Tiga Pemuda di Jalan Merdeka
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Kam, 30 Des 2021
- visibility 11.965
- comment 0 komentar

Jalan Merdeka Kebumen. (Foto: Padmo)
Mereka berkeliling ke kecamatan-kecamatan dan desa-desa untuk mengadakan rapat-rapat dan memberikan penerangan kepada masyarakat mengenai kemerdekaan Republik Indonesia. Rapat umum pertama tentang pengumuman Indonesia Merdeka dilakukan pada tanggal 28 Agustus 1945 di Kebumen.
Lebih jauh lagi, Angkatan Muda sebagai organisasi pelopor segera mengambil langkah melucuti kekuasaan Jepang dengan mengambil alih barang-barang milik Jepang berupa truk, mobil dan sepeda motor. Pengambil alihan alat transportasi ini dilakukan melalui perundingan oleh Angkatan Muda yang dipimpin Sri Darmadji di Pendopo Kabupaten Kebumen. Walaupun perundingan berjalan sangat alot, akhirnya pihak Jepang menyerahkan truk dan kemudian mobil dari pabrik minyak Kebumen dan pabrik Kebulusan.
Bahkan Angkatan Muda juga mendominasi proses alih kelola pemerintahan terkait dengan membentuk Komite Nasional Indonesia (KNI) Kebumen. Gerakan ini merembet ke desa-desa dengan gerakan pencopotan pamong praja yang dianggap pro penjajah. Sebuah gerakan yang di beberapa tempat sempat menimbulkan gesekan.
Ke Mana Mereka?
Posisi Kebumen yang sangat strategis secara politik dan militer membuat catatan sejarah Kebumen berikutnya banyak didominasi narasi dengan perspektif militer dan politik skala nasional. Keberadaan garis status quo sebagai implikasi perjanjian Renvile semakin memperkuat narasi-narasi militer dalam lembar sejarah Kebumen.
Gerakan heroik tiga pemuda: Sri Darmadji, Wasilan dan Soemarsono pun seakan tiba-tiba hilang. Munculnya Gerakan Oemat Islam (AOI) yang begitu fenomenal dan penuh konflik mengharu biru membuat para sejarawan lebih tertarik membahas gerakan berbasis agama ini. Angkatan Muda sekadar menjadi narasi pembuka atau pelengkap latar belakang.
Alun-alun Kebumen, Pendopo, Kantor Pos dan jalan di sekitarnya menjadi saksi keberanian anak-anak pemuda perintis gerakan kemerdekaan. Berkat merekalah, pada Selasa Pahing, 28 Agustus 1945, ribuan rakyat Kebumen berkumpul di alun-alun dan untuk pertama kalinya, bersama-sama memekikkan kata MERDEKA!
Sri Darmadji, Wasilan dan Soemarsono, dimanakah sekarang berada ?
————————-
Sigit Tri Prabowo, Pegiat Wisata Heritage
Tulisan dirangkum dari beberapa sumber dan wawancara








Saat ini belum ada komentar