Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Ketika Anak Muda Berunjuk Rasa

Ketika Anak Muda Berunjuk Rasa

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
  • visibility 1.928
  • comment 0 komentar

SABTU, 30 Agustus 2025, sekelompok anak muda mengadakan unjuk rasa di Kebumen. Kegiatan yang diawali dari Markas Polres Kebumen ini kemudian dilanjutkan dengan long march menuju Gedung DPRD di selatan Alun-alun kota. Awalnya semua berjalan sejuk. Sore hingga malam demonstrasi berkembang ricuh. Kayu dan batu dilempar, ban-ban dibakar. Siapa pelakunya?

Menurut Kapolres Kebumen, mayoritas pelaku rusuh adalah anak-anak SMA. Dalam berbagai video yang berseliweran di media sosial juga tampak bagaimana sosok-sosok remaja ambil bagian secara aktif dalam unjuk rasa.

Sehari kemudian beredar data pribadi anak-anak yang diamankan. Entah daftar itu benar atau tidak. Jika pun informasi itu benar, sungguh ini adalah pelanggaran berat terhadap privasi anak dan perlindungan hak-hak anak. Bahkan dalam pengadilan anak pun, nama anak tak pernah disebut dan pengadilan selalu dilaksanakan tertutup.

Banyak pihak memberi tanggapan atas aksi para remaja ini. Hampir semua pihak kompak mengatakan bahwa keterlibatan remaja usia sekolah dalam unjuk rasa patut disesalkan. Bahwa demonstran remaja adalah anak nakal. Bahwa anak sekolah seharusnya berada di kelas, tidak ikut-ikutan turun ke jalan. Salah satu lembaga pendidikan bahkan menyebarkan poster digital “Siswa SMK Fokus Prestasi, Bukan Demonstrasi”. Semakin kuatlah citra unjuk rasa adalah pekerjaan anak nakal tanpa masa depan.

Penting untuk membandingkan peristiwa ini dengan kondisi Kebumen di tahun 1949. Saat itu, barisan anak muda berusia 15-18 tahun turun berjuang demi bangsa. Sebagai bagian dari Tentara Pelajar mereka bertempur melawan ketidakadilan penjajah, menegakkan kedaulatan bangsa. Pertempuran Sidobunder yang legendaris menjadi pembuktian cinta mereka pada tanah air.

Sama-sama anak muda belasan tahun. Sama-sama meninggalkan kelas. Sama-sama memperjuangkan keyakinan demi kebaikan bangsa. Mengapa tanggapannya berbeda langit dan bumi? Apakah karena saat itu yang dihadapi penjajah asing? Bukankah yang diperangi sama-sama ketidakadilan dan pengkhianatan terhadap nilai kebaikan?

Jawaban yang sekarang lazim muncul: karena anak muda belum paham lika-liku politik, karena anak muda akan mudah diperalat, karena anak muda akan lebih baik belajar di kelas agar cerah masa depannya.

Ki Hajar Dewantara akan menangis jika alasan-alasan di atas dipakai untuk mengikat anak dalam ruang kelas. Pendidikan yang muncul pun menjadi pendidikan semu yang menjauhkan anak didik dari realita kehidupan. Pendidikan semacam ini semata mengejar nilai dan prestasi akademis namun mengabaikan proses pendewasaan pribadi untuk menjadi warga negara yang membumi, berwawasan luas, kritis dan cerdas.

Momentum Introspeksi Lembaga Pendidikan, Pendidik, Pemerintah dan Masyarakat

Munculnya wajah-wajah remaja dalam parlemen jalanan jangan ditanggapi dengan stigma negatif sebagai alat memaksa mereka masuk ke ruang kelas. Jangan ada pemahaman bahwa terlibat dalam unjuk rasa adalah sebuah kejahatan dan kenakalan yang harus diberantas.

Semestinya momen ini justru menjadi momen introspeksi untuk lembaga pendidikan, para pendidik, pemerintah dan masyarakat. Apakah sekolah kita telah menjadi wadah berkembangnya jiwa-jiwa muda calon pemimpin bangsa yang berempati dan paham atas beban dan derita bangsanya? Atau hanya jadi pabrik penghasil pribadi steril jauh dari realita masyarakat untuk kelak menjadi penguasa pongah serakah yang menghalalkan segala cara?

Budaya berpikir kritis, berdialog, bersikap dewasa mesti menjadi bagian integral dalam pendidikan. Bawalah berbagai masalah bangsa ke ruang kelas, diskusikan dalam suasana setara. Didik anak-anak untuk berani berbeda pendapat tanpa memunculkan kebencian dan kehilangan akal sehat. Ijinkan mereka untuk bersuara, bahkan di ranah publik, bahkan ikut unjuk rasa sekalipun. Bisa jadi mereka salah, tapi pasti mereka akan belajar.

Sekolah yang baik semestinya menjadi jembatan bagi anak didik untuk memahami masyarakat dan bangsanya. Sekolah yang buruk akan mengurung anak didiknya di kotak-kotak kelas, berlagak bisu tuli terhadap hidup nyata sehari-hari di sekitarnya.

Pada saatnya nanti kita tak akan lagi was-was ketika para remaja turun ke jalan, karena mereka telah memiliki bekal memadai: cerdas mengupas dan tajam memilih. Mereka adalah warga negara muda yang memiliki cinta tulus pada bangsa ini. Ketulusan yang hari-hari ini terasa semakin langka. ***

Sigit Tri Prabowo, peminat isu pendidikan dan sosial.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • HIPMI Kebumen

    HIPMI Kebumen Sowan Tokoh dan Ulama, Matangkan Program Pesantrenpreneur

    • calendar_month Sen, 30 Mei 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.442
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia HIPMI Kebumen melakukan safari untuk sowan ke sejumlah tokoh dan ulama di Kebumen, Sabtu 28 Mei 2022. Selain mengawali program kerja usai lebaran Idul Fitri,  kunjungan silaturahmi ini sekaligus untuk menyampaikan rencana program kerja HIPMI Kebumen terutama Pesantrenpreneur. Sowan ke kediaman Rois Syuriah PCNU […]

  • Rotary Club of Walet Kebumen

    Rotary Club of Walet Kebumen Gandeng Tim Ahli Survei Mata Air, Lanjutkan Program Pipanisasi di Desa Ginandong

    • calendar_month Kam, 26 Mei 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.576
    • 0Komentar

    Desa Ginandong menjadi sasaran program kolaborasi Rotary Club of Walet Kebumen, Rotary Club of Yogya Tugu untuk diusulkan mendapatkan bantuan dari yayasan Water-en Gezondheidszorg Projecten Netherland. KARANGGAYAM (KebumenUpdate.com) – Bagi para petani yang mendapatkan masuk dalam area irigasi teknis, mereka bisa menikmati panen tiga kali dalam setahun. Yakni dua kali panen padi pada musim tanam […]

  • 60 Relawan PMI Kebumen Ikuti Pelatihan Water Rescue di Jembangan

    60 Relawan PMI Kebumen Ikuti Pelatihan Water Rescue di Jembangan

    • calendar_month Kam, 29 Feb 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.083
    • 0Komentar

    PONCOWARNO (KebumenUpdate.com) – Menjadi relawan lembaga kemanusiaan tentu harus memiliki skill/kemampuan di bidang spesialisasi, salah satunya water rescue atau penyelamatan di air. Baru-baru ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen mengadakan pelatihan water rescue atau teknik penyelamatan dan kedaruratan di air, Rabu 28 Februari 2024. Berlangsung di Jembangan Wisata Alam, Kecamatan Poncowarno, pelatihan water rescue […]

  • Pamit ke Sawah Sejak Pagi, Lansia di Kebumen Ditemukan Meninggal Dunia di Lahan Miliknya

    Pamit ke Sawah Sejak Pagi, Lansia di Kebumen Ditemukan Meninggal Dunia di Lahan Miliknya

    • calendar_month Kam, 4 Jun 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 293
    • 0Komentar

    BUAYAN (KebumenUpdate.com) – Seorang petani bernama Hadimarsono (68), warga Desa Wonodadi, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, ditemukan meninggal dunia di area persawahan Blok Siwaru, Desa Geblug, Kecamatan Buayan, pada Rabu 3 Juni 2026 sore. Korban pertama kali ditemukan oleh cucunya dalam kondisi tergeletak di lahan sawah miliknya sekitar pukul 17.15 WIB. Sang cucu sengaja menyusul ke […]

  • Hari Buruh, Santunan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Diberikan ke Ahli Waris

    Hari Buruh, Santunan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Diberikan ke Ahli Waris

    • calendar_month Rab, 1 Mei 2024
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.037
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Sarasehan memperingati Hari Buruh (May Day) digelar Pemerintah Kabupaten Kebumen bersama stakeholder terkait, Kamis 1 Mei 2024 di gedung PLUT UMKM Kebumen. Bupati Arif Sugiyanto yang hadir sebagai pembicara menyampaikan selamat Hari Buruh kepada seluruh lapisan masyarakat. Ia mengajak peringatan hari buruh tanpa harus melakukan aksi-aksi yang anarkis, karena segala sesuatunya bisa […]

  • Linmas Se-Kecamatan Karanggayam Mendapat Pelatihan Pertolongan Pertama Dari PMI Kebumen

    Linmas Se-Kecamatan Karanggayam Mendapat Pelatihan Pertolongan Pertama Dari PMI Kebumen

    • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.251
    • 0Komentar

    KARANGGAYAM (KebumenUpdate.com) – Anggota perlindungan masyarakat (Linmas) se-Kecamatan Karanggayam mendapatkan pelatihan dasar pertolongan pertama dan kedaruratan medis dari PMI Kabupaten Kebumen pada Kamis, 14 Juli 2022. Bertempat di Aula Kecamatan Karanggayam, kegiatan ini diikuti oleh 30 anggota Linmas. Adapun narasumber pada kegiatan ini yaitu Ircham Dwi dan Siti Mutaliah. Baca juga: PMI Kebumen Gelar Pelatihan Manajemen […]

expand_less