Wisata Religi Bulupitu: Kearifan Lokal yang Mampu Menjaga Keanekaragaman Hayati
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Jum, 23 Feb 2024
- visibility 2.463
- comment 0 komentar

“Bukan hanya Bulupitu, kita juga punya hutan Jawa di Karanggayam. Kemudian di Kebumen daerah utara itu juga masih terdapat Elang Jawa, begitu juga di Ayah. Ini menunjukan kelestarian alam di Kebumen masih cukup terjaga dengan baik,” tuturnya.
Sementara itu di tempat yang sama, General Manager Badan Pengelola Geopark Kebumen Sigit Tri Prabowo mengatakan, Geopark Kebumen tidak hanya berbicara mengenai keanekaragaman geologi, budaya, dan hayati. Kawasan Bulupitu dinilai menjadi tempat ideal bagaimana kearifan lokal mampu menjaga keanekaragaman hayati.
Baca juga: BP Geopark Kebumen Gelar Seminar Pariwisata Berkelanjutan dan Teken MoU dengan Unpad Bandung
“Di Bulupitu itu kita bisa melihat bagaimana masyarakat itu bisa menjaga kekayaan budaya dan kekayaan alam sebagaimana diwariskan oleh nenek moyang kita. Dan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke sini,” ujarnya.
Sigit menambahkan, saat ini Geopark Kebumen sedang dalam proses pengajuan ke UNESCO Global Geopark (UGGp). Persiapan terus digenjot, mulai dari penguatan tim hingga persiapan di beberapa situs yang akan disurvei secara langsung oleh Tim UGGp yang akan dilakukan pada pertengahan tahun 2024 ini.
“Saat ini yang menjadi prioritas kita adalah persiapan menuju UGGp, kita akan mendapat visitasi secara langsung oleh Tim UGGp. Kesiapan geosite (situs) kita saat ini sudah 60 persen, dengan jumlah total ada 41 geosite, 10 culturesite, dan 7 biosite yang tersebar di 22 kecamatan se-Kabupaten Kebumen,” tambahnya.








Saat ini belum ada komentar