Ajak Media Bangun Jateng, Ahmad Luthfi Tegaskan Pentingnya Kolaborasi
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 2 Jul 2025
- visibility 613
- comment 0 komentar

Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan sambutan saat bertemu dengan pimpinan media. (Foto: Humas Jateng)
SEMARANG (KebumenUpdate.com) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak insan pers untuk turut serta membangun daerah. Menurutnya, pembangunan tak bisa berjalan sendiri tanpa kolaborasi seluruh pihak, termasuk media massa sebagai mitra strategis pemerintah.
“Pembangunan tidak bisa parsial, tidak bisa kasuistik. Harus ada kolaborasi luar biasa. Dan media, tidak boleh saya tinggalkan. Harus menyertai kami dari provinsi sampai desa,” tegas Luthfi dalam Rembug Bareng Gubernur dan Pimpinan Media di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu, 2 Juli 2025.
Media Bukan Sekadar Pelapor
Luthfi menyebut insan pers tak hanya berperan menyampaikan informasi, tapi juga sebagai analis dan pengawas konstruktif atas berbagai program pembangunan.
“Kalau media tidak ikut, masyarakat tidak akan tahu kerja kita,” ujarnya.
Dalam forum itu, Gubernur memaparkan sejumlah program prioritas 2025, mulai dari pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi rakyat, kesehatan, pendidikan, hingga swasembada pangan.
Fokus ke Desa:Kesehatan, RTLH, hingga Pertanian
Luthfi menegaskan desa adalah backbone pembangunan Jateng. Karena itu, perhatian khusus diberikan melalui program seperti:
- Pengiriman dokter spesialis gratis ke desa untuk tangani TBC, kanker serviks, dan penyakit berat lainnya
- Perbaikan 17.000 unit Rumah Tak Layak Huni (RTLH)
- Program Speling (Dokter Spesialis Keliling) yang telah menjangkau 3.900 warga
- Penguatan pertanian, dengan kontribusi Jateng sebesar 18,8% produksi beras nasional dari total lahan 1,5 juta hektare
Tegas Hadapi Rob Sayung
Menanggapi persoalan rob di Sayung, Demak, Luthfi menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Proyek Giant Sea Wall ditargetkan fungsional pada 2026, sedangkan untuk jangka pendek, seluruh OPD dikerahkan untuk penanganan langsung di lapangan.
Luthfi menambahkan, semua kerja pemerintah akan sia-sia jika tidak diketahui publik. Karena itu, peran media sangat vital, bukan hanya untuk publikasi tetapi juga untuk menyampaikan kritik membangun.
“Kami tidak anti kritik. Tapi kritik harus disampaikan dengan data dan semangat membangun bersama,” katanya.
Media Nasional dan Daerah Antusias Hadir
Forum rembug ini dihadiri 76 media dari berbagai daerah, baik cetak, online, maupun penyiaran. Hadir media arus utama seperti Suara Merdeka, Kompas, Radar Group, Detik, Antara, Tribun Jateng, TVRI, RRI, SCTV, Kompas TV, dan lainnya.
Ahmad Luthfi berharap, kerja sama dengan media akan semakin erat agar Jawa Tengah dapat maju bersama secara inklusif, serta setiap program pembangunan dapat diawasi dan dikawal secara akuntabel.






