Breaking News
light_mode
Beranda » Image » Pengunduhan Sarang Burung Lawet Potensial Jadi Daya Tarik Wisata

Pengunduhan Sarang Burung Lawet Potensial Jadi Daya Tarik Wisata

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sab, 15 Feb 2020
  • visibility 7.320
  • comment 0 komentar
Facebook Twitter Whatsapp Pinterest

PADA era 90-an, produksi sarang burung lawet di Kabupate Kebumen menjadi primadona. Kebumen dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sarang lawet alami terbesar di Indonesia. Keberadaan sarang lawet di Gua Karangbolong pantai selatan menjadi bukti.

Bahkan sempat, hampir 10 persen pendapatan asli daerah (PAD) disumbang dari sarang lawet. Sehingga sampai hari ini, burung lawet menjadi ikon Kebumen. Selain burung lawet masuk dalam logo daerah, prosesi pengunduhan sarangnya juga diabadikan pada monumen khusus berupa Tugu Lawet sebagai landmark  kota Kebumen.

Populasi Burung Lawet Semakin Menurun di Habitat Asli

Memasang batang bambu untuk mengunduh sarang. (Foto: Rizal Alfian-KebumenUpdate)

Secara komersial produksi panen sarang burung lawet di habitat aslinya semakin menurun seiring dengan berkurangnya populasi burung. Dari sekian goa yang dahulu menjadi tempat lawet bersarang, saat ini hanya tinggal di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah  yang masih dikelola pemerintah desa.

Produksi sarang burung lawet berkurang drastis dari tahun ke tahun. Panen terakhir hanya diperoleh  8 kilogram sarang burung lawet. Berkurangnya populasi burung lawet, disebabkan oleh banyak faktor. Selain masalah alam, yakni hutan yang gundul sehingga berdampak pada berkurangnya pakan satwa, faktor eksploitasi yang berlebihan tanpa memperhatikan kelestarian populasi burung lawet menjadi pemicu utamanya.

Pemkab Kebumen Turut Andil dalam Berkurangnya Populasi Lawet

Sarang burung lawet hasil panen. (Foto: Rizal Alfian-KebumenUpdate)

Pola memanen yang salah tanpa memperhatikan regenerasi memberi dampak buruk bagi kelestarian burung lawet. Misalnya memanen sarang burung lawet padahal saat itu masih ada anakan burung yang belum bisa terbang. Akibatnya banyak anakan burung yang mati.

Pemkab Kebumen juga menjadi turut andil dalam hal berkurangnya populasi lawet di habitat aslinya.  Saat masih dikelola Pemkab Kebumen, pengelola mendapatkan beban target menyetor untuk pendapatan daerah. Bahkan saat ini, saat pengelolaan sudah diserahkan ke pemerintah desa, masih ada kewajiban menyetorkan pendapatan Rp 10 juta/tahun.

Pengelola Telah Lakukan Perubahan Model Pemetikan

Bersiap menaiki tangga untuk mengunduh sarang. (Foto: Rizal Alfian-KebumenUpdate)

Meskipun bisa dibilang agak terlambat, namun mulai tumbuhnya kesadaran untuk meningkatkan kembali populasi burung lawet perlu diapresiasi. Seperti disampaikan oleh Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sengkuyung Makmur Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kebumen Sutiran, pengelola telah melakukan perubahan model pemetikan. Yakni mengurangi jadwal panen yang semula tiga bulan sekali menjadi enam bulan sekali panen. Harapannya, dengan cara itu kata dia, akan menambah populasi burung lawet.

Pengunduhan Sarang Burung Lawet Jadi Daya Tarik Wisata

Persiapan pengunduhan sarang burung lawet. (Foto: Rizal Alfian-KebumenUpdate)

Pihak mengelola juga mulai mengubah mindset, tidak sekadar mengandalkan penjualan hasil panen sarang burung lawet. Akan tetapi menjadikan rangkaian prosesi pengunduhan sarang burung lawet menjadi  daya tarik wisata.

Tahun ini pihaknya merencanakan akan menjadikan pengunduhan sarang burung lawet menjadi sebuah festival.  Dengan menjadikan sebagai atraksi wisata yang khas dan unik, harapannya pengunduhan sarang burung lawet akan berdampak ekonomi kepada masyarakat. (Foto: Rizal Alfian, Teks: Ondo S)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukit Pranji, Dulu dan Sekarang (1)

    Bukit Pranji, Dulu dan Sekarang (1)

    • calendar_month Jum, 1 Sep 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 3.564
    • 0Komentar

    MENDENGAR atau menyebut nama Bukit Pranji, ingatan terbawa ke masa sekolah dulu. Rentang waktu 2005-2007 di mana sering sekali ke bukit ini. Bersama teman-teman sehobi di sekolah baik dalam rangka survei jalur untuk kegiatan, atau sekadar menghabiskan akhir pekan di luar rumah. Pada saat itu saya dan teman-teman lebih sering naik angkutan desa untuk menuju […]

  • Darori Wonodipuro

    10 Tahun Beri Bukti, Darori Kembali Lolos Jadi Anggota DPR RI

    • calendar_month Kam, 22 Feb 2024
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 3.886
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Para Pemilu Legislatif 2024, sejumlah calon petahana bakal kembali melenggang ke senayan. Salah satunya adalah politikus Partai Gerindra Ir KRT Darori Wonodipuro MM IPU yang saat ini menjabat sebagai anggota Komisi IV DPR RI. Berdasarkan perolehan suara sementara caleg DPR RI dari Partai Gerindra nomor urut 1 ini memperoleh 51.959 suara. Di […]

  • Pemuda Desa Bojongsari Tewas Tersambar Kereta Api

    Pemuda Desa Bojongsari Tewas Tersambar Kereta Api

    • calendar_month Sen, 18 Nov 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 6.860
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate) – Kecelakaan yang melibatkan kereta api (KA) kembali terjadi di Kabupaten Kebumen.  Seorang pemuda asal warga Dukuh Benjaran RT 02 RW 04 Desa Bojongsari, Kecamatan Alian Kebumen bernama Bagas Rizqi (15) tewas setelah  tersambar  kereta api (KA). Korban meninggal dunia seketika di lokasi kejadian. Peristiwa mengenaskan itu terjadi di perlintasan tanpa palang pintu […]

  • Sepasang Pengantin Menikah di Rumah Sakit, Berikut Kisahnya?

    Sepasang Pengantin Menikah di Rumah Sakit, Berikut Kisahnya?

    • calendar_month Sen, 20 Mei 2019
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 12.182
    • 0Komentar

    GOMBONG (KebumenUpdate) – Ruang rawat inap Salma Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong, Senin (20/5/2019) tampak berbeda dari biasanya.Di ruang rawat inap tersebut terdapat sepasang calon pengantin yang siap dinikahkan. Pasangan Ali Makruf (30) pemuda asal Sokaraja Kulon, Pungkuran Banyumas akan menikah dengan Mei Susanti (30) warga Desa Kedungpuji, Kecamatan Gombong. Prosesi akad nikah dipimpin oleh […]

  • Lindungi Kelompok Rentan, Pemkab Kebumen Salurkan Bantuan Permakanan Senilai Rp313 Juta

    Lindungi Kelompok Rentan, Pemkab Kebumen Salurkan Bantuan Permakanan Senilai Rp313 Juta

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 563
    • 0Komentar

    PEJAGOAN (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) Permakanan bagi kelompok rentan. Acara penyerahan simbolis dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani di Pendopo Kecamatan Pejagoan, Jumat 21 November 2025. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan OPD, Camat, Kepala Desa/Lurah, perwakilan BAZNAS Kebumen, serta […]

  • Jasa Pengiriman Barang

    Membangun Kepercayaan Pelanggan: Kunci Masa Depan Industri Jasa Pengiriman Barang dan Paket

    • calendar_month Rab, 22 Jul 2026
    • account_circle Purwo Yulianto
    • visibility 640
    • 0Komentar

    PERKEMBANGAN perdagangan elektronik (e-commerce), digitalisasi UMKM, serta meningkatnya aktivitas bisnis antarwilayah telah menjadikan industri jasa pengiriman barang dan paket sebagai salah satu sektor yang paling strategis di Indonesia. Saat ini, perusahaan ekspedisi tidak lagi hanya berperan sebagai pengantar barang, tetapi telah menjadi bagian penting dari rantai pasok nasional yang menentukan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Memasuki […]

expand_less