Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Bugar » Burnout di Usia 25: Ketika Ambisi dan Realita Bikin Mental Kolaps

Burnout di Usia 25: Ketika Ambisi dan Realita Bikin Mental Kolaps

  • account_circle Kebumen Update
  • calendar_month Jum, 9 Mei 2025
  • visibility 454
  • comment 0 komentar

KAMU masih 20-an, semangat membara, target setinggi langit, tapi… kok rasanya lelah terus, ya? Bangun tidur sudah capek, bekerja terasa kosong, dan waktu luang cuma diisi scroll medsos tanpa makna.

Kalau kamu mengalami ini, bisa jadi kamu sedang menghadapi burnout—kelelahan mental dan emosional akibat tekanan yang terus-menerus.

Fenomena burnout tidak hanya terjadi di usia matang. Anak muda, terutama usia 25-an, justru jadi kelompok paling rentan. Kenapa? Karena di usia ini, kita berada di antara ambisi pribadi, tekanan pekerjaan, ekspektasi orang tua, dan pencitraan sosial media yang melelahkan. Banyak yang memaksakan diri untuk “berhasil cepat” tanpa istirahat cukup, tanpa jeda untuk diri sendiri.

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Bunaken pafibunaken.org mengutip laporan dari World Health Organization (WHO), burnout dikategorikan sebagai sindrom yang muncul akibat stres kronis di tempat kerja yang belum berhasil dikelola.

Gejalanya antara lain:

  • Rasa lelah yang terus-menerus, bahkan saat tidak sedang banyak aktivitas.
  • Sinis atau tidak peduli terhadap pekerjaan dan tanggung jawab.
  • Penurunan performa dan motivasi.
  • Menjauh dari pergaulan sosial, dan lebih sering merasa “kosong”.

Dalam jurnal Frontiers in Psychology (2021), disebutkan bahwa Gen Z dan milenial muda lebih rentan burnout karena perpaduan tekanan digital, kurangnya keseimbangan kerja-hidup, dan ketidakpastian karier.

Solusinya? Jangan tunggu burnout menggerus habis semangatmu. Mulailah dari manajemen waktu, belajar berkata tidak, dan kenali batas energimu sendiri. Me time itu penting. Kamu juga bisa berkonsultasi dengan konselor atau psikolog untuk mencari strategi pemulihan yang tepat.

Ingat, sukses bukan tentang siapa yang paling cepat, tapi siapa yang bisa bertahan dan tetap sehat, secara mental dan fisik.

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan bukan pengganti nasihat medis profesional. Jika kamu mengalami gejala burnout yang berkepanjangan, segera cari bantuan dari tenaga kesehatan mental terpercaya.

Update konten berita lainnya dari Kebumen Update di Google News

Penulis

News & Inspiring

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keren! Indeks Literasi Kebumen jadi yang Tertinggi se-Jateng

    Keren! Indeks Literasi Kebumen jadi yang Tertinggi se-Jateng

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 1.619
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) menggelar Kebumen Festival Literasi, Senin 25 Agustus 2025. Bertempat di Gedung Pertemuan Setda, festival yang berlangsung dari 24 hingga 27 Agustus 2025 ini dibuka secara langsung oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani. Turut hadir dalam acara ini Sekretaris Daerah Edi Rianto, Kepala Disarpus Sigit […]

  • Etika Bisnis

    Etika Bisnis: Bekal Penting Peserta Pelatihan untuk Dunia Kerja dan Wirausaha

    • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
    • account_circle Wahyu Nugroho
    • visibility 443
    • 0Komentar

    DALAM menghadapi persaingan dunia kerja dan usaha yang semakin ketat, peserta pelatihan kerja umumnya lebih fokus pada penguasaan keterampilan teknis atau hard skills. Kemampuan mengoperasikan teknologi, memahami prosedur kerja, hingga keterampilan komunikasi memang menjadi modal penting untuk memasuki dunia profesional. Namun, ada hal lain yang tidak kalah penting dan justru menjadi penentu keberhasilan jangka panjang, […]

  • Shaun the Sheep Ikuti Karnaval

    “Shaun the Sheep” Meriahkan Karnaval di Pejagoan

    • calendar_month Ming, 13 Agu 2023
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 8.002
    • 0Komentar

    PEJAGOAN (KebumenUpdate.com) – Karnaval dalam rangka memperingati HUT ke-78 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Kebumen yang digelar oleh Pemerintah Desa/Kecamatan Pejagoan, Kebumen, Minggu 13 Agustus 2o23 berlangsung meriah. Karnaval tersebut dilepas oleh Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH MH  yang disampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kebumen Iin Windarti di depan Kantor Kecamatan Pejagoan. […]

  • PAFI Hulu Sungai Utara

    PAFI Hulu Sungai Utara: Pentingnya Membaca Label Obat Sebelum Mengonsumsi

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2025
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 535
    • 0Komentar

    PERSATUAN Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Cabang Hulu Sungai Utara terus mengkampanyekan pentingnya membaca label obat sebelum mengonsumsinya. Meski terdengar sepele, membaca label obat adalah langkah krusial untuk memastikan obat dikonsumsi dengan benar dan aman. Mengapa Membaca Label Obat Itu Penting? Label obat bukan sekadar hiasan. Di dalamnya tercantum informasi penting yang perlu Anda ketahui sebelum […]

  • Ubah Sampah jadi Energi, Tribaliv Tawarkan Solusi Zero Waste Berstandar Internasional untuk Kebumen

    Ubah Sampah jadi Energi, Tribaliv Tawarkan Solusi Zero Waste Berstandar Internasional untuk Kebumen

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle Hari Satria
    • visibility 441
    • 0Komentar

    KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Pemerintah Kabupaten Kebumen mulai menjajaki kerja sama strategis dengan perusahaan inovasi teknologi hijau internasional, Tribaliv Green Solutions, untuk mengatasi krisis penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Melalui teknologi gasifikasi mutakhir, sampah yang selama ini membebani lingkungan diproyeksikan bakal diubah menjadi energi bersih dan terbarukan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kelautan, dan Perikanan […]

  • Obesitas

    Perubahan Gaya Hidup Selama Pandemi Berpotensi Tingkatkan Risiko Obesitas

    • calendar_month Sab, 6 Nov 2021
    • account_circle Kebumen Update
    • visibility 10.599
    • 0Komentar

    Nutrifood Gandeng Kemenkes dan Badan POM Edukasi Masyarakat JAKARTA (KebumenUpdate.com) – Perubahan gaya hidup selama pandemi seperti konsumsi gula berlebih dan berkurangnya aktivitas fisik berpotensi meningkatkan risiko obesitas. Obesitas memiliki risiko prediabetes dan diabetes dimana hampir 90% orang dengan diabetes tipe 2 ternyata mengalami masalah kelebihan berat badan atau obesitas. Plt Direktur Pencegahan dan Pengendalian […]

expand_less