Rest Area Talaga Sunda Jadi Ikon Wisata Jalur Selatan, Masjid Perahu Jadi Daya Tarik
- account_circle Anindya Astadewi
- calendar_month Jum, 27 Mar 2026
- visibility 442
- comment 0 komentar

Susana Warung Dahar Talaga Sunda. (Foto: Padmo)
Kawasan ini juga menghadirkan elemen wisata tambahan berupa satwa seperti burung unta, rusa, merak, dan domba. Di salah satu sisi danau, berdiri bangunan bergaya kastil yang menjadi latar foto favorit, meski tidak dibuka untuk umum.
Kombinasi masjid, danau, serta wahana rekreasi menjadikan Talaga Sunda lebih dari sekadar rest area, melainkan destinasi wisata singkat bagi keluarga.

Ruang Singgah Nyaman bagi Pemudik
Masjid As-Shodiqin beroperasi selama 24 jam, sehingga pemudik dapat singgah kapan saja. Area sekitar juga ditata dengan ruang terbuka hijau, tanaman hias, serta kolam ikan yang menciptakan suasana tenang.
“Masjid ini buka 24 jam. Kalau ada yang mau istirahat juga bisa, biasanya ada petugas yang berjaga,” ujar Yusep.
Salah satu pengunjung, Dewi warga Kebumen, mengaku memanfaatkan kawasan ini sebagai tempat jeda perjalanan saat perjalanan mudik ke Tasikmalaya. Selain fasilitas yang tersedia cukup memadai dan nyaman, terdapat Warung Dahar Tagala Sunda yang menyediakan kuliner khas sunda dengan konsep di restoran apung khas rumah makan grup Mang Engking.
“Kebetulan saya sangat suka dengan menu makanan khas sunda. Susana di gubuk apungnya sangat nyaman dan tenang,” ujarnya. *** Makin tahun Indonesia
- Penulis: Anindya Astadewi
- Editor: Hanny Garnet







Saat ini belum ada komentar