Gapai 3 Puncak di Gunung Merbabu Jalur Wekas

Di Puncak Syarif Gunung Merbabu dengan background Gunung Merapi. (Foto: Hari)

Pukul 11.00 WIB kami sampai di basecamp Mitra Indah milik Mas Dodo. Dia adalah penerus basecamp Mitra Indah, yang belakangan saya ketahui ternyata ibu dari Mas Dodo telah meninggal dunia sekitar tiga bulan yang lalu. Untuk Mbah Yos (bapaknya Mas Dodo) Alhamdulillah masih terlihat sehat.

“Tiket pendakian kemarin yang sudah dibayar transfer atau online Rp15.000/pendaki, untuk yang di basecamp sekarang bayar Rp22.000/pendaki. Kalau bawa motor, parkirnya Rp5.000/motor,” kata Mas Dodo saat kami melakukan registrasi.

Bacaan Lainnya

Jika dihitung keseluruhan, untuk setiap pendaki dikenakan biaya Rp37.000/pendaki saat weekday.

Baca juga: Merbabu Jalur Suwanting: View-nya Amazing, Jalurnya Bikin Sinting

Berpapasan dengan tim evakuasi sedang menandu pendaki yang sakit. (Foto: Hari)

Kami memutuskan untuk ishoma (istirahat sholat makan) sampai pukul 13.00 WIB. Termasuk memesan nasi sayur telor untuk makan siang di basecamp dan membeli nasi putih untuk dibawa naik yang sudah saya pesan hari sebelumnya.

Harga untuk satu porsi nasi sayur telor adalah Rp12.000. Sedangkan nasi putih yang kami bungkus untuk dibawa naik harganya Rp5.000/porsi.

Sisa kebakaran selepas pos 2 Gunung Merbabu jalur Wekas. (Foto: Hari)
Start

Pukul 13.00 WIB kami sudah siap. Diawali dengan foto dan doa bersama di depan basecamp, kami langkahkan kaki menuju pos 2 atau camp area, tempat di mana kami akan mendirikan tenda.

Jalanan desa yang masih menggunakan rabat beton dengan kemiringan aduhai terasa sangat menyiksa jantung kami. Irama degup jantung terasa sangat cepat, kecuali bagi Hamid yang mungkin degup jantungnya santai-santai saja karena dia terbiasa berlari sampai 10 kilometer.

Masuk patok batas HM 1 atau makam, kami disalip rombongan tim evakuasi berjumlah belasan orang yang akan menolong pendaki yang sakit di pos 3. Sejenak saya bergumam: semoga kami tidak pernah mengalami kejadian seperti itu (ditolong tim evakuasi).

Usai rombongan tim evakuasi menjauh, kami melanjutkan perjalanan. Menyusuri jalan setapak yang kanan kirinya dihiasi pohon besar, suara hewan-hewan liar, dan gemericik air yang mengalir melalui pipa.

Sampai Pos 1

Satu jam empat puluh menit kami habiskan untuk sampai di pos 1. Di sini kami istirahat cukup lama, mungkin sekitar 10–15 menit. Pos 1 masih sama seperti beberapa tahun sebelumnya, yakni berupa bangunan mirip gazebo.

Pos terkait