PLN UP3 Cilacap Kembangkan Infrastruktur Dukung Kendaraan Listrik
- account_circle Kebumen Update
- calendar_month Sen, 2 Sep 2019
- visibility 5.934
- comment 0 komentar

Prototype mobil listrik ITS Jambore Kendaraan Listrik singgah di PLN Gombong. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Kendaraan Listrik Lebih Nyaman
Enginer Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif ITS, Yoga Uta Nugraha mengatakan, rombongan Jambore Kendaraan Listrik Nasional melakukan start dari Surabaya dan akan finish di Jakarta. Di Jakarta akan ada pameran besar kendaraan listrik pada 4-5 September 2019.
“Kami mampir di kantor PLN untuk charging dan sosialisasi, setiap 80 kilometer, kami tambah daya sekaligus sosialisasi. Begitu selanjutnya,” ujar Uta di sela-sela kegiatan.
Menurut Uta, mobil listrik itu cukup nyaman dikendarai. Bahkan, menurutnya, lebih nyaman dibanding mobil bermesin karena tingkat getarannya rendah. Mobil itu lebih irit karena tidak menggunakan bahan bakar minyak seperti kendaraan lainnya.
“Untuk SUV dan sport, kecepatan bisa mencapai 130 km per jam. Sedang UTV 70 km per jam,” katanya.

Manager PLN UP3 Cilacap Ahmad Mustaqir menandatangani mobil listrik. (Foto: Padmo-KebumenUpdate)
Uta menambahkan, prototype mobil yang ada di workshop ITS meliputi bus, offroad, balap, mobil berpenumpang yang pernah dipakai Presiden Joko Widodo dan sepeda motor. Sepeda motor Gesit dahulu merupakan hasil riset yang dilakukan oleh ITS dan selanjutnya dibesarkan oleh industri untuk diproduksi massal.
Baca Juga: Petambak Udang Tinggalkan Genset Beralih Gunakan Listrik PLN, Seberapa Besar Keuntungannya?
“Dalam membangun kendaraan listrik, kami di ITS lebih fokus pada komponen kuncinya seperti motor listrik, controller sebagai pengatur kecepatan, batery pack, batery manajemen sistem. Semua hal-hal elektronik itu yang kami kuasai,” ujarnya.
Sebagai institusi pendidikan, pihaknya fokus di bidang riset. Suatu ketika, saat risetnya sudah siap diproduksi massal, industri akan segera untuk memproduksi massal. Selain merek nasional juga memiliki kandungan enginering dari Indonesia sendiri.
“Untuk mobil listrik ini, kami masih mempersiapkan di tahap komponen, apakah motornya sudah kuat, troblenya seperti apa. Jika semuanya sudah fix, baru kami akan siap menerima investor untuk mengembangkan bisnisnya,” ujarnya. (ndo)







Saat ini belum ada komentar