Gedung di SMPN 1 Prembun Dilarang Dirobohkan, Ini Penjelasannya

  • Whatsapp
Poster penolakan bangunan bersejarah bekas pabrik gula Prembun. (Foto: Istimewa)
Poster penolakan bangunan bersejarah bekas pabrik gula Prembun. (Foto: Istimewa)

PREMBUN (KebumenUpdate.com) – Rencana pembongkaran gedung di SMPN 1 Prembun mendapatkan perhatian banyak pihak. Pemkab Kebumen didesak tidak menghancurkan bangunan bekas administrasi Remboen Suiker Fabriek atau pabrik gula Prembun yang berdiri sekitar 1890.

Saat ini gedung di SMPN 1 Prembun masuk dalam daftar bangunan yang diduga cagar budaya tahun 2019.  Bagunan lain saat ini menjadi Mapolsek Prembun dulunya rumah dinas administrateur atau kepala operasional PG Prembun.

Berita Lainnya

Penjelasan Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah Sukronedi dalam surat tertulis memberikan penjelasan bahwa bangunan yang diduga cagar budaya dilindungi dan diperlakukan sebagai cagar budaya. Hal itu sebagaimana diatur dalam Pasal 31 ayat (5) Undang-undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cagar Budaya. Sehingga tidak boleh dibongkar atau dihancurkan.

“Bangunan yang diduga cagar budaya selanjutnya dikaji oleh tim ahli cagar budaya untuk menentukan status cagar budaya atau bukan,” tulis Sukronedi melalui Surat Nomor 1204/f7.4/KB/2020 tertanggal 6 Maret 2020 mengenai informasi bangunan diduga cagar budaya.

 Ancaman Pidana Paling Singkat Satu Tahun dan Paling Lama 15 Tahun
Gedung bersejarah di SMP Negeri 1 Prembun yang bakal dirobohkan. (Foto: Istimewa)
Gedung bersejarah di SMP Negeri 1 Prembun yang bakal dirobohkan. (Foto: Istimewa)

Dalam undang-undang tersebut, imbuh dia, disebutkan bahwa setiap orang dilarang merusak cagar budaya, baik seluruh maupun bagian-bagiannya dari kesatuan kelompok, dan atau dari letak asal. Hal ini sesuai Pasal 66 ayat (1) Undang-undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

“Setiap orang yang dengan sengaja merusak cagar budaya dipidana dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 15 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 5 miliar,” katanya.

Pabrik Gula Prembun Didirikan Java-Suikercultuur Maatschappij

Mengutip jejakkolonial.blogspot.com, pabrik gula Prembun didirikan oleh perusahaan agrobisnis partikelir Java-Suikercultuur Maatschappij. Pada masa itu, Karesidenan Bagelen merupakan satu-satunya karesidenan di Jawa Tengah yang tidak memiliki industri gula. Perusahaan itu ditargetkan beroperasi 4 Juni 1891.

Pabrik Gula Prembun sempat tutup tahun 1933, karena saat itu banyak pabrik gula di Jawa yang tutup untuk memperbaiki harga gula yang sempat merosot. Namun PG Prembun dibuka kembali di tahun berikutnya dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. (smn)

Berita Terkait