Breaking News
light_mode
Topik Populer
Beranda » Image » Pengunduhan Sarang Burung Lawet Potensial Jadi Daya Tarik Wisata

Pengunduhan Sarang Burung Lawet Potensial Jadi Daya Tarik Wisata

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Sab, 15 Feb 2020
  • visibility 6.973
  • comment 0 komentar

PADA era 90-an, produksi sarang burung lawet di Kabupate Kebumen menjadi primadona. Kebumen dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sarang lawet alami terbesar di Indonesia. Keberadaan sarang lawet di Gua Karangbolong pantai selatan menjadi bukti.

Bahkan sempat, hampir 10 persen pendapatan asli daerah (PAD) disumbang dari sarang lawet. Sehingga sampai hari ini, burung lawet menjadi ikon Kebumen. Selain burung lawet masuk dalam logo daerah, prosesi pengunduhan sarangnya juga diabadikan pada monumen khusus berupa Tugu Lawet sebagai landmark  kota Kebumen.

Populasi Burung Lawet Semakin Menurun di Habitat Asli

Memasang batang bambu untuk mengunduh sarang. (Foto: Rizal Alfian-KebumenUpdate)

Secara komersial produksi panen sarang burung lawet di habitat aslinya semakin menurun seiring dengan berkurangnya populasi burung. Dari sekian goa yang dahulu menjadi tempat lawet bersarang, saat ini hanya tinggal di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah  yang masih dikelola pemerintah desa.

Produksi sarang burung lawet berkurang drastis dari tahun ke tahun. Panen terakhir hanya diperoleh  8 kilogram sarang burung lawet. Berkurangnya populasi burung lawet, disebabkan oleh banyak faktor. Selain masalah alam, yakni hutan yang gundul sehingga berdampak pada berkurangnya pakan satwa, faktor eksploitasi yang berlebihan tanpa memperhatikan kelestarian populasi burung lawet menjadi pemicu utamanya.

Pemkab Kebumen Turut Andil dalam Berkurangnya Populasi Lawet

Sarang burung lawet hasil panen. (Foto: Rizal Alfian-KebumenUpdate)

Pola memanen yang salah tanpa memperhatikan regenerasi memberi dampak buruk bagi kelestarian burung lawet. Misalnya memanen sarang burung lawet padahal saat itu masih ada anakan burung yang belum bisa terbang. Akibatnya banyak anakan burung yang mati.

Pemkab Kebumen juga menjadi turut andil dalam hal berkurangnya populasi lawet di habitat aslinya.  Saat masih dikelola Pemkab Kebumen, pengelola mendapatkan beban target menyetor untuk pendapatan daerah. Bahkan saat ini, saat pengelolaan sudah diserahkan ke pemerintah desa, masih ada kewajiban menyetorkan pendapatan Rp 10 juta/tahun.

Pengelola Telah Lakukan Perubahan Model Pemetikan

Bersiap menaiki tangga untuk mengunduh sarang. (Foto: Rizal Alfian-KebumenUpdate)

Meskipun bisa dibilang agak terlambat, namun mulai tumbuhnya kesadaran untuk meningkatkan kembali populasi burung lawet perlu diapresiasi. Seperti disampaikan oleh Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sengkuyung Makmur Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kebumen Sutiran, pengelola telah melakukan perubahan model pemetikan. Yakni mengurangi jadwal panen yang semula tiga bulan sekali menjadi enam bulan sekali panen. Harapannya, dengan cara itu kata dia, akan menambah populasi burung lawet.

Pengunduhan Sarang Burung Lawet Jadi Daya Tarik Wisata

Persiapan pengunduhan sarang burung lawet. (Foto: Rizal Alfian-KebumenUpdate)

Pihak mengelola juga mulai mengubah mindset, tidak sekadar mengandalkan penjualan hasil panen sarang burung lawet. Akan tetapi menjadikan rangkaian prosesi pengunduhan sarang burung lawet menjadi  daya tarik wisata.

Tahun ini pihaknya merencanakan akan menjadikan pengunduhan sarang burung lawet menjadi sebuah festival.  Dengan menjadikan sebagai atraksi wisata yang khas dan unik, harapannya pengunduhan sarang burung lawet akan berdampak ekonomi kepada masyarakat. (Foto: Rizal Alfian, Teks: Ondo S)

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diikuti Orang Tua Siswa, SD Muhammadiyah Pejagoan Gelar Lomba Memasak

    Diikuti Orang Tua Siswa, SD Muhammadiyah Pejagoan Gelar Lomba Memasak

    • calendar_month Sel, 17 Mar 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.229
    • 0Komentar

    PEJAGOAN (KebumenUpdate.com) – SD Muhammadiyah Pejagoan, Kebumen menggelar lomba memasak nasi goreng jumbo bersama orang tua peserta didik, baru-baru ini. Jika biasanya yang berlomba anak-anaknya, tapi kali ini lomba diikuti orang tua peserta didik mulai dari kelas 1 hingga kelas 3. Di sela-sela lomba memasak berlangsung, hadirin, para peserta didik disuguhi dengan berbagai macam penampilan […]

  • Pengendara berhenti di lampu merah menempati marka yang ditentukan. (Foto: Polres Kebumen)

    Marka Jalan di Lampu Merah Mirip Starting Grid MotoGP, Ini Tujuannya

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 6.776
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Beberapa hari terakhir ini banyak warga Kebumen yang bertanya-tanya. Garis marka yang menyerupai starting grid pada sirkuit  balap motor di lampu merah untuk apa. Ya, garis marka yang baru ada di lampu merah  Jalan A Yani simpang empat Tugu Lawet Kebumen dan Alun-alun Kebumen itu bukanlah diperuntukkan untuk ajang road race. Marka […]

  • Jelang WPFL 2024-2025, Kebumen Angels Agendakan Launching Tim di Awal Juni

    Jelang WPFL 2024-2025, Kebumen Angels Agendakan Launching Tim di Awal Juni

    • calendar_month Sab, 31 Mei 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 593
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Kebumen Angels, sang juara bertahan Women Pro Futsal League (WPFL), siap mengarungi kompetisi kasta tertinggi futsal putri Indonesia musim 2024-2025 yang akan dimulai pada 7 Juni 2025 di GOR Bung Karno Sukoharjo. Dengan semangat membara, tim kebanggaan Kebumen ini bertekad untuk kembali menunjukkan dominasinya di lapangan. Kompetisi WPFL musim ini akan diikuti […]

  • Kali Ijo

    Ikut Lomba Komunitas Peduli Sungai, Kali Bedegolan Tawarkan Wisata River Tubing, Kali Ijo Suguhkan Hutan Mangrovenya

    • calendar_month Sel, 18 Jul 2023
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 2.003
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Komunitas Peduli Sungai (KPS) Kali Ijo di Kecamatan Ayah dan Kali Bedegolan yang berhulu di Waduk Wadaslintang mengikuti lomba KPS 2023 hingga maju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah. Menurut Imam Wahyudi selaku Ketua Tim Penilai Lomba KPS dari Provinsi Jawa Tengah, tahun ini dari Kebumen ada dua sungai yang ikut serta dalam […]

  • Dr Imam Satibi, Rektor IAINU Kebumen. (Foto: Istimewa)

    Pilbup dan Pendidikan Politik Warga NU

    • calendar_month Ming, 26 Jul 2020
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 2.499
    • 0Komentar

    Oleh: Dr Imam Satibi* KETERLIBATAN politik NU bersama organisasi keagamaan yang lain seperti Muhamadiyah dll telah dimulai jauh semenjak Indonesia sebelum merdeka yakni tepatnya era kolonial. Sampai saat ini relasi NU dan negara tidak dapat dipisahkan demikian pula organisasi keagamaan yang lain. Apapun diksi yang digunakan baik istilah politik kebangsaan, politik keumatan, siyasah yang lain […]

  • Ekspansi Pelayanan Kesehatan, PT Luk Ulo Farma Resmikan Cabang ke-4 di Prembun

    Ekspansi Pelayanan Kesehatan, PT Luk Ulo Farma Resmikan Cabang ke-4 di Prembun

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 421
    • 0Komentar

    PREMBUN (KebumenUpdate.com) – PT Luk Ulo Farma (Perseroda), perusahaan farmasi milik daerah Kabupaten Kebumen, terus memperluas jangkauan inovasinya. Rabu, 7 Januari 2026, perusahaan resmi meluncurkan cabang apotek ke-4 yang berlokasi di Jalan Raya Prembun No. 87. Grand opening Apotek Luk Ulo 4 Prembun ini melengkapi jaringan layanan yang telah ada, yaitu Apotek Pusat di Jalan […]

expand_less