Tiga Pemuda di Jalan Merdeka
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 30 Des 2021
- visibility 11.964
- comment 0 komentar

Jalan Merdeka Kebumen. (Foto: Padmo)
Angkatan Muda mengumpulkan pegawai-pegawai muda yang terdiri dari laki-laki dan wanita untuk membikin bendera dan lencana Merah-Putih. Pusat kegiatannya ada di Kantor Pos, Telegrap dan Telepon (PTT) Kebumen karena motor organisasi ini memang kebanyakan pegawai kantor pos.
Bendera terdiri dari dua bahan yaitu kertas dan kain. Pemasangan bendera di kantor-kantor pemerintahan dilakukan oleh para anggota Angkatan Muda. Mereka juga membagikan bendera-bendera kertas ke rumah-rumah warga serta kendaraan-kendaraan. Mereka bahkan mempelopori laskar dan badan perjuangan lainnya untuk melakukan pelucutan senjata dan peralatan milik tentara Jepang.
Siapakah Angkatan Muda?
Kiprah Angkatan Muda Kebumen dimulai tahun 1944, ketika Sri Darmadji dipindahtugaskan dari kantor Pos, Telegrap dan Telepon (PTT) Bandung ke Kebumen. Bisa jadi di Bandung dia sudah aktif di gerakan Angkatan Muda PTT Bandung, sebuah gerakan bawah tanah yang bertujuan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.
Di Kebumen, Sri Darmadji kemudian menggandeng para pegawai muda untuk bergabung dalam Angkatan Muda. Dua orang yang ikut menjadi tokoh pembentukannya adalah Soemarsono dan Wasilan. Pergerakan Angkatan Muda dilakukan dengan diam-diam serta berpindah-pindah mengingat pemerintah militer Jepang sangat ketat mengawasi semua pergerakan rakyat. Apalagi Polisi Militer (Kenpetai) dikenal represif dan kejam menindak gerakan yang dianggap merugikan Jepang.
Ketika Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno Hatta pada 17 Agustus 1945, praktis Angkatan Muda adalah organisasi yang paling siap di Kebumen. Sementara para pembesar lokal (sipil maupun militer) masih berkoordinasi dan menunggu kepastian situasi, Angkatan Muda yang kemudian diikuti badan-badan perjuangan lainnya mendahului bergerak.








Saat ini belum ada komentar