Breaking News
light_mode
Topik Populer
Beranda » Hobby & Community » Merbabu Jalur Suwanting: View-nya Amazing, Jalurnya Bikin Sinting

Merbabu Jalur Suwanting: View-nya Amazing, Jalurnya Bikin Sinting

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sab, 4 Jun 2022
  • visibility 31.393
  • comment 0 komentar

Sebenarnya cukup miris melihat kondisi di Pos 3, di mana cukup banyak sampah milik pendaki lain yang ditinggal begitu saja. Padahal dengan membawa pulang atau turun kembali sampah milik kita, sudah cukup membantu mengurangi sampah yang ada di gunung. Jadi ada benarnya juga ungkapan “Jika ingin gunung bersih dari sampah, jangan boleh ada yang mendakinya.”

Keindahan sabana di Jalur Suwanting. (Foto: Hari)

Namun itu sama saja memukul rata, menganggap yang mengotori gunung dengan sampah adalah pendaki, bisa iya bisa tidak. Banyak pro kontra terkait permasalahan ini. Padahal tidak semua pendaki seperti itu. Di sinilah pentingnya kesadaran lingkungan masing-masing individu.

Baca juga: Belajar Kelola Sampah, OSIS dan Gaspala SMA N 2 Kebumen Kunjungi Bank Samiun

Memang dengan adanya pendaki, sedikit demi sedikit akan merusaknya. Mulai dari rumputnya yang sering diinjak, dijadikan lokasi tenda, membuat parit, dan seterusnya. Jika tanah sudah rusak, mudah longsor, maka pendaki akan mengambil jalur yang masih aman. Dengan menginjak kembali rumputnya, dan seterusnya.

Packing persiapan turun. (Foto: Hari)

Hampir sama dengan kondisi pantai. Yang tadinya asri, alami, privat. Setelah booming, lalu menjadi objek wisata. Banyak sampah, baik yang terbawa arus laut maupun yang tertinggal di pantai. Bagaimana?

Perjalanan turun awalnya berjalan beriringan, lama kelamaan kami mulai terpisah menjadi 3 kelompok kecil. Ini dikarenakan kondisi masing-masing dari kami berbeda. Ada yang tenaganya tetap full seperti orang tidak punya pusar (dalam bahasa Jawa: ora duwe wudel), ada yang terlihat enjoy menikmati perjalanan turun, ada pula yang kesusahan saat melangkah turun menapaki jalur. Saya termasuk yang kesusahan.

Akhirnya rombongan kami telah sampai di basecamp pada pukul 13.15 WIB dengan posisi saya yang paling akhir sampai. Itupun sudah terbantu jasa ojek dari gerbang pendakian ke basecamp. Jika berjalan kaki, mungkin akan memakan waktu kurang lebih 15 menit.

Perjalanan turun. (Foto: Hari)

Berhubung kami menargetkan sampai di Kebumen sebelum gelap, maka kami tarik mundur selama 3 jam. Itu artinya pada pukul 15.00 WIB kami sudah harus meninggalkan basecamp. Dengan memanfaatkan waktu yang terbatas, kami semua berbenah. Ada yang mandi, makan, packing, salat, dan lainnya.

Tepat sebelum pukul 15.00 WIB kami memulai perjalanan kembali ke Kebumen. Dan sampai di Kebumen menjelang azan Magrib berkumandang. Alhamdulillah, terimakasih kepada teman-teman, adik-adik, partner pendakian yang hebat untuk perjalanan kali ini. Ambil positifnya, buang negatifnya. Semoga masih bisa dipertemukan lagi pada perjalanan berikutnya. InsyaAllah.

 

Rincian Waktu Perjalanan

  • Basecamp sampai gerbang pendakian: ojek 5 menit, jalan kaki -+ 30 menit.
  • Gerbang pendakian sampai Pos 1 sekitar 10 menit
  • Pos 1 sampai Pos 2 kurang lebih 3 jam
  • Dari Pos 2 sampai Pos Mata Air kurang lebih 3 jam
  • Pos Mata Air ke Pos 3 kurang lebih 30 menit
  • Dari Pos 3 ke Sabana 1 kurang lebih 30 menit
  • Sabana 1 ke Sabana 2 sekitar 30 menit
  • Sabana 2 ke Puncak Suwanting: 30 menit
  • Puncak Suwanting ke Puncak Triangulasi: 45 menit
  • Biaya-biaya
  • Tiket pendakian: hari biasa Rp 31.000/pendaki, hari libur Rp 36.000/pendaki
  • Parkir motor: Rp 10.000
  • Nasi sayur Rp12.000, nasi sayur telor Rp 15.000, nasi sayur ayam Rp 18.000, nasi goreng Rp 15.000, teh hangat Rp 5.000
  • Ojek: Rp 10.000
Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kampung Siaga Bencana

    Kemensos Bentuk Kampung Siaga Bencana di Bonorowo dan

    • calendar_month Ming, 23 Jul 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.106
    • 0Komentar

    Bupati menuturkan, pembentukan KSB sangat penting, mengingat Kebumen salah satu daerah yang rawan bencana, baik banjir, longsor, gempa bumi, bahkan tsunami. Oleh karena itu keberadaan pasukan KSB sangat dibutuhkan. “Saya kira pembentukan KSB tidak hanya di kampung yang rawan bencana. Karena penanganan bencana ini soal kemanusiaan, mereka bisa sewaktu-waktu diperbantukan ke tempat lain yang tengah […]

  • Mata Air

    Perumda Air Minum Kebumen Tanam Ratusan Pohon di Sekitar Mata Air

    • calendar_month Ming, 2 Jan 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.154
    • 0Komentar

    Kepala Desa Buayan Suparno mengapresiasi Perumda Air Minum Kebumen yang berkomitmen menjaga kelestarian alam di desanya. Di desanya, PDAM Kebumen memanfaatkan air dari sungai bawah tanah di Goa Barat dan sumur air dalam yang berada di dekat mata air Kulahan. “Kami berharap dengan penghijauan yang terus dilakukan, sumber daya air di desa terus melimpah,” ujar […]

  • Ketua PMR Wira Smanda Terpilih Sebagai Koordinator FORPIS Kebumen

    Ketua PMR Wira Smanda Terpilih Sebagai Koordinator FORPIS Kebumen

    • calendar_month Sen, 8 Agu 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.803
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Rizkiana Nur Aini dari SMA N 2 Kebumen terpilih sebagai koordinator Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) periode 2022/2023. Pemilihan koordinator FORPIS dilakukan saat kegiatan Konferensi Palang Merah Remaja (PMR) se-Kabupaten Kebumen yang digelar oleh PMI Kebumen pada Minggu, 7 Agustus 2022. Sejumlah 18 peserta yang merupakan perwakilan dari 18 SMA sederajat […]

  • Iwan Fals

    Lima Fakta Konser Iwan Fals di Malam Penutupan Kebumen International Expo 2022

    • calendar_month Sen, 4 Jul 2022
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 27.234
    • 0Komentar

    Setelah menyanyikan lagu “Ibu” yang dibawakan dengan aransmen lebih rock, Iwan tampil solo menyanyikan lagu “Mendung Tanpa Udan”. Tapi suara Iwan yang membawakan lagu karya Kukuh Prasetya (Kudamai) yang digubah Ndarboy Gank menjadi Dangdut Koplo justru tenggelam oleh koor penonton. Iwan malah mengira lagu yang viral ini ciptaan Dani Caknan. Menyusul “Guru Oemar Bakri”,  “Suat […]

  • PKU Muhammadiyah Sruweng

    Dokter Hasan Bayuni Kembali Jabat Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Sruweng

    • calendar_month Kam, 4 Apr 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.202
    • 0Komentar

    Meskipun Kebumen merupakan kota kecil, masyarakatnya berhak mendapatkan fasilitas kesehatan kelas nasional. Gedung baru ini menerapkan standar kelas kota besar dan standar nasional, baik dari segi bangunan maupun peralatan. “Peralatan operasi diimpor langsung dari Jepang, ruang ICU berbilik dan tidak memakai gorden, dan setiap pasien mendapatkan kamar privasi yang nyaman,” papar Hasan. Baca Juga: 10 […]

  • Mayjend TNI Achiruddin Darojat Jabat Pangdam IV/Diponegoro, Ahmad Luthfi Berikan Sambutan

    Mayjend TNI Achiruddin Darojat Jabat Pangdam IV/Diponegoro, Ahmad Luthfi Berikan Sambutan

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.458
    • 0Komentar

    Ia menyampaikan terima kasih atas bantuan, dedikasi, nasihat, dan arahan dari semua pihak, sehingga kami dapat melaksanakan tugas dengan baik. “Kami yakin di bawah kepemimpinan Mayjend TNI Achiruddin Darojat, Kodam IV/Diponegoro akan lebih maju dan modern,” lanjutnya. Mayjend TNI Achiruddin Darojat Minta Dukungan Pangdam IV/Diponegoro Mayjend TNI Achiruddin Darojat memohon doa restu dari seluruh forkopimda […]

expand_less