Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Ketika Anak Muda Berunjuk Rasa

Ketika Anak Muda Berunjuk Rasa

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
  • visibility 1.858
  • comment 0 komentar

SABTU, 30 Agustus 2025, sekelompok anak muda mengadakan unjuk rasa di Kebumen. Kegiatan yang diawali dari Markas Polres Kebumen ini kemudian dilanjutkan dengan long march menuju Gedung DPRD di selatan Alun-alun kota. Awalnya semua berjalan sejuk. Sore hingga malam demonstrasi berkembang ricuh. Kayu dan batu dilempar, ban-ban dibakar. Siapa pelakunya?

Menurut Kapolres Kebumen, mayoritas pelaku rusuh adalah anak-anak SMA. Dalam berbagai video yang berseliweran di media sosial juga tampak bagaimana sosok-sosok remaja ambil bagian secara aktif dalam unjuk rasa.

Sehari kemudian beredar data pribadi anak-anak yang diamankan. Entah daftar itu benar atau tidak. Jika pun informasi itu benar, sungguh ini adalah pelanggaran berat terhadap privasi anak dan perlindungan hak-hak anak. Bahkan dalam pengadilan anak pun, nama anak tak pernah disebut dan pengadilan selalu dilaksanakan tertutup.

Banyak pihak memberi tanggapan atas aksi para remaja ini. Hampir semua pihak kompak mengatakan bahwa keterlibatan remaja usia sekolah dalam unjuk rasa patut disesalkan. Bahwa demonstran remaja adalah anak nakal. Bahwa anak sekolah seharusnya berada di kelas, tidak ikut-ikutan turun ke jalan. Salah satu lembaga pendidikan bahkan menyebarkan poster digital “Siswa SMK Fokus Prestasi, Bukan Demonstrasi”. Semakin kuatlah citra unjuk rasa adalah pekerjaan anak nakal tanpa masa depan.

Penting untuk membandingkan peristiwa ini dengan kondisi Kebumen di tahun 1949. Saat itu, barisan anak muda berusia 15-18 tahun turun berjuang demi bangsa. Sebagai bagian dari Tentara Pelajar mereka bertempur melawan ketidakadilan penjajah, menegakkan kedaulatan bangsa. Pertempuran Sidobunder yang legendaris menjadi pembuktian cinta mereka pada tanah air.

Sama-sama anak muda belasan tahun. Sama-sama meninggalkan kelas. Sama-sama memperjuangkan keyakinan demi kebaikan bangsa. Mengapa tanggapannya berbeda langit dan bumi? Apakah karena saat itu yang dihadapi penjajah asing? Bukankah yang diperangi sama-sama ketidakadilan dan pengkhianatan terhadap nilai kebaikan?

Jawaban yang sekarang lazim muncul: karena anak muda belum paham lika-liku politik, karena anak muda akan mudah diperalat, karena anak muda akan lebih baik belajar di kelas agar cerah masa depannya.

Ki Hajar Dewantara akan menangis jika alasan-alasan di atas dipakai untuk mengikat anak dalam ruang kelas. Pendidikan yang muncul pun menjadi pendidikan semu yang menjauhkan anak didik dari realita kehidupan. Pendidikan semacam ini semata mengejar nilai dan prestasi akademis namun mengabaikan proses pendewasaan pribadi untuk menjadi warga negara yang membumi, berwawasan luas, kritis dan cerdas.

Momentum Introspeksi Lembaga Pendidikan, Pendidik, Pemerintah dan Masyarakat

Munculnya wajah-wajah remaja dalam parlemen jalanan jangan ditanggapi dengan stigma negatif sebagai alat memaksa mereka masuk ke ruang kelas. Jangan ada pemahaman bahwa terlibat dalam unjuk rasa adalah sebuah kejahatan dan kenakalan yang harus diberantas.

Semestinya momen ini justru menjadi momen introspeksi untuk lembaga pendidikan, para pendidik, pemerintah dan masyarakat. Apakah sekolah kita telah menjadi wadah berkembangnya jiwa-jiwa muda calon pemimpin bangsa yang berempati dan paham atas beban dan derita bangsanya? Atau hanya jadi pabrik penghasil pribadi steril jauh dari realita masyarakat untuk kelak menjadi penguasa pongah serakah yang menghalalkan segala cara?

Budaya berpikir kritis, berdialog, bersikap dewasa mesti menjadi bagian integral dalam pendidikan. Bawalah berbagai masalah bangsa ke ruang kelas, diskusikan dalam suasana setara. Didik anak-anak untuk berani berbeda pendapat tanpa memunculkan kebencian dan kehilangan akal sehat. Ijinkan mereka untuk bersuara, bahkan di ranah publik, bahkan ikut unjuk rasa sekalipun. Bisa jadi mereka salah, tapi pasti mereka akan belajar.

Sekolah yang baik semestinya menjadi jembatan bagi anak didik untuk memahami masyarakat dan bangsanya. Sekolah yang buruk akan mengurung anak didiknya di kotak-kotak kelas, berlagak bisu tuli terhadap hidup nyata sehari-hari di sekitarnya.

Pada saatnya nanti kita tak akan lagi was-was ketika para remaja turun ke jalan, karena mereka telah memiliki bekal memadai: cerdas mengupas dan tajam memilih. Mereka adalah warga negara muda yang memiliki cinta tulus pada bangsa ini. Ketulusan yang hari-hari ini terasa semakin langka. ***

Sigit Tri Prabowo, peminat isu pendidikan dan sosial.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • H Yulianto

    Ambil Formulir Pendaftaran di DPC PDI Perjuangan, H Yulianto Usung Tagline Kebumen Sugih

    • calendar_month Sen, 6 Mei 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 3.370
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Setelah resmi ditetapkan sebagai calon DPRD Kebumen terpilih, pengusaha asal Desa Benerwetan, Kecamatan Ambal H Yulianto SE berniat untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati  (Pilbup) Kebumen 2024. Hal itu ditunjukkan dengan mengambil formulir pendaftaran di DPC PDI Perjuangan Kebumen, Minggu 5 Mei 2024. Usai mengikuti Rapat Koordinasi Cabang Khusus […]

  • Upacara Pedang Pora Warnai Penyambutan Kapolres Kebumen AKBP Recky

    Upacara Pedang Pora Warnai Penyambutan Kapolres Kebumen AKBP Recky

    • calendar_month Jum, 22 Des 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.158
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Jabatan Kapolres Kebumen resmi diemban oleh Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Albertus Recky Robertho. Ia menggantikan AKBP Burhanuddin yang diangkat sebagai Wakapolres Metro Jaktim. Penyambutan kapolres baru diwarnai dengan tradisi pedang pora dipimpin langsung oleh Wakapolres Kompol Bakti Kautsar Ali, Jumat 22 Desember 2023. Hadir PJU Polres, para kapolsek, para perwira, dan […]

  • Bupati Kebumen Buka Jambore Nasional I JATAM, Muhammadiyah Perjuangkan Kedaulatan Pangan dari Akar Rumput

    Bupati Kebumen Buka Jambore Nasional I JATAM, Muhammadiyah Perjuangkan Kedaulatan Pangan dari Akar Rumput

    • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 596
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Muhammadiyah melalui Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat menggelar Jambore Nasional I Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) di Pendopo Kabumian Kebumen, Jumat-Minggu, 19-21 September 2025. Acara yang mengusung tema “Daulat Pangan untuk Indonesia Berkemakmuran” ini diawali dengan pembukaan expo dan bazar UMKM. Jambore ini merupakan kelanjutan dari perjuangan Muhammadiyah yang telah dimulai sejak […]

  • Bupati Lilis ‘Turun Gunung’, Pimpin Kerja Bakti Bersihkan Area Kotor Alun-alun Pancasila Kebumen

    Bupati Lilis ‘Turun Gunung’, Pimpin Kerja Bakti Bersihkan Area Kotor Alun-alun Pancasila Kebumen

    • calendar_month Jum, 10 Okt 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 378
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Berbagai elemen masyarakat mulai dari Bupati, Ketua Tim Penggerak PKK, pimpinan OPD, staf, karyawan magang, hingga petugas kebersihan bergotong-royong melaksanakan kerja bakti membersihkan area Alun-alun Pancasila Kebumen, Jumat 10 Oktober 2025. Aksi bersih-bersih ini merupakan tindak lanjut dari sidak yang sebelumnya dilakukan oleh Bupati Lilis Nuryani dan menemukan sejumlah area alun-alun dalam […]

  • Satu Tahun Berlalu, Proyek Jembatan Gantung Ungaran Tak Kunjung Selesai, Ada Apa?

    Satu Tahun Berlalu, Proyek Jembatan Gantung Ungaran Tak Kunjung Selesai, Ada Apa?

    • calendar_month Sab, 12 Apr 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.075
    • 0Komentar

    KUTOWINANGUN (KebumenUpdate.com) – Proyek pembangunan jembatan gantung di Desa Ungaran Kecamatan Kutowinangun telah memicu keluhan dari warga setempat. Proyek yang dikerjakan pada Januari-Maret 2024, hingga April 2025 belum juga selesai, diduga akibat ketidaksesuaian spesifikasi konstruksi yang menyebabkan jembatan tidak dapat digunakan. Jembatan yang diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat di atas Sungai Bedegolan ini, hingga kini […]

  • Menjawab Pertanyaan Masyarakat, Ini Bus Trans Kebumen yang Dimiliki Pemkab

    Menjawab Pertanyaan Masyarakat, Ini Bus Trans Kebumen yang Dimiliki Pemkab

    • calendar_month Sen, 4 Des 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 6.927
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kemunculan halte-halte di sepanjang Jalan Nasional bertuliskan Trans Kebumen akhirnya menjawab pertanyaan masyarakat. Ya, menjelang akhir tahun 2023 Pemkab Kebumen mengadakan dua unit Bus Trans Kebumen. Senin, 4 Desember 2023 terlihat bus tersebut mulai dilakukan uji fungsi/fisik oleh Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kebumen selaku pengguna anggaran, dengan mengajak anak-anak sekolah berkeliling […]

expand_less