Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Ketika Anak Muda Berunjuk Rasa

Ketika Anak Muda Berunjuk Rasa

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
  • visibility 2.076
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

SABTU, 30 Agustus 2025, sekelompok anak muda mengadakan unjuk rasa di Kebumen. Kegiatan yang diawali dari Markas Polres Kebumen ini kemudian dilanjutkan dengan long march menuju Gedung DPRD di selatan Alun-alun kota. Awalnya semua berjalan sejuk. Sore hingga malam demonstrasi berkembang ricuh. Kayu dan batu dilempar, ban-ban dibakar. Siapa pelakunya?

Menurut Kapolres Kebumen, mayoritas pelaku rusuh adalah anak-anak SMA. Dalam berbagai video yang berseliweran di media sosial juga tampak bagaimana sosok-sosok remaja ambil bagian secara aktif dalam unjuk rasa.

Sehari kemudian beredar data pribadi anak-anak yang diamankan. Entah daftar itu benar atau tidak. Jika pun informasi itu benar, sungguh ini adalah pelanggaran berat terhadap privasi anak dan perlindungan hak-hak anak. Bahkan dalam pengadilan anak pun, nama anak tak pernah disebut dan pengadilan selalu dilaksanakan tertutup.

Banyak pihak memberi tanggapan atas aksi para remaja ini. Hampir semua pihak kompak mengatakan bahwa keterlibatan remaja usia sekolah dalam unjuk rasa patut disesalkan. Bahwa demonstran remaja adalah anak nakal. Bahwa anak sekolah seharusnya berada di kelas, tidak ikut-ikutan turun ke jalan. Salah satu lembaga pendidikan bahkan menyebarkan poster digital “Siswa SMK Fokus Prestasi, Bukan Demonstrasi”. Semakin kuatlah citra unjuk rasa adalah pekerjaan anak nakal tanpa masa depan.

Penting untuk membandingkan peristiwa ini dengan kondisi Kebumen di tahun 1949. Saat itu, barisan anak muda berusia 15-18 tahun turun berjuang demi bangsa. Sebagai bagian dari Tentara Pelajar mereka bertempur melawan ketidakadilan penjajah, menegakkan kedaulatan bangsa. Pertempuran Sidobunder yang legendaris menjadi pembuktian cinta mereka pada tanah air.

Sama-sama anak muda belasan tahun. Sama-sama meninggalkan kelas. Sama-sama memperjuangkan keyakinan demi kebaikan bangsa. Mengapa tanggapannya berbeda langit dan bumi? Apakah karena saat itu yang dihadapi penjajah asing? Bukankah yang diperangi sama-sama ketidakadilan dan pengkhianatan terhadap nilai kebaikan?

Jawaban yang sekarang lazim muncul: karena anak muda belum paham lika-liku politik, karena anak muda akan mudah diperalat, karena anak muda akan lebih baik belajar di kelas agar cerah masa depannya.

Ki Hajar Dewantara akan menangis jika alasan-alasan di atas dipakai untuk mengikat anak dalam ruang kelas. Pendidikan yang muncul pun menjadi pendidikan semu yang menjauhkan anak didik dari realita kehidupan. Pendidikan semacam ini semata mengejar nilai dan prestasi akademis namun mengabaikan proses pendewasaan pribadi untuk menjadi warga negara yang membumi, berwawasan luas, kritis dan cerdas.

Momentum Introspeksi Lembaga Pendidikan, Pendidik, Pemerintah dan Masyarakat

Munculnya wajah-wajah remaja dalam parlemen jalanan jangan ditanggapi dengan stigma negatif sebagai alat memaksa mereka masuk ke ruang kelas. Jangan ada pemahaman bahwa terlibat dalam unjuk rasa adalah sebuah kejahatan dan kenakalan yang harus diberantas.

Semestinya momen ini justru menjadi momen introspeksi untuk lembaga pendidikan, para pendidik, pemerintah dan masyarakat. Apakah sekolah kita telah menjadi wadah berkembangnya jiwa-jiwa muda calon pemimpin bangsa yang berempati dan paham atas beban dan derita bangsanya? Atau hanya jadi pabrik penghasil pribadi steril jauh dari realita masyarakat untuk kelak menjadi penguasa pongah serakah yang menghalalkan segala cara?

Budaya berpikir kritis, berdialog, bersikap dewasa mesti menjadi bagian integral dalam pendidikan. Bawalah berbagai masalah bangsa ke ruang kelas, diskusikan dalam suasana setara. Didik anak-anak untuk berani berbeda pendapat tanpa memunculkan kebencian dan kehilangan akal sehat. Ijinkan mereka untuk bersuara, bahkan di ranah publik, bahkan ikut unjuk rasa sekalipun. Bisa jadi mereka salah, tapi pasti mereka akan belajar.

Sekolah yang baik semestinya menjadi jembatan bagi anak didik untuk memahami masyarakat dan bangsanya. Sekolah yang buruk akan mengurung anak didiknya di kotak-kotak kelas, berlagak bisu tuli terhadap hidup nyata sehari-hari di sekitarnya.

Pada saatnya nanti kita tak akan lagi was-was ketika para remaja turun ke jalan, karena mereka telah memiliki bekal memadai: cerdas mengupas dan tajam memilih. Mereka adalah warga negara muda yang memiliki cinta tulus pada bangsa ini. Ketulusan yang hari-hari ini terasa semakin langka. ***

Sigit Tri Prabowo, peminat isu pendidikan dan sosial.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Band Indie Amigdala Ramaikan Perayaan HUT ke-38 SMA N 1 Kutowinangun

    Band Indie Amigdala Ramaikan Perayaan HUT ke-38 SMA N 1 Kutowinangun

    • calendar_month Ming, 20 Nov 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.105
    • 0Komentar

    KUTOWINANGUN (KebumenUpdate.com) – Band indie asal Bandung, Amigdala, turut memeriahkan perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-38 SMA N 1 Kutowinangun (Smansaku). Selain Amigdala, Smansaku juga menghadirkan pemenang dari lomba festival band, serta grup musik lain di antaranya Netra Band dan Strato Band. Dengan tagline “Metamorfuture” yang berarti setiap tingkatan kehidupan selanjutnya akan menghasilkan […]

  • Keutamaan Bulan Zulhijah

    Habib Syech Ungkap Keutamaan 10 Hari Bulan Zulhijah

    • calendar_month Sel, 27 Jun 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.464
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Bulan Zulhijah memiliki  banyak keutamaan dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain di kalander hijriyah. Hal itu disampaikan oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf saat mengisi Kebumen Bersholawat  dalam rangkaian Kebumen International Expo (KIE) 2023 di Alun-alun Kebumen, 19 Juni 2023. Dalam tausiyah singkatnya Habib Syech menyampaikan pentingnya keutamaan 10 hari pertama bulan […]

  • Kecelakaan Lalulintas di Kebumen

    1,5 Bulan, Polres Kebumen Catat 13 Orang Meninggal Akibat Lakalantas

    • calendar_month Rab, 16 Feb 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.738
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kebumen cukup tinggi. Sejak awal Januari hingga Senin 14 Februari 2022, Polres Kebumen mencatat 13 korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. “Salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas ialah pelanggaran yang dilakukan pengendara atau pengguna jalan. Pada beberapa kasus kecelakaan, bahkan menyebabkan kematian,” ujar Kapolres […]

  • Drone dan Mekanisasi Dongkrak Hasil Panen Desa Bagung Kecamatan Prembun

    Drone dan Mekanisasi Dongkrak Hasil Panen Desa Bagung Kecamatan Prembun

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 749
    • 0Komentar

    PREMBUN (KebumenUpdate.com) – Sektor pertanian di Kabupaten Kebumen menunjukkan kemajuan signifikan melalui implementasi sistem Corporate Farming. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan Panen Raya Padi oleh Kelompok Tani (Poktan) Sri Rejeki di Desa Bagung, Kecamatan Prembun, Kamis 29 Januari 2026. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani, yang memberikan apresiasi atas keberhasilan para petani […]

  • Kembali Bekerja, Bupati Minta ASN Layani Masyarakat dengan Baik

    Kembali Bekerja, Bupati Minta ASN Layani Masyarakat dengan Baik

    • calendar_month Sen, 10 Jun 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.248
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate) – Mengawali hari pertama bekerja setelah liburan Lebaran, Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz bersama Wakil Bupati H Arif Sugiyanto SH menggelar halal bihalal bersama jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan ASN di jajaran Pemkab Kebumen, Senin (10/6/2019). Digelar usai apel pagi acara sungkeman itu berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen. Bupati […]

  • Civitas Hospitalia RSDS Kebumen Gelar Kegiatan Charity RSDS Berbagi

    Civitas Hospitalia RSDS Kebumen Gelar Kegiatan Charity RSDS Berbagi

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.907
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Menyikapi libur dan cuti bersama Idulfitri 1444 H, pelayanan kesehatan baik poliklinik maupun fasilitas pendukung lainnya di RSUD dr Soedirman (RSDS) Kebumen tetap dibuka untuk masyarakat. “RSDS Kebumen pelayanannya tetap buka di dua hari pertama yaitu 19 dan 20 April. Semua poli buka dan pendukung lainnya,” kata Direktur RSDS Kebumen dr Arif […]

expand_less