Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Artikel » Ketika Anak Muda Berunjuk Rasa

Ketika Anak Muda Berunjuk Rasa

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
  • visibility 1.987
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

SABTU, 30 Agustus 2025, sekelompok anak muda mengadakan unjuk rasa di Kebumen. Kegiatan yang diawali dari Markas Polres Kebumen ini kemudian dilanjutkan dengan long march menuju Gedung DPRD di selatan Alun-alun kota. Awalnya semua berjalan sejuk. Sore hingga malam demonstrasi berkembang ricuh. Kayu dan batu dilempar, ban-ban dibakar. Siapa pelakunya?

Menurut Kapolres Kebumen, mayoritas pelaku rusuh adalah anak-anak SMA. Dalam berbagai video yang berseliweran di media sosial juga tampak bagaimana sosok-sosok remaja ambil bagian secara aktif dalam unjuk rasa.

Sehari kemudian beredar data pribadi anak-anak yang diamankan. Entah daftar itu benar atau tidak. Jika pun informasi itu benar, sungguh ini adalah pelanggaran berat terhadap privasi anak dan perlindungan hak-hak anak. Bahkan dalam pengadilan anak pun, nama anak tak pernah disebut dan pengadilan selalu dilaksanakan tertutup.

Banyak pihak memberi tanggapan atas aksi para remaja ini. Hampir semua pihak kompak mengatakan bahwa keterlibatan remaja usia sekolah dalam unjuk rasa patut disesalkan. Bahwa demonstran remaja adalah anak nakal. Bahwa anak sekolah seharusnya berada di kelas, tidak ikut-ikutan turun ke jalan. Salah satu lembaga pendidikan bahkan menyebarkan poster digital “Siswa SMK Fokus Prestasi, Bukan Demonstrasi”. Semakin kuatlah citra unjuk rasa adalah pekerjaan anak nakal tanpa masa depan.

Penting untuk membandingkan peristiwa ini dengan kondisi Kebumen di tahun 1949. Saat itu, barisan anak muda berusia 15-18 tahun turun berjuang demi bangsa. Sebagai bagian dari Tentara Pelajar mereka bertempur melawan ketidakadilan penjajah, menegakkan kedaulatan bangsa. Pertempuran Sidobunder yang legendaris menjadi pembuktian cinta mereka pada tanah air.

Sama-sama anak muda belasan tahun. Sama-sama meninggalkan kelas. Sama-sama memperjuangkan keyakinan demi kebaikan bangsa. Mengapa tanggapannya berbeda langit dan bumi? Apakah karena saat itu yang dihadapi penjajah asing? Bukankah yang diperangi sama-sama ketidakadilan dan pengkhianatan terhadap nilai kebaikan?

Jawaban yang sekarang lazim muncul: karena anak muda belum paham lika-liku politik, karena anak muda akan mudah diperalat, karena anak muda akan lebih baik belajar di kelas agar cerah masa depannya.

Ki Hajar Dewantara akan menangis jika alasan-alasan di atas dipakai untuk mengikat anak dalam ruang kelas. Pendidikan yang muncul pun menjadi pendidikan semu yang menjauhkan anak didik dari realita kehidupan. Pendidikan semacam ini semata mengejar nilai dan prestasi akademis namun mengabaikan proses pendewasaan pribadi untuk menjadi warga negara yang membumi, berwawasan luas, kritis dan cerdas.

Momentum Introspeksi Lembaga Pendidikan, Pendidik, Pemerintah dan Masyarakat

Munculnya wajah-wajah remaja dalam parlemen jalanan jangan ditanggapi dengan stigma negatif sebagai alat memaksa mereka masuk ke ruang kelas. Jangan ada pemahaman bahwa terlibat dalam unjuk rasa adalah sebuah kejahatan dan kenakalan yang harus diberantas.

Semestinya momen ini justru menjadi momen introspeksi untuk lembaga pendidikan, para pendidik, pemerintah dan masyarakat. Apakah sekolah kita telah menjadi wadah berkembangnya jiwa-jiwa muda calon pemimpin bangsa yang berempati dan paham atas beban dan derita bangsanya? Atau hanya jadi pabrik penghasil pribadi steril jauh dari realita masyarakat untuk kelak menjadi penguasa pongah serakah yang menghalalkan segala cara?

Budaya berpikir kritis, berdialog, bersikap dewasa mesti menjadi bagian integral dalam pendidikan. Bawalah berbagai masalah bangsa ke ruang kelas, diskusikan dalam suasana setara. Didik anak-anak untuk berani berbeda pendapat tanpa memunculkan kebencian dan kehilangan akal sehat. Ijinkan mereka untuk bersuara, bahkan di ranah publik, bahkan ikut unjuk rasa sekalipun. Bisa jadi mereka salah, tapi pasti mereka akan belajar.

Sekolah yang baik semestinya menjadi jembatan bagi anak didik untuk memahami masyarakat dan bangsanya. Sekolah yang buruk akan mengurung anak didiknya di kotak-kotak kelas, berlagak bisu tuli terhadap hidup nyata sehari-hari di sekitarnya.

Pada saatnya nanti kita tak akan lagi was-was ketika para remaja turun ke jalan, karena mereka telah memiliki bekal memadai: cerdas mengupas dan tajam memilih. Mereka adalah warga negara muda yang memiliki cinta tulus pada bangsa ini. Ketulusan yang hari-hari ini terasa semakin langka. ***

Sigit Tri Prabowo, peminat isu pendidikan dan sosial.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • FAJIM Ponpes Al Hasani: Dari Masa Lalu yang Kelam, Kembali ke Jalan yang Lurus

    FAJIM Ponpes Al Hasani: Dari Masa Lalu yang Kelam, Kembali ke Jalan yang Lurus

    • calendar_month Jum, 25 Agu 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.712
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Gus Fachrudin Achmad Nawawi sebagai pengelola Forum Anak Jalanan Insyaf Mengaji (FAJIM) sekaligus pengasuh Ponpes Al Hasani, mengatakan telah menyadarkan anak jalanan sehingga kembali ke jalan yang lurus. Hal itu ia sampaikan saat acara Jumat Curhat bersama Polres Kebumen, Jumat 25 Agustus 2023. Menurutnya, santri FAJIM saat ini semakin berkembang dengan anggota […]

  • Patroli Minggu

    Patroli Minggu, Polisi Amankan Ibadah di Gereja

    • calendar_month Ming, 5 Sep 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 899
    • 0Komentar

    PONCOWARNO (KebumenUpdate.com) – Polres Kebumen melaksanakan pengamanan jalannya ibadah rutin Minggu di Gereja-gereja, Minggu 5 September 2021. Seperti terpantau Polsek Poncowarno tampak melaksanakan patroli minggu, mengamankan pelaksanaan ibadah di Gereja Kerasulan Baru Desa Kedungdowo, Kecamatan Poncowarno. Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kasi Humas Polres Iptu Tugiman, mengatakan, pengamanan oleh personel kepolisian untuk memberikan rasa […]

  • Peletakan Batu Pertama 80.000 Gerai Koperasi Desa, Momentum Kebangkitan Ekonomi Rakyat

    Peletakan Batu Pertama 80.000 Gerai Koperasi Desa, Momentum Kebangkitan Ekonomi Rakyat

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 418
    • 0Komentar

    ALIAN (KebumenUpdate.com) – Pembangunan fisik 80.000 gerai, pergudangan, dan kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dimulai secara serentak di 800 desa/kelurahan di seluruh Indonesia pada Jumat, 17 Oktober 2025. Momen penting ini sekaligus bertepatan dengan ulang tahun Presiden Prabowo Subianto. Untuk Kabupaten Kebumen, acara peletakan batu pertama dipusatkan di Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, menempati bekas […]

  • Tinjau BLK Kebumen, Kadisnaker: Sesuai Standar Nasional

    Tinjau BLK Kebumen, Kadisnaker: Sesuai Standar Nasional

    • calendar_month Jum, 3 Feb 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.490
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen terus mendukung adanya pelatihan kerja dalam rangka mengurangi angka pengangguran. Salah satunya di Balai Latihan Kerja (BLK) yang merupakan UPT Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kebumen. “BLK ini memang salah satu UPT Disnaker yang dibentuk untuk melatih keterampilan orang agar bisa menjadi pekerja maupun berwirausaha. Saya liat tadi sudah cukup lengkap […]

  • Terlibat Aksi Anarkis, 98 Pelajar di Kebumen Diamankan, Bupati Minta Guru dan Orang Tua Perketat Pengawasan

    Terlibat Aksi Anarkis, 98 Pelajar di Kebumen Diamankan, Bupati Minta Guru dan Orang Tua Perketat Pengawasan

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.796
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pasca-unjuk rasa anarkis di Gedung DPRD Kebumen, Pemkab Kebumen menyoroti serius keterlibatan pelajar. Bupati Lilis Nuryani lantas menggelar rapat koordinasi dengan seluruh kepala sekolah se-Kabupaten Kebumen baik negeri maupun swasta, Senin 1 September 2025. Hal ini menyusul ditemukannya puluhan pelajar dari berbagai jenjang sekolah, termasuk sekolah terbaik, yang terlibat dalam aksi tersebut. Rakor […]

  • SMKN 1 Gombong

    SMKN 1 Gombong Raih 2 Medali Emas LKS Tingkat Nasional 2022

    • calendar_month Kam, 3 Nov 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.570
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate.com) – SMK Negeri 1 Gombong, Kebumen menorehkan prestasi yang sangat membanggakan.  Bagaimana tidak, pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Nasional ke-30 tahun 2022, SMKN 1 Gombong menyabet dua medali emas sekaligus. Siswa yang meraih prestasi pada lomba yang digelar oleh Kemendikbud Ristek melalui Pusat Prestasi Nasional itu atas nama Surya Gemilang siswa […]

expand_less