Gubernur Ahmad Luthfi; Pembangunan Jateng Butuh Nafas Kebersamaan
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 11 Jun 2025
- visibility 1.857
- comment 0 komentar

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat membuka retret kepemimpinan. (Foto: Humas Jateng)
SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara resmi membuka Manunggal Leadership Retret: Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah yang digelar di Lapangan BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Selasa 10 Juni 2025.
Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam membangun Jawa Tengah. Menurutnya, pembangunan tidak bisa dilakukan secara parsial atau individual.
“Membangun Jawa Tengah tidak bisa kasuistik, tidak bisa apple to apple. Kita butuh sinergi, kolaborasi, dan harus mengesampingkan ego sektoral. Di situlah pentingnya nafas kebersamaan,” tegas Luthfi.
Kegiatan retret ini diikuti 438 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari Wakil Bupati/Walikota, kepala OPD, direktur BUMD, pejabat administrator, hingga analis kebijakan.
Retret Kepemimpinan: Integrasi Program Asta Cita Presiden RI
Retret ini juga menjadi wujud nyata integrasi program pembangunan di Jawa Tengah dengan Asta Cita Presiden RI. Program tidak hanya dijelaskan dalam bentuk materi, tetapi juga diimplementasikan melalui aksi konkret di lapangan.
Kurikulum retret disusun bersama Lemhannas RI dan melibatkan narasumber dari berbagai lembaga strategis nasional seperti Bappenas, KemenPAN-RB, Kemendagri, KPK RI, Kejaksaan Tinggi, tokoh agama, dan widyaiswara BPSDMD Jawa Tengah.
Pelatihan ini juga memenuhi standar pengembangan kompetensi ASN sesuai dengan PP Nomor 11 Tahun 2017. Luthfi menyebut, pelatihan untuk eselon 2 dan 3 sudah mencakup 36 jam pelajaran, sebagai bagian dari sistem merit dan peningkatan profesionalisme ASN di Jawa Tengah.
“Tujuannya jelas, mewujudkan pemerintahan yang lebih maju, profesional, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” kata Luthfi.
136 Program Strategis Jawa Tengah Disiapkan, Ini Rinciannya
Pemprov Jateng sendiri mencanangkan 136 program pembangunan, yang terdiri dari 11 program prioritas, 22 program intervensi, 61 program aksi, dan 42 program taktis. Seluruh program tersebut selaras dengan visi misi Asta Cita Presiden RI melalui pendekatan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong dan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada tiga perwakilan: Wakil Bupati Temanggung, Kepala Dinas ESDM Jateng, dan Dirut Bank Jateng.
Sekda Provinsi Jateng, Sumarno, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk pemimpin yang humanis, responsif, serta memiliki integritas tinggi dalam pelayanan publik, keamanan daerah, dan pemerintahan bersih.







Saat ini belum ada komentar