Stop !!! Rencana Penghancuran Gedung Bersejarah SMPN 1 Prembun

  • Whatsapp
Gedung kantor SMP Negeri Prembun yang akan dihancurkan. (Foto: Dok. KUPU)

PREMBUN (KebumenUpdate.com) – Pemkab Kebumen berencana akan membongkar bangunan bersejarah di SMP Negeri 1 Prembun, Kebumen. Rencana pembongkaran gedung tersebut terungkap dalam surat Nomor 900/1623 tertanggal 29 Mei 2019 tengang persetujuan penjualan barang milik daerah yang ditandatangani oleh Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz.

Melalui surat yang ditujukan kepada Sekda Kebumen, para prinsipnya Bupati Kebumen memberikan persetujuan penjualan barang milik daerah jenis bangunan gedung untuk dibongkar eks ruang guru SMP Negeri 1 Prembun. Bahkan Selasa 10 Maret 2020 bangunan gedung tersebut bersama eks Puskesmas Prembun dilelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Purwokerto melalui internet secara tertutup (closed bidding).

Berita Lainnya

Melalui Pengumuman Lelang Nomor 028/902/III/2020 tertanggal 5 Maret 2020 harga limit yang ditawarkan Pemkab Rp 105,5 juta dengan nilai jaminan Rp 22 juta.

Bernilai Sejarah, Pecinta Sejarah Tolak Rencana Pengancuran
Aktivis KUPU menggelar aksi menolak pembongkaran. (Foto: Dok. KUPU)

Rencana penghancuran gedung tua itu mendapatkan penolakan dari para pecinta sejarah yang tergabung dalam Komunitas Pusaka Prembun (KUPU). Komunitas ini menggalang dukungan atas kelestarian bangunan-bangunan ex Remboen Sukerfabriek atau pabrik gula Prembun tersebut.

Komunitas yang belum lama ini menggelar Pameran Jejak Sejarah Prembun tersebut juga menggelar aksi memasang spanduk penolakan pembongkaran bangunan bersejarah tersebut, Kamis 12 Maret 2020. Dalam aksi tersebut mereka menggalang dukungan dengan pembubuhkan tanda tangan serta melakukan kampanye melalui media sosial mengenai pelestarian bangunan bersejarah.

Gedung yang akan Dibongkar Masuk Daftar Potensi Cagar Budaya di Kebumen
Gedung siap untuk dibongkar. (Foto: Dok. KUPU)

Pegiat KUPU Sri Kusumastuti sangat menyayangkan rencana Pemkab Kebumen membongkar bangunan bersejarah di Prembun. Apalagi Gedung Kantor SMP Negeri 1 Prembun termasuk dalam daftar potensi cagar budaya di Kabupaten Kebumen tahun 2019.

“Kami menolak pembongkaran bangunan bersejarah dan mendesak kepada Pemkab Kebumen untuk meninjau ulang kebijakan rencana pembongkaran bangunan tersebut,” ujar Sri Kusumastuti di sela-sela aksi.

Menurut Kusumastuti bangunan bekas pabrik gula Prembun merupakan monumen bersejarah yang mencatat perjalanan kota Prembun. Rencana pembongkaran bangunan itu jelas menunjukkan rendahnya kesadaran sejarah pemerintah daerah.

“Jika penghancuran bangunan bersejarah dibiarkan, tidak menuntup kemungkinan bangunan lain bakal mengikuti,” tandasnya.

Jadi Momentum Pemkab Kebumen Menyusun Perda Cagar Budaya
Spanduk pelestarian bangunan bersejarah. (Foto: Dok. KUPU)

Praktisi Wisata Pusaka Sigit Asmodiwongso mengatakan bahwa sampai sekarang Kebumen belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) terkait cagar budaya. Ini membuat kebijakan sering didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan teknis belaka. Lepas dari soal jadi dirobohkan atau tidak, imbuh Sigit, ini momentum penting bagi eksekutif dan legislatif untuk menyusun Perda Cagar Budaya.

“Harapannya ke depan kebijakan tentang bangunan lama disusun secara partisipatif. Pelestarian tidak berarti semua harus dipertahankan, tapi pembongkaran juga mesti kuat dasar hukum dan kajiannya,” tandasnya. (ndo)

Berita Terkait