Prembun Gawe Gumun: Saatnya Menatap ke Timur
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Rab, 15 Jun 2022
- visibility 13.500
- comment 0 komentar

Berangkat ke Pasar Kelapa Prembun. (Foto: Ondo S)
Hal ini berbeda dengan kawasan timur yang semuanya berstatus desa. Sekalipun sudah bernuansa kota, Kecamatan Prembun tetaplah merupakan kumpulan duabelas desa. Independensi masing-masing desa membuat keterpaduan rencana pembangunan menjadi tak mudah. Skala prioritas yang berbeda, karakter sosial budaya dan ego teritorial potensial menjadi penghalang. Disparitas potensi desa dan keterbatasan wewenang camat menjadi halangan berikutnya.
Meski begitu, mengubah status desa menjadi kelurahan rasanya bukan solusi yang bijak –sekalipun sempat ada sebagian pihak yang mengusulkan. Gejolak sosial politik akan terlalu besar yang pada gilirannya justru menjadi kontra-produktif bagi tujuan pembangunan itu sendiri. Agenda-agenda politik sesaat juga akan mudah menelusup dan membuat konflik semakin meruncing.
Perencanaan Bersama Antardesa
Langkah bijak yang bisa diambil adalah melakukan sebuah perencanaan bersama antar-desa. Cakupannya bisa saja melebar lebih dari wilayah kecamatan Prembun, sejauh memang ada keterkaitan yang signifikan. Ini semacam musrenbangcam plus-plus karena memiliki fokus dan locus yang lebih jelas.
Pemerintah daerah perlu memberi pemahaman mendalam kepada kepala desa untuk melepas ego teritorial. Perlu menjadi pemahaman dan keyakinan bersama bahwa kemajuan Kebumen Timur hanya bisa dicapai lewat kolaborasi desa-desa.
Baca Juga: Tak Hanya Kuliner, Joglo Prembun Siapkan Homestay untuk Pemudik
Semua pihak perlu juga terbuka terhadap inisiasi-inisiasi akar rumput, baik komunitas, swasta maupun masyarakat. Seringkali lontaran gagasan akar rumput lebih mudah menumbuhkan ikatan (engagement) dengan masyarakat daripada program dan gagasan yang digulirkan dari atas ke bawah.
Terbentuknya perpaduan masyarakat yang bersemangat memajukan wilayah dengan pemerintah desa (serta kecamatan) yang akomodatif dan kolaboratif dengan warganya akan menumbuhkan wilayah yang secara sosial ekonomi subur, yang siap menerima taburan benih perubahan. Pada titik ini, datangnya investasi maupun program besar dari pemerintah akan lebih mudah diterima dan berjalan. Saat itulah kawasan timur berkembang melesat menyusul wilayah Kebumen lainnya. Dari kota pensiunan yang tak pernah berubah, Prembun akan menjadi kota yang gawe gumun. ***
*Sigit Tri Prabowo, Ketua Pelaksana Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Kebumen








Saat ini belum ada komentar