Rotary Club of Walet Kebumen Gandeng Tim Ahli Survei Mata Air, Lanjutkan Program Pipanisasi di Desa Ginandong

Rotary Club of Walet Kebumen
Rotary Club bersama tim ahli survei ke mata air. (Foto: Padmo)

Desa Ginandong menjadi sasaran program kolaborasi Rotary Club of Walet Kebumen, Rotary Club of Yogya Tugu untuk diusulkan mendapatkan bantuan dari yayasan Water-en Gezondheidszorg Projecten Netherland.

KARANGGAYAM (KebumenUpdate.com) – Bagi para petani yang mendapatkan masuk dalam area irigasi teknis, mereka bisa menikmati panen tiga kali dalam setahun. Yakni dua kali panen padi pada musim tanam I dan II dan panen palawija pada musim tanam III.

Bacaan Lainnya

Tapi lain cerita dialami oleh para petani dengan lahan tadah hujan. Dengan hanya mengandalkan air hujan, bisa panen sekali dalam setahun mereka sudah bersyukur. Bagaimana tidak, pada musim tanam I, seringkali air hujan yang ada tidak mencukupi untuk mengolah lahan.

“Sampai empat bulan musim hujan baru bisa menanam padi,” ujar Suradi salah satu petani di Dukuh Karangkamal Desa Ginandong. saat menerima rombongan Rotary Club of Walet Kebumen, Selasa 24 Mei 2022.

Baca Juga: Halal Bihalal Rotary Club of Walet Kebumen Ajang Silaturahmi dan Bahas Program Kerja

Para petani di desa menjadi sasaran program kolaborasi Rotary Club of Walet Kebumen, Rotary Club of Yogya Tugu untuk diusulkan mendapatkan bantuan dari yayasan Water-en Gezondheidszorg Projecten Netherland. Program tersebut dalam bentuk jaringan irigasi atau pipanisasi dari mata air Sibelet hingga ke ladang mereka yang jaraknya sekitar 2 kilometer.

Dijamu Sarapan Nasi Gudeg
Rotary Club of Walet Kebumen
Sarapan sebelum survei. (Foto: Padmo)

Kedatangan rombongan dipimpin Chatered President (CP) Rotary Club of Walet Kebumen Sugeng Budiawan bersama sejumlah rotarian antara lain PE Agus Susanto, SE Rahmat Haryanto, Rijon Ananta Kusumo, dan Heri Wibowo.

Pos terkait