bersinggungan dengan sampah. Kegiatan harian akan menghasilan sampah. Sehingga jika tidak dibiarkan akan kotor. Jadi melalui pengelolaan sampah, bisa menjaga kebersihan sekaligus menghasilkan uang.
“Harapannya ibu-ibu di sini nantinya, hasil tabungan sampah ini bisa menunjang tambahan dana saat hari raya Idul Fitri alias tabunga Lebaran,” imbuhnya.
Baca Juga: Polisi Bersama Masyarakat Bersihkan Alun-alun Manunggal dan Pasar Tumenggungan
Kepala Desa Klegenwonosari Puji Santoso mengapresiasi kepada LP3M STTM Kebumen yang menggelar pelatihan yang bermanfaat bagi warga desanya. Menurut dia, sepertinya hal itu sepele, namun ternyata memiliki banyak manfaat. Selain menciptakan lingkungan sehat, pengelolaan sampah akan meningkatkan perekonomian warga.
“Selama ini ibu-ibu belum tahu, jadi sampah diambil tukang rongsok atau dibakar di pekarangan. Harapannya, masyarakat di lingkungan RT 03 RW 03 ini menjadi contoh bagi warga wilayah lain dalam pengelolaan sampah rumah tangga,” ujar Puji Santoso. (pdm)














Saat ini belum ada komentar