Merbabu Jalur Suwanting: View-nya Amazing, Jalurnya Bikin Sinting
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 4 Jun 2022
- visibility 31.384
- comment 0 komentar

Mengobrol dengan pendaki lain saat berpapasan di jalur pendakian. (Foto: Hari)
Dengan tetap menggunakan mantol/jas hujan, kami terus melaju menembus hujan. Melewati lampu merah Kecamatan Salaman Kab. Magelang, kami ambil jalur menuju Candi Borobudur.
Hujan yang rintik-rintik terkadang deras masih menemani perjalanan kami. Hingga sampai di area wisata Candi Borobudur, saya mulai sedikit bingung. Beruntung Bagus yang membonceng Samsul dapat mengecek maps lewat ponselnya untuk membantu arah perjalanan kami.
Baca juga: Mendaki Itu Candu, Catatan Pendakian Merbabu Via Jalur Wekas
Rasa lapar kami tahan, kedinginan kami abaikan. Demi ingin segera sampai di Basecamp Suwanting. Melewati jalan tembus Magelang-Boyolali (Ketep Pass), kabut sangat tebal membuat jarak pandang terbatas.

Foto bersama di depan basecamp. (Foto: istimewa)
Kondisi itu tidak berlangsung lama, karena setelah masuk permukiman kabut telah hilang. Sampai di Basecamp Suwanting pukul 19.30 WIB, lalu bertanya ke pemilik basecamp mengenai registrasi pendakian apakah masih bisa dilayani atau tidak. Dan jawabannya adalah tidak bisa, karena pos registrasi sudah tutup pukul 16.00 WIB.
Untuk informasi, bahwa pendakian Gunung Merbabu sudah menerapkan sistem booking online. Meskipun begitu, pembayaran tiket masih dilakukan secara manual di basecamp masing-masing jalur pendakian yang dipilih.
Setelah berunding kilat di halaman basecamp, saya menjelaskan ke yang lainnya bahwa pendakian dimulai besok pagi setelah pos registrasi buka pulul 8.00 WIB. Dan mereka setuju, karena memang tidak ada pilihan lain.
Malam itu kami istirahat di basecamp bersama pendaki lainnya. Baik mereka yang sama-sama akan naik, ataupun yang baru saja turun. Sempat ada momen gelas teh panas ditendang oleh Samsul.

Makan malam di basecamp. (Foto: Hari)
Sepertinya dia masih marah karena jadwal yang molor. Untungnya tumpahan teh di atas matras aluminium yang saya bawa. Jadi tidak mengotori karpet basecamp. Coba saja kalau tidak dialasi matras, bisa-bisa Samsul diberi sanksi untuk mengepel seluruh lantai basecamp.
Rabu, 1 Juni 2022. Bangun tidur karena kedinginan. Cek jam di HP masih pukul 4.00 WIB. Yang lain masih tertidur pulas, bahkan ada yang mengorok!!! Tidak lama mulai terdengar kumandang azan Subuh. Lalu saya bangunkan yang lainnya, Fatih, Sulkhan, Bagus, Irsyad. Sedangkan Samsul susah sekali dibangunkan.
Kami memutuskan salat Subuh di masjid, hanya berjalan kaki 50 meter dari basecamp. Setelahnya kembali ke basecamp untuk mulai packing, memesan sarapan, dan aktivitas lainnya.







Saat ini belum ada komentar