Merbabu Jalur Suwanting: View-nya Amazing, Jalurnya Bikin Sinting
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sab, 4 Jun 2022
- visibility 31.388
- comment 0 komentar

Mengobrol dengan pendaki lain saat berpapasan di jalur pendakian. (Foto: Hari)
Kami sempat khawatir dengannya. Beruntung di situ ada pendaki yang nge-camp. Paling tidak ada yang menemaninya. Tapi saya sedikit curiga, sepertinya dia tidak ingin lanjut ke puncak bukan karena kondisinya. Namun karena ingin menyantap buah naga yang saya bawa. Di mana buah tersebut ditinggal di dalam tenda.

Membawa buah naga untuk dinikmati saat beristirahat. (Foto: Hari)
Lupakan Samsul sejenak, rombongan kami yang kini 5 orang terus melanjutkan perjalanan menuju Sabana 2. Waktu tempuh 30 menit untuk mencapai lokasi ini. Dari Sabana 2 pemandangan alam pagi itu nampak mempesona. Dengan Gunung Merapi di samping kanan kami seakan menyapa: Selamat Pagi.

Puncak Suwanting. (Foto: Hari)
Baca juga: Gaspala SMA N 2 Kebumen Tanam 1000 Bibit Bakau
Tidak lama di Sabana 2, kami lanjut menuju pos berikutnya yaitu Puncak Suwanting dengan ketinggian 3017 MDPL (meter di atas permukaan air laut). Di sini beberapa pendaki mulai mengabadikan foto maupun videonya.
Dengan latar sabana yang hijau, tentunya menjadi spot favorit para pendaki.
Selanjutnya untuk menuju Puncak Triangulasi dengan tinggi 3142 MDPL, kami menempuh waktu selama 45 menit. Sampai di Puncak Triangulasi pukul 6.50 WIB, cukup ramai oleh
pendaki. Baik yang berasal dari jalur Selo, Wekas, ataupun Kopeng.
Bagus dan Fatih yang berjalan paling depan melanjutkan sampai Puncak Kenteng Songo, sementara saya, Sulkhan, dan Irsyad mengakhiri perjalanan hanya sampai Puncak Triangulasi. Selain sudah pernah ke Puncak Kenteng Songo, kondisi di puncaknya terlihat sangat ramai.

Foto bersama. Bagus, Sulkhan, Fatih, Irsyad. (Foto: Hari)
Tidak banyak aktivitas yang kami lakukan di puncak. Hanya ambil beberapa foto dan video, lalu menunggu Bagus dan Fatih kembali ke rombongan kami. Bagaimana dengan Samsul? Entahlah, mungkin saja dia sedang asyik bermimpi. Di mana dalam mimpinya sedang menyantap buah naga.
Pukul 7.45 WIB kami memutuskan turun kembali ke Pos 3 di mana tenda kami berdiri, juga untuk memastikan kondisi Samsul. Normalnya untuk perjalanan turun adalah setengah dari waktu naiknya. Namun kami bisa lebih cepat, hanya 45 menit.
Dengan rencana yang telah dibahas malam sebelumnya, yaitu target turun ke basecamp sebelum waktu Zuhur, maka kami membuat batasan waktu untuk turun dari Pos 2 pukul 8.30 WIB.

Tenda rombongan kami. (Foto: Hari)
Namun rencana itu jelas tidak bisa dilakukan. Karena kami belum packing ulang. Ditambah beberapa dari kami memasak makanan untuk mengisi perut dan memulihkan tenaga sebagai modal perjalanan turun.
Selama 60 menit kami gunakan untuk memasak sarapan, membuat minuman, dan packing tenda serta perlengkapan lainnya. Pukul 9.30 WIB kami mulai meninggalkan Pos 3. Tidak lupa sampah yang kami hasilkan dibawa turun. Karena ini sebagai bukti dan syarat mengambil jaminan di basecamp yang mana jaminannya dalah KTP milik saya.







Saat ini belum ada komentar