Bank Sehat dan Dipercaya: BPR BKK Kebumen Catat Pertumbuhan Positif di Penghujung Tahun
- account_circle Hari Satria
- calendar_month Sen, 22 Des 2025
- visibility 627
- comment 0 komentar

Direktur Utama PT BPR BKK Kebumen, Sutrisno, didampingi Direktur Kepatuhan, Sudiharto. (Foto: Hari)
KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Menutup tahun buku 2025, PT BPR BKK Kebumen mencatatkan performa keuangan yang impresif.
Hingga 21 Desember 2025, bank milik pemerintah daerah ini berhasil melampaui target aset dan perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK), serta memantapkan strategi untuk tahun mendatang.
Direktur Utama PT BPR BKK Kebumen, Sutrisno, didampingi Direktur Kepatuhan, Sudiharto, mengungkapkan bahwa realisasi aset perusahaan mencapai Rp560,84 miliar atau setara dengan 100,06% dari target yang ditetapkan sebesar Rp556,08 miliar.
“Capaian Dana Pihak Ketiga juga sangat positif. Dari target Rp476,98 miliar, kami berhasil menghimpun Rp486 miliar atau 101,89%. Kami optimis angka ini akan terus bergerak naik hingga tutup tahun pada 31 Desember nanti,” ujar Sutrisno saat memaparkan kinerja perusahaan, Senin 22 Desember 2025.
Optimisme Penyaluran Kredit dan Laba
Meskipun persaingan di sektor kredit semakin ketat, Sutrisno menyebut realisasi kredit telah mencapai Rp367,19 miliar (94%). Pihaknya menargetkan angka ini menembus 95% di sisa hari menuju pergantian tahun.
Sementara itu, laba perusahaan tercatat berada di angka Rp12,53 miliar atau 91% dari target tahunan.
“Kami terus berupaya agar laba bisa menyentuh angka 100 persen. Inilah potret kinerja kami di 2025, dan tentu kami berharap tahun 2026 hasilnya akan jauh lebih baik lagi,” tambahnya.
Fokus 2026: Penguatan Sektor Pertanian dan PMI
Memasuki tahun 2026, PT BPR BKK Kebumen akan memperkuat dua program unggulan, yakni Sobat Tani dan Kredit Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Dalam program Sobat Tani, bank bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) serta para penyuluh pertanian untuk meminimalkan risiko kredit.
Sektor ini mendapatkan perhatian khusus karena adanya subsidi bunga dari Pemerintah Kabupaten Kebumen sebesar Rp350 juta per tahun.
“Kami ingin membantu petani dalam hal permodalan untuk musim tanam dan pupuk, sekaligus mendukung cita-cita swasembada pangan di Kebumen,” jelas Sutrisno.
Sedangkan untuk PMI, BPR BKK Kebumen menggandeng Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) guna menyediakan akses modal dengan suku bunga ringan bagi calon pekerja yang hendak berangkat ke negara seperti Jepang, Korea, Malaysia, atau Singapura.
Sebagai gambaran, plafon pinjaman untuk tujuan Jepang mencapai maksimal Rp75 juta dengan tenor 3 hingga 5 tahun.
“Biasanya satu tahun sudah lunas melalui angsuran bulanan yang dikirimkan lewat orang tua sebagai penjamin,” kata Sudiharto menimpali.
Keamanan Dana dan Kepercayaan Masyarakat
Tingginya minat masyarakat menyimpan dana di BPR BKK Kebumen dinilai karena status kepemilikan bank yang jelas, yakni 51% saham milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan 49% milik Pemkab Kebumen. Selain itu, seluruh dana nasabah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
“Rasio likuiditas kami sangat sehat. DPK yang disalurkan kembali dalam bentuk pinjaman berada di angka 81 persen, jauh di bawah batas maksimal 94 persen. Ini adalah rasio yang cantik bagi sebuah bank,” pungkas Sutrisno.
Capaian positif ini pun mendapat apresiasi dari Bupati Kebumen, Lilis Nuryani. Saat menghadiri acara pembinaan kinerja di Aula BPR BKK Kebumen beberapa waktu lalu, Bupati menyatakan rasa bangga dan leganya atas profesionalisme serta komitmen seluruh pegawai dalam menjaga kesehatan perbankan daerah demi kemajuan ekonomi masyarakat Kebumen. Makin Tahu Indonesia








Saat ini belum ada komentar