Breaking News
light_mode
Beranda » Hobby & Community » Merbabu Jalur Suwanting: View-nya Amazing, Jalurnya Bikin Sinting

Merbabu Jalur Suwanting: View-nya Amazing, Jalurnya Bikin Sinting

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sab, 4 Jun 2022
  • visibility 31.634
  • comment 0 komentar

Sebenarnya cukup miris melihat kondisi di Pos 3, di mana cukup banyak sampah milik pendaki lain yang ditinggal begitu saja. Padahal dengan membawa pulang atau turun kembali sampah milik kita, sudah cukup membantu mengurangi sampah yang ada di gunung. Jadi ada benarnya juga ungkapan “Jika ingin gunung bersih dari sampah, jangan boleh ada yang mendakinya.”

Keindahan sabana di Jalur Suwanting. (Foto: Hari)

Namun itu sama saja memukul rata, menganggap yang mengotori gunung dengan sampah adalah pendaki, bisa iya bisa tidak. Banyak pro kontra terkait permasalahan ini. Padahal tidak semua pendaki seperti itu. Di sinilah pentingnya kesadaran lingkungan masing-masing individu.

Baca juga: Belajar Kelola Sampah, OSIS dan Gaspala SMA N 2 Kebumen Kunjungi Bank Samiun

Memang dengan adanya pendaki, sedikit demi sedikit akan merusaknya. Mulai dari rumputnya yang sering diinjak, dijadikan lokasi tenda, membuat parit, dan seterusnya. Jika tanah sudah rusak, mudah longsor, maka pendaki akan mengambil jalur yang masih aman. Dengan menginjak kembali rumputnya, dan seterusnya.

Packing persiapan turun. (Foto: Hari)

Hampir sama dengan kondisi pantai. Yang tadinya asri, alami, privat. Setelah booming, lalu menjadi objek wisata. Banyak sampah, baik yang terbawa arus laut maupun yang tertinggal di pantai. Bagaimana?

Perjalanan turun awalnya berjalan beriringan, lama kelamaan kami mulai terpisah menjadi 3 kelompok kecil. Ini dikarenakan kondisi masing-masing dari kami berbeda. Ada yang tenaganya tetap full seperti orang tidak punya pusar (dalam bahasa Jawa: ora duwe wudel), ada yang terlihat enjoy menikmati perjalanan turun, ada pula yang kesusahan saat melangkah turun menapaki jalur. Saya termasuk yang kesusahan.

Akhirnya rombongan kami telah sampai di basecamp pada pukul 13.15 WIB dengan posisi saya yang paling akhir sampai. Itupun sudah terbantu jasa ojek dari gerbang pendakian ke basecamp. Jika berjalan kaki, mungkin akan memakan waktu kurang lebih 15 menit.

Perjalanan turun. (Foto: Hari)

Berhubung kami menargetkan sampai di Kebumen sebelum gelap, maka kami tarik mundur selama 3 jam. Itu artinya pada pukul 15.00 WIB kami sudah harus meninggalkan basecamp. Dengan memanfaatkan waktu yang terbatas, kami semua berbenah. Ada yang mandi, makan, packing, salat, dan lainnya.

Tepat sebelum pukul 15.00 WIB kami memulai perjalanan kembali ke Kebumen. Dan sampai di Kebumen menjelang azan Magrib berkumandang. Alhamdulillah, terimakasih kepada teman-teman, adik-adik, partner pendakian yang hebat untuk perjalanan kali ini. Ambil positifnya, buang negatifnya. Semoga masih bisa dipertemukan lagi pada perjalanan berikutnya. InsyaAllah.

 

Rincian Waktu Perjalanan

  • Basecamp sampai gerbang pendakian: ojek 5 menit, jalan kaki -+ 30 menit.
  • Gerbang pendakian sampai Pos 1 sekitar 10 menit
  • Pos 1 sampai Pos 2 kurang lebih 3 jam
  • Dari Pos 2 sampai Pos Mata Air kurang lebih 3 jam
  • Pos Mata Air ke Pos 3 kurang lebih 30 menit
  • Dari Pos 3 ke Sabana 1 kurang lebih 30 menit
  • Sabana 1 ke Sabana 2 sekitar 30 menit
  • Sabana 2 ke Puncak Suwanting: 30 menit
  • Puncak Suwanting ke Puncak Triangulasi: 45 menit
  • Biaya-biaya
  • Tiket pendakian: hari biasa Rp 31.000/pendaki, hari libur Rp 36.000/pendaki
  • Parkir motor: Rp 10.000
  • Nasi sayur Rp12.000, nasi sayur telor Rp 15.000, nasi sayur ayam Rp 18.000, nasi goreng Rp 15.000, teh hangat Rp 5.000
  • Ojek: Rp 10.000
Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Kebumen

    AKBP Piter Jabat Kapolres Kebumen Gantikan AKBP Rudy

    • calendar_month Rab, 2 Des 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 1.852
    • 0Komentar

    SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Kapolres Kebumen secara resmi dijabat oleh AKBP Piter Yanottama SH SIK menggantikan AKBP Dr Rudy Cahya Kurniawan MSi. Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi memimpin upcata serah terima jabatan (Sertijab) di Mapolda Jateng, Selasa 1 Desember 2020. Upacara Sertijab dilaksanakan di ruang kerja Kapolda Jateng sekira pukul 13.00 wib. Acara dengan menerapkan […]

  • Goes to Geopark, Gaspala SMAN 2 Kebumen Telusuri Goa Petruk

    Goes to Geopark, Gaspala SMAN 2 Kebumen Telusuri Goa Petruk

    • calendar_month Sen, 26 Agu 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 15.631
    • 0Komentar

    Pembina Gaspala Hari Satria Wibawa menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada anggota Gaspala potensi Kawasan Karst Gombong Selatan yang juga masuk di area Geopark Karangsambung Karangbolong. “Selain itu juga memberikan pengetahuan tentang materi telusur goa, juga pengetahuan tentang kepecintaalaman,” ujar Hari Satria. Baca Juga: Wih Canggih!!! Gedung Teater Geologi Bakal Dibangun di Kawasan Geopark Goa […]

  • Layanan Mudik Gratis yang Disediakan Pemkab Kebumen Ditambah 1 Bus, Bagaimana Cara Daftarnya?

    Layanan Mudik Gratis yang Disediakan Pemkab Kebumen Ditambah 1 Bus, Bagaimana Cara Daftarnya?

    • calendar_month Sen, 10 Apr 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.654
    • 0Komentar

    Selain itu, rencananya rombongan mudik akan dilepas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada 17 April dari Museum Purna Bhakti Pertiwi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur. Merujuk pada link pendaftaran mudik gratis 2023, pendaftaran telah ditutup karena kuota sudah terpenuhi. Baca juga: Tak Hanya Kuliner, Joglo Prembun Siapkan Homestay untuk Pemudik Awalnya fasilitas mudik gratis […]

  • Kesetrum Listrik

    Sehari, Dua Warga Kebumen Meninggal Tersengat Listrik

    • calendar_month Sel, 10 Nov 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 4.035
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Dalam sehari dua orang warga Kebumen meninggal dunia akibat tersetrum listrik. Dua orang yang meninggal dunia adalah pemuda berinisial RZ (21) warga Desa Jemur, Kecamatan Pejagoan dan NS (50) warga Desa Sidoluhur, Kecamatan Ambal. Kejadian pertama menimpa RZ saat berkerja memindah tiang telekomunikasi di perempatan Pasar Unggas Jalan Cendrawasih Kelurahan Tamanwinangun, Kebumen, […]

  • mobil listrik

    PLN UP3 Cilacap Kembangkan Infrastruktur Dukung Kendaraan Listrik

    • calendar_month Sen, 2 Sep 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 5.968
    • 0Komentar

    Kendaraan Listrik Lebih Nyaman Enginer Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif ITS, Yoga Uta Nugraha mengatakan, rombongan Jambore Kendaraan Listrik Nasional melakukan start  dari Surabaya dan akan finish di Jakarta. Di Jakarta akan ada pameran besar kendaraan listrik pada 4-5 September 2019. “Kami mampir di kantor PLN untuk charging dan sosialisasi, setiap 80 kilometer, […]

  • Batuk Pilek

    Perlukah Minum Antibiotik Saat Batuk Pilek? Ini Faktanya!

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 572
    • 0Komentar

    BANYAK orang masih beranggapan bahwa batuk dan pilek harus segera diobati dengan antibiotik, agar cepat sembuh. Padahal, penggunaan antibiotik yang sembarangan justru bisa membawa dampak buruk. Yuk, cari tahu kapan sebenarnya antibiotik dibutuhkan! Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Air Buaya Maluku pafiairbuaya.org memberikan penjelasan yang cukup mencerahkan. 1. Batuk Pilek Umumnya Disebabkan Virus Menurut Centers […]

expand_less